Gedung Putih Campur Tangan di Transformasi Irak
-
AS-Irak
Pemerintah Amerika Serikat dalam sikap intervensifnya di kawasan Asia Barat pasca pengunduran diri Perdana Menteri Irak, Adil Abdul-Mahdi menutut para pejabat negara ini memenuhi tuntutan para demonstran.
Seperti dilaporkan FNA, AS setelah pengumuman pendundiran diri Abdul-Mahdi, di sebuah statemennya tanpa mengisyaratkan langkah-langkah intervensif Gedung Putih di Irak dan dampak negatifnya di negara ini mengklaim, petinggi Irak harus mengakhiri keluhan rakyat.
Statemen pemerintah AS dirilis ketika kehadiran militer negara ini di Asia Barat menjadi faktor utama tensi dan krisis di kawasan ini.
Adil Abdul-Mahdi, Jumat (29/11) setelah dua bulan protes warga di negara ini menyatakan bahwa dirinya akan mengundurkan diri dan surat pengunduran diri akan diserahkan kepada parlemen.
Perdana menteri Irak ini menekankan, berdasarkan kondisi yang ada dan untuk mencegah berlanjutnya kekerasan serta mengingat ketidakmampuannya dalam mengorganisir kondisi, ia akan meminta parlemen mengambil keputusan terkait pembentukan pemerintah baru.
Aksi protes di Irak terus berlanjut dan pemerintah sampai saat ini, meski telah menerima mayoritas usulan untuk melakukan reformasi struktural dan legal, memberikan berbagai paket insentif ekonomi serta menyodorkan berbagai agenda, tetap gagal memulihkan stabilitas dan ketenangan secara penuh.
Mayoritas elit politik Irak menilai kebijakan dan langkah intervensif petinggi Amerika sebagai pemicu utama kesulitan warga Irak. (MF)