Tuntutan Baru Troika Eropa kepada Iran
Kekuatan Eropa anggota kesepakatan nuklir JCPOA sedang berusaha untuk mempermanenkan pembatasan terhadap kegiatan nuklir Iran. Namun, Rusia menentang rencana itu dan menyatakan batasan terhadap Iran dalam JCPOA, tidak bersifat permanen.
"Dari segi hukum internasional, ketentuan sunset law (aturan yang berlaku sementara) mewakili keputusan sukarela Iran untuk membatasi sementara beberapa hak sahnya berdasarkan NPT (Traktat Non-Proliferasi Nuklir)," tulis Wakil Tetap Rusia untuk Badan-badan PBB di Wina, Mikhail Ulyanov via akun Twitter-nya.
"Dapatkah Anda bayangkan bahwa Iran setuju untuk didiskriminasi selamanya? Sebelumnya saya mengutip salah satu kolega Eropa saya, 'Negara saya tidak memperkaya uranium, tetapi jika ada yang mencoba merampas hak ini, kami akan berjuang sampai mati,'" tambahnya.
Ketentuan-ketentuan sunset law dalam JCPOA mengacu pada serangkaian pembatasan terhadap kegiatan nuklir Iran, yang berlaku untuk batas waktu tertentu dan tidak bersifat selamanya.
Amerika Serikat dan beberapa pengkritik kesepakatan nuklir, menilai berakhirnya periode pembatasan terhadap program nuklir Iran sebagai salah satu kelemahan JCPOA dan mereka menuntut agar pembatasan itu berlaku selamanya.
Mengenai keberadaan ketentuan sunset law dalam JCPOA, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi mengatakan, "Prinsip JCPOA yaitu komitmen Iran untuk tidak memproduksi senjata atom adalah sesuatu yang bersifat permanen dan Iran berkomitmen untuk tidak bergerak ke arah sana."
"Beberapa pembatasan terhadap program nuklir Iran untuk periode 10 dan 15 tahun atau sebagiannya 20 dan 25 tahun, bertujuan untuk membangun kepercayaan dan Anda tidak bisa berharap dari negara mana pun bahwa ia selalu dalam posisi membangun kepercayaan," jelasnya.
Iran pada 8 Mei 2019 atau tepat satu tahun setelah AS keluar secara sepihak dari JCPOA, menangguhkan beberapa kewajibannya dalam kesepakatan nuklir dan sekarang Tehran telah mengambil langkah keempat pengurangan komitmennya.
Langkah Iran ini ternyata memicu kemarahan negara-negara Eropa anggota kesepakatan yaitu Inggris, Prancis, dan Jerman. Para pejabat Paris bahkan mengancam akan mengembalikan sanksi-sanksi terhadap Tehran.
Padahal, Eropa berkewajiban untuk memenuhi kepentingan Iran berdasarkan JCPOA terutama mengaktifkan Instrumen untuk Mendukung Pertukaran Perdagangan (INSTEX). Namun, mereka tidak mengoperasikan INSTEX karena tekanan Washington.
JCPOA tampaknya sedang memasuki fase genting. Para pejabat Tehran menekankan selama Eropa tidak mengambil langkah-langkah praktis, maka Iran tidak berkewajiban untuk memenuhi komitmennya.
"AS telah keluar dari JCPOA, negara-negara lain juga menghalangi apa yang harus diperoleh Iran dari kesepakatan nuklir dan meminta Tehran untuk melaksanakan seluruh ketentuan kesepakatan, ini adalah pendekatan yang kontradiktif," tegas Mikhail Ulyanov. (RM)