Raab: Langkah JCPOA Iran, Ancam Masa Depan Kesepakatan Nuklir
https://parstoday.ir/id/news/world-i76691-raab_langkah_jcpoa_iran_ancam_masa_depan_kesepakatan_nuklir
Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab Selasa (17/12) malam di akun twitternya tanpa mengisyaratkan keluarnya AS secara ilegal dari JCPOA dan sikap Eropa yang tidak memenuhi komitmenya di kesepakatan nuklir mengklaim, langkah Iran terkait penurunan komitmennya di JCPOA telah membahayakan masa depan perjanjian ini dan secepatnya harus diperhatikan.
(last modified 2026-05-03T10:25:24+00:00 )
Des 18, 2019 12:09 Asia/Jakarta
  • Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab
    Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab

Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab Selasa (17/12) malam di akun twitternya tanpa mengisyaratkan keluarnya AS secara ilegal dari JCPOA dan sikap Eropa yang tidak memenuhi komitmenya di kesepakatan nuklir mengklaim, langkah Iran terkait penurunan komitmennya di JCPOA telah membahayakan masa depan perjanjian ini dan secepatnya harus diperhatikan.

IRNA melaporkan, Dominic Raab menyebut penurunan komitmen JCPOA Iran mengkhawatirkan dan mengklaim, Inggris, Jerman dan Perancis komitmen terhadap kesepakatan nuklir ini.

Trioka Eropa ini setelah keluarnya AS secara ilegal dari JCPOA pada 8 Mei 2018 seraya menjamin kepentingan ekonomi Iran berjanji mempertahankan kesepakatan internasional ini. Inggris, Perancis dan Jerman meski secara vebal dan politik melawan langkah Amerika, sampai saat ini di langkah nyata dan janjinya belum berhasil meraih prestasi dalam menjaga kesepakatan ini.

Iran 8 Mei 2019, setahun pasca keluarnya AS secara sepihak dari kesepakatan nuklir dan setelah terbukti kemandulan mekanisme usulan Eropa untuk mengkomensasi dapmak ekonomi keluarnya Washington dari perjanjian nuklir, menyatakan akan menurunkan sejumlah komitmen JCPOAnya berdasarkan butir 26 dan 36 kesepakatan ini.

Iran sampai saat telah empat kali telah menurunkan komitmen JCPOAnya.

Seraya menekankan dilanjutkannya penurunkan komitmen JCPOAnya, Iran menjelaskan langkah ini dapat dipulihkan ke kondisi awal jika mitra Eropa mengambil langkah yang diperlukan untuk melaksanakan komitmennya.

Berdasarkan butir 26 dan 36 JCPOA, jika pihak seberang tidak komitmen dengan janjinya, maka Iran berhak untuk menghentikan total atau sebagian dari komitmennya. (MF)