Akhirnya Trump Dimakzulkan DPR
https://parstoday.ir/id/news/world-i76719-akhirnya_trump_dimakzulkan_dpr
Anggota DPR Amerika Serikat Rabu (18/12) malam melalui sebuah voting bersejarah meratifikasi resolusi pemakzulan Presiden Donald Trump.
(last modified 2026-02-10T14:34:11+00:00 )
Des 19, 2019 12:36 Asia/Jakarta
  • Donald Trump
    Donald Trump

Anggota DPR Amerika Serikat Rabu (18/12) malam melalui sebuah voting bersejarah meratifikasi resolusi pemakzulan Presiden Donald Trump.

Seperti dilaporkan IRNA, DPR Amerika dengan suara mayoritas meratifikasi dua butir resolusi pemakzulan Donald Trump. Dengan demikian Trump tercatat dalam sejarah Amerika sebagai presiden ketiga yang dimakzulkan.

Anggota DPR AS dengan 230 suara setuju dan 197 menolak meratifikasi butir pertama resolusi pemakzulan Trump dengan dakwaan menyalahgunakan wewenang dan dengan 229 suara setuju dibading 198 suara menolak, lembaga legislatif Amerika ini meratifikasi butir kedua terkait dakwaan sabotese proses penyidikan Kongres.

Sebelumnya komisi kehakiman DPR AS meratifikasi dua dakwaan penyalahgunaan wewenang dan menghalagi proses penyidikan Kongres sebagai dua butir pemakzulan Trump.

Resolusi pemakzulan Trump akan dikirim ke Senat untuk mendapat persejutuan final dan proses peradilan presiden.

Pembahasan pemakzulan Trump di Senat akan digelar bulan Januari 2020. Proses pemakzulan Donald Trump dimulai setelah terbongkarnya percakapan telepon presiden AS ini dengan sejawatnya dari Ukraina.

Baru-baru ini informan tak dikenal menyatakan, Trump akhir bulan Juli menjalin kontak telepon dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan memintanya untuk memberi informasi dan data yang dapat merusak citra rival paling potensial diriinya di pilpres 2020, Joe Biden.

Disebutkan bahwa Trump mensyaratkan pemberian bantuan militer senilai 250 juta dolar Amerika kepada Ukraina dengan penyidikan terkait klaim kasus korupsi Biden dan anaknya, Hunter Biden.

Setelah terkuaknya skandal ini, proses pemakzulan Donald Trump dimulai di DPR Amerika atas instruksi Nancy Pelosi.

Kubu Demokrat meyakini bahwa langkah yang diambil presiden hingga saat ini secara serius melanggar konstitusi Amerika. (MF)