AS Bela Keputusannya Menyanksi Proyek Transfer Gas ke Jerman
-
Proyek pipa gas Nord Stream 2.
Duta Besar AS untuk Jerman, Richard Grenell membela sanksi Washington terhadap jaringan pipa gas Nord Stream 2 dan menganggap langkah itu akan menguntungkan Eropa.
Grenell dalam wawancara dengan surat kabar Bild, Jerman, hari Minggu (22/12/2019), mengatakan proyek pengiriman gas Rusia ke Eropa (Nord Stream 2) akan menciptakan ketergantungan penuh negara-negara Eropa kepada gas Rusia, dan Moskow dapat menggunakannya sebagai tuas tekanan terhadap Eropa.
Dia mengklaim bahwa sanksi tersebut dilakukan mengikuti keputusan sekutu-sekutu Washington di Eropa.
Padahal, Jerman mengecam undang-undang sanksi AS sebagai campur tangan dalam urusan internalnya.
Nord Stream 2 adalah jaringan pipa yang akan mengangkut gas alam dari Rusia ke Jerman melalui Laut Baltik. Presiden Donald Trump menentang proyek tersebut, dan mengatakan hal itu akan meningkatkan ketergantungan Jerman pada gas Rusia dan dengan demikian mengubah ekonomi terbesar Eropa menjadi "sandera" Moskow.
Anggaran pertahanan AS 2020 mempertimbangkan sanksi terhadap perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam proyek Nord Stream 2.
Juru bicara Istana Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan sanksi AS terhadap Nord Stream 2 melanggar hukum internasional dan sebuah contoh dari persaingan yang tidak sehat.
Sementara itu, Menteri Keuangan Jerman Olaf Scholz menganggap sanksi AS sebagai campur tangan serius dalam urusan internal Jerman dan Eropa.
"Langkah-langkah seperti itu tidak dapat dipahami dan tidak pantas untuk para mitra, yang juga terikat dengan keanggotaan bersama di NATO," tegasnya. (RM)