Arsitek Sanksi AS Berbohong Soal Pengecualian Pertukaran Kemanusiaan dengan Iran
-
Richard Nephew, mantan pejabat di Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat
Diplomat yang dikenal sebagai arsitek jaringan sanksi AS terhadap Iran menyebut klaim pemerintahan Trump bahwa pengecualian pertukaran barang-barang kemanusiaan dari sanksi AS tidak berdasar.
Richard Nephew, mantan pejabat di Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, yang dikenal sebagai salah satu dalang sanksi anti-Iran, berbicara kepada surat kabar Los Angeles Times pada hari Minggu (12/04/2020) mengakui peran sanksi dalam mengintimidasi perusahaan, kelompok dan negara untuk tidak membantu Iran dan negara-negara lain yang menjadi target sanksi akibat tidak ada pengecualian pertukaran kemanusiaan dari sanksi.
"Perusahaan-perusahaan yang melanggar sanksi akan menghadapi hukuman serius dan melihat risiko memasuki pertukaran kemanusiaan dengan Iran sangat tinggi dan keuntungannya sangat rendah, akhirnya mereka tidak mengambil risiko bekerja sama dengan Tehran," jelas Nephew.
"Meskipun pemerintah AS telah mengecualikan bantuan kemanusiaan, termasuk makanan dan obat-obatan, dari sanksi terhadap Iran di atas kertas, namun dalam praktiknya benar-benar berbeda," tulis Los Angeles Times pada hari Minggu.
Meskipun ada seruan dari dalam negeri dan tekanan dari komunitas internasional pada pemerintah Trump untuk mencabut atau mengurangi sanksi terhadap Iran karena penyebaran wabah virus Corona, Gedung Putih tidak mengambil tindakan.