Presiden Filipina Tekankan Berlanjutnya Pemberantasan Abu Sayyaf
-
Benigno Aquino
Presiden Filipina, Benigno Aquino, setelah pembebasan 10 warga Indonesia yang sebelumnya disandera oleh kelompok teroris Abu Sayyaf, kembali menekankan serangan menyeluruh terhadap kelompok teroris afiliasi Daesh itu.
IRNA melaporkan, Aquino pada Senin malam (2/5) menyinggung aksi pemenggalan kepala seorang sandera asal Kanada pekan lalu dan mengatakan, kelompok teroris itu telah menimbulkan kerugian besar dalam jangka waktu yang sangat lama dan sebagian di antara mereka benar-benar mengerikan.
Sebelumnya, 10 ABK Indonesia di tugboat Taiwan, disandera selama satu bulan oleh kelompok Abu Sayyaf dalam perjalanan dari Jakarta menuju Manila. Para teroris menuntut tebusan sebesar 50 juta peso atau sekitar 1 juta 70 ribu USD untuk pembebasan 10 ABK tersebut.
Kelompok Abu Sayyaf juga memenggal kepala seorang sandera asal Kanada pasalnya jangka waktu yang diberikan untuk pembayaran tebusan telah berakhir.
Sementara itu, Aquino di koran Phil Star menyatakan akan terus melanjutkan pemberantasan kelompok tersebut dengan kekuatan penuh. (MZ)