Ancaman Baru Trump terhadap Cina
https://parstoday.ir/id/news/world-i80840-ancaman_baru_trump_terhadap_cina
Amerika Serikat saat ini berada di peringkat pertama dunia dalam hal jumlah kasus infeksi dan angka kematian akibat virus Corona. Kinerja pemerintah AS dalam menangani wabah Covid-19 mendapat banyak kritikan dan hal ini mendorong Presiden Donald Trump menyalahkan Cina atas penyebaran Corona.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Apr 29, 2020 04:54 Asia/Jakarta
  • Ancaman Baru Trump terhadap Cina

Amerika Serikat saat ini berada di peringkat pertama dunia dalam hal jumlah kasus infeksi dan angka kematian akibat virus Corona. Kinerja pemerintah AS dalam menangani wabah Covid-19 mendapat banyak kritikan dan hal ini mendorong Presiden Donald Trump menyalahkan Cina atas penyebaran Corona.

Trump pada hari Senin (27/4/2020) mengancam Cina dengan mengatakan, “Saya akan menuntut ganti rugi kepada Cina atas penyebaran virus Corona. Saya belum memutuskan jumlah ganti rugi yang akan kami tagih, tapi jumlah tuntutan kami bisa lebih besar dari angka yang ingin didapatkan oleh Jerman.”

Trump menyudutkan dan mengancam Cina ketika jumlah kasus infeksi Corona di Amerika telah mencapai satu juta lebih dan angka kematian sudah melebihi 56 ribu orang.

Saat ini sepertiga dari semua kasus infeksi virus Corona di dunia berada di Amerika dan seperempat dari angka kematian global akibat virus ini juga terjadi di negara itu. Kinerja buruk pemerintahan Trump membuat Amerika menempati posisi pertama dunia dari segi kasus penularan Corona dan jumlah kematian.

Namun, Trump ingin lari dari tanggung jawab dan menyalahkan pihak lain demi menutupi kelemahannya. Ia sekarang berusaha meluncurkan kampanye anti-Cina di Barat sehingga Beijing dianggap sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pandemi ini.

Virus Corona sedang mewabah di negara-negara Barat terutama AS, dan Cina dituntut untuk membayar ganti rugi atas kerusakan ekonomi mereka. Beberapa negara Eropa seperti Jerman, juga setuju dengan sikap Trump tentang perlunya menuntut ganti rugi kepada Cina.

Padahal, virus Corona yang menyebar di Amerika berasal dari negara-negara Eropa, bukan dari Cina. Di samping itu, penanganan yang tidak tepat dan sikap Trump yang meremehkan wabah Corona telah menciptakan situasi kritis di Amerika.

Studi yang dilakukan oleh para ahli genetika AS menunjukkan bahwa virus Corona yang menyebar di New York, dibawa oleh turis dari Eropa, bukan Asia.

Presiden Donald Trump dan ilustrasi bendera Cina.

Pada 21 April lalu, Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengkritik Trump atas kegagalan total pemerintah dalam melakukan tes Covid-19 untuk warga Amerika. Menurutnya, Trump karena manajemen yang lemah sedang memanfaatkan cara-cara untuk menyesatkan opini publik atau membuat justifikasi yang keliru.

Kampanye anti-Beijing yang diluncurkan Trump, telah meningkatkan kebencian dan bahkan kekerasan terhadap warga Amerika keturunan Cina. Hal ini mendorong warga keturunan Cina dan juga Asia untuk membeli lebih banyak senjata api demi melindungi dirinya dari kekerasan potensial yang dilakukan warga Amerika, khususnya warga kulit putih.

Dalam menanggapi tudingan Trump, pemerintah Cina membantah telah memberikan informasi yang menyesatkan tentang virus Conana dan menuding AS bersikap tidak transparan dalam kasus ini.

Kementerian Luar Negeri Cina di akun Twitter-nya menulis, “Cina selalu melawan kampanye hitam. Kami adalah korban informasi yang menyesatkan, bukan pihak yang memproduksinya. Menyebarkan informasi yang menyesatkan dan menyalahkan pihak lain – ketimbang melakukan kerja sama global untuk melawan pandemi ini – sama sekali tidak disarankan dan ini harus ditolak total.”

Tentu saja bukan hanya Cina yang menjadi korban kampanye hitam Trump. Dia sebelum ini juga menuduh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terlambat dalam memberikan informasi mengenai penyebaran Corona, tidak bersikap transparan, dan tidak bekerja secara efektif.

Meski demikian, klaim-klaim tersebut tidak mendapat sambutan dan rakyat Amerika menganggap Trump bertanggung jawab atas situasi kritis saat ini. (RM)