Pompeo Klaim AS Lebih Aman setelah keluar dari JCPOA
-
Mike Pompeo
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo seraya mengulang klaim tak berdasar anti Iran mengklaim bahwa setelah Washington keluar dari JCPOA, Amerika semakin aman.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump 8 Mei 2018 secara sepihak dan melanggar komitmen Washington di JCPOA mengumumkan negaranya keluar dari kesepakatan nuklir ini dan kemudian memulihkan sanksi ilegalnya terhadap Iran.
Seperti dilaporkan FNA, Mike Pompeo Ahad (10/05/2020) seraya mengisyaratkan peringatan keluarnya AS dari JCPOA di akun Twitternya menulis, dua tahun lalu Trump mengambil keputusan berani keluar dari kesepakatan nuklir supaya dunia tetap terjaga dari kekerasan dan ancaman nuklir Iran.
Berbeda dengan pendapat pengamat dan hasil berbagai jajak pendapat di Amerika, Pompeo mengatakan, "Saat ini AS dan Asia Barat lebih aman dan damai di bading dengan ketika kita masih tetap di JCPOA."
Menurut hasil jajak pendapat Agustus tahun 2018 oleh Koran The Economist, 46 persen warga Amerika menentang keputusan Trump keluar dari JCPOA.
Selain itu, hasil polling bulan Oktober 2018 oleh J Street menunjukkan, 65 persen Yahudi Amerika dan di jajak pendapat Public Affairs Aliansi Iran Amerika (PAAIA) pada November 2018, sebanyak 70 persen warga Iran di AS dan jajak pendapat Desember 2018 The College of William & Mary, sebanyak 94 persen dosen AS menentang keluarnya AS dari JCPOA. (MF)