Pandangan Eropa Soal Embargo Senjata Iran
https://parstoday.ir/id/news/world-i82487-pandangan_eropa_soal_embargo_senjata_iran
Troika Eropa yaitu Jerman, Prancis, dan Inggris memiliki kinerja yang buruk dalam merawat perjanjian nuklir JCPOA, meski mereka mengaku mendukung perjanjian itu setelah Amerika Serikat menarik diri.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jun 20, 2020 14:36 Asia/Jakarta
  • Pandangan Eropa Soal Embargo Senjata Iran

Troika Eropa yaitu Jerman, Prancis, dan Inggris memiliki kinerja yang buruk dalam merawat perjanjian nuklir JCPOA, meski mereka mengaku mendukung perjanjian itu setelah Amerika Serikat menarik diri.

Tiga kekuatan Eropa itu kembali mengamini kebijakan Washington yang sedang berusaha memperpanjang embargo senjata terhadap Iran.

Inggris, Prancis, dan Jerman dalam sebuah pernyataan pada Jumat (19/6/2020), secara terbuka mendukung perpanjangan embargo senjata Iran di Dewan Keamanan PBB.

"Tiga negara Eropa berkomitmen pada implementasi penuh resolusi 2231 yang memperkuat JCPOA pada tahun 2015. Kami percaya bahwa rencana penghapusan embargo senjata konvensional pada Oktober mendatang seperti ditetapkan oleh resolusi 2231, akan memiliki implikasi besar bagi keamanan dan stabilitas regional," kata statemen tersebut.

Troika Eropa menekankan bahwa mereka akan segera meminta perpanjangan sanksi Eropa mengenai ekspor senjata konvensional dan teknologi rudal ke Iran hingga tahun 2023.

"Kami ingin berbicara dengan Rusia dan Cina serta anggota lain Dewan Keamanan dalam masalah tersebut," tambahnya.

Dalam pernyataan itu, Troika Eropa kembali mengklaim mendukung JCPOA dan berjanji akan melalukan upaya apapun untuk mempertahankan perjanjian internasional ini.

Troika Eropa dalam sebuah aksi pencitraan, menyatakan penentangannya terhadap kebijakan tekanan maksimum AS dan upaya Gedung Putih untuk mengembalikan sanksi Dewan Keamanan PBB terhadap Iran.

Eropa juga meminta Tehran untuk memberikan akses kepada tim inspeksi Badan Energi Atom Internasional terhadap dua situs nuklir Iran dan bekerja sama penuh dengan mereka.

Negara-negara Eropa – baik Troika Eropa maupun Uni Eropa – sudah sering menyuarakan dukungan terhadap JCPOA karena perannya dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional. Namun setelah AS meninggalkan perjanjian ini, Eropa tidak mengambil tindakan efektif untuk mendukung klaimnya itu, mereka hanya mengulur-ulur waktu dengan harapan kebijakan tekanan maksimum AS terhadap Iran akan membawa dampak serius.

Eropa hanya mengambil sebuah langkah yang tidak berarti untuk menyelamatkan JCPOA yaitu mengumumkan Instrumen untuk Mendukung Pertukaran Perdagangan (INSTEX) dengan Iran.

Saat ini, pemerintahan Trump telah meningkatkan upayanya untuk mencegah penghapusan embargo senjata terhadap Iran yang jatuh pada Oktober 2020. Eropa mendukung langkah ini dan bahkan berniat melakukan dialog dengan Rusia dan Cina agar mereka tidak memveto draft resolusi yang bakal diperkenalkan Washington.

Eropa mengaku memiliki kekhawatiran tentang dampak dari penghapusan embargo senjata Iran terhadap keamanan dan stabilitas regional.

Barat sama sekali tidak memiliki kekhawatiran tentang ekspor senjata mereka senilai miliaran dolar ke negara-negara Arab di kawasan, tetapi jika Iran – sesuai dengan hak sahnya dan ketentuan resolusi 2231 – ingin membeli senjata untuk memenuhi kebutuhannya, maka hal ini dianggap oleh Barat akan memicu ketegangan dan instabilitas di kawasan.

AS bahkan mengklaim dirinya masih sebagai anggota perjanjian nuklir dan mengancam akan menghidupkan mekanisme snapback (sanksi kembali secara otomatis) sehingga Eropa mendukung langkah Washington memperpanjang embargo senjata terhadap Tehran. (RM)