Amerika Tinjuan dari Dalam, 16 Agustus 2020
-
Presiden AS, Donald Trump
Dinamika Amerika Serikat selama sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya mengenai langkah baru Trump setelah kegagalan AS meluncurkan rancangan resolusi perpanjangan embargo senjata terhadap Iran di Dewan Keamanan PBB.
Isu lain mengenai reaksi media internasional terhadap kekalahan AS di DK PBB, Ketua DPR AS merekasi paket stimulus Trump yang disebutnya illegal, WSJ mengklaim AS menyita 4 kapal tanker minyak Iran dan defisit anggaran AS menembus 2,81 triliun dolar.

Setelah Kalah di DK PBB, Trump Siapkan Sanksi Baru terhadap Iran
Presiden AS Donald Trump, Sabtu (15/8) mengatakan akan terus mendorong PBB untuk memberlakukan lagi sanksi-sanksi terhadap Iran, setelah Dewan Keamanan (DK) menolak upaya AS untuk memperpanjang embargo terhadap Republik Islam itu.
“Kami akan melakukan ‘snapback,’” kata presiden.
Chris Murphy, senator Amerika dari negara bagian Connecticut di cuitan Twitternya menilai kegagalan resolusi AS anti Iran di Dewan Keamanan PBB sebagai indikasi lemahnya Washington.
Murphy di akun Twitternya Sabtu (15/8/2020) menyinggung kegagalan resolusi embargo Iran yang diusung Amerika di Dewan Keamanan PBB yang menunjukkan kelemahan pemerintah Trump.
"Kekalahan resolusi Washington anti Tehran menunjukkan betapa lemahnya Amerika Serikat," papar Murphy.
Jumat sore waktu New York, penghitungan voting anggota Dewan Keamanan terkait resolusi usulan Amerika untuk memperpanjang sanksi senjata Iran menunjukkan bahwa resolusi ini hanya mendapat dua suara mendukung dan Amerika mengalami kekalahan telak melawan Iran.
Sementara itu, wartawan stasiun televisi Al Jazeera di New York mengatakan, kekalahan rancangan resolusi usulan Amerika Serikat di Dewan Keamanan PBB tidak mengejutkan, yang mengejutkan adalah upaya ini kalah secara terhina.
Dalam voting yang digelar hari Jumat (14/8) di DK PBB terkait resolusi usulan Amerika untuk memperpanjang embargo senjata Iran, Washington hanya didukung oleh Republik Dominika, ia bahkan tidak mampu mengumpulkan 9 suara yang diperlukan Rusia dan Cina untuk menggunakan hak vetonya.
Menurut laporan Al Jazeera, 9 dari 15 anggota DK PBB termasuk Prancis, Jerman dan Inggris, memilih abstain dalam voting ini, sementara Cina dan Rusia memberi suara menentang.
Menjelang sidang virtual DK PBB untuk mengumumkan hasil voting, Menteri Luar Negeri Amerika, Mike Pompeo mengumumkan kekalahan draf resolusi anti-Iran ini.
Ia mengatakan, kekalahan DK PBB terkait resolusi untuk membela perdamaian, dan keamanan internasional tidak bisa dimaafkan.
Ketua DPR AS: Paket Stimulus Trump Ilegal !
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS, Nancy Pelosi mengkritik langkah sepihak presiden Donald Trump dan menekankan bahwa instruksi mengenai paket stimulus Covid-19 yang diluncurkannya ilegal.
Pelosi dalam wawancara dengan CNN hari Minggu (10/8/2020) mengatakan para penasihat hukum memanadang perintah eksekutif Presiden Donald Trump mengenai paket stimulus Covid-19 sebagai langkah ilegal.
Rival Trump dari partai Demokrat dalam pilpres AS 2016, Hillary Clinton juga mengatakan bahwa perintah eksekutif Trump dalam paket stimulus Corona menipu dan ilegal.
"Paket ini menyimpang dari negosiasi di Kongres AS," ujar Hillary Clinton.
Pada hari Sabtu Trump setuju untuk menandatangani empat perintah eksekutif mengenai alokasi dana sebesar $ 400 lebih banyak untuk tunjangan pengangguran setiap minggu perorang.
Trump juga meluncurkan paket pemotongan pajak atas orang Amerika yang berpenghasilan kurang dari $ 100.000 setahun.
Data terbaru menunjukkan hampir 40 juta orang Amerika menghadapi PHK pada akhir tahun.
Lebih dari lima juta orang AS terinfeksi dan 165.074 orang meninggal akibat merebaknya virus Corona di Amerika Serikat yang menunjukkan ketidakefektifan pemerintahan Trump.
Helikopter AU Amerika Ditembaki di Virginia
Sumber media mengabarkan penembakan terhadap salah satu helikopter Angkatan Udara Amerika Serikat di Virginia, yang mengakibatkan awak helikopter terluka.
Helikopter AU Amerika itu ditembaki di salah satu bandara Virginia.
Situs McClatchy melaporkan, insiden penembakan itu terjadi pada hari Senin (10/8), dan setelah dua hari baru dibuka ke publik.
Seorang pejabat militer Amerika di bandara Manassas, Virginia sehubungan dengan hal ini mengatakan, jenis helikopter yang ditembaki ini adalah Bell UH-1N Twin Huey.
Ia menjelaskan, helikopter itu ditembaki saat tengah melakukan uji coba penerbangan, dan akibat insiden itu salah satu awaknya terluka.
Karena menjadi sasaran penembakan, pilot helikopter terpaksa melakukan pendaratan darurat, dan polisi sudah dikerahkan untuk menyelidiki insiden ini.
WSJ Klaim AS Sita 4 Kapal Tanker Minyak Iran, Tehran Bantah
Media AS, The Wall Street Journal mengklaim Amerika Serikat telah menyita empat kapal tanker minyak Iran yang sedang melakukan perjalanan menuju Venezuela.
The Wall Street Journal mengklaim keempat kapal tanker Iran tersebut antara lain: Luna, Pandi, Bering dan Bella, yang sedang bergerak ke pelabuhan Houston di Texas.
Tapi klaim tersebut dibantah pemerintah Iran. Hojjat Soltani, Duta Besar Republik Islam Iran untuk Venezuela membantah klaim Wall Street Journal di Twitternya dengan menulis, "Teroris Trump tidak dapat mengimbangi penghinaan dan kekalahannya di depan bangsa besar Iran dengan propaganda palsu."
Menyusul kegagalannya baru-baru ini untuk mencegah kapal tanker Iran memasuki Venezuela, Amerika Serikat telah meluncurkan upaya baru untuk memblokir perdagangan legal antara kedua negara.
Iran baru-baru ini mengirim lima kapal tanker minyak yang membawa sekitar 1,5 juta barel bensin ke Venezuela untuk mendukung pemerintah dan rakyat Venezuela yang berada di bawah kepungan sanksi ekonomi AS.
Iran dan Venezuela, yang sama-sama dikenai sanksi keras dan tidak manusiawi dari AS, bersikeras akan mempertahankan hubungan perdagangan bilateralnya, meskipun menghadapi tekanan Washington.
Tembus 2,81 Triliun Dolar, Defisit Anggaran AS Terburuk dalam Sejarah
Departemen Keuangan, Rabu (12/8), mengatakan defisit anggaran Amerika melesat menjadi $2,81 triliun dalam sepuluh bulan pertama tahun anggaran ini. Ini adalah defisit anggaran terburuk dalam sejarah.
Defisit anggaran itu diperkirakan akan mencapai lebih dari dua kali lipat untuk tahun fiskal yang berakhir 30 September, dibanding defisit tahunan terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah.
Pemerintah federal AS mengalami defisit sebesar $63 miliar pada Juli lalu. Jumlah itu relatif kecil dibanding defisit yang terjadi pada musim semi ketika pemerintah berupaya memulihkan ekonomi, tetapi gagal karena pandemi virus corona.
Defisit anggaran bulan lalu lebih buruk dibanding Juni dan mencapai $864 miliar, sebagian karena pemerintah berhasil mengumpulkan pajak pendapatan sebesar $563 miliar pada Juli, setelah memperpanjang tenggat pelaporan pajak hingga 15 Juli. Perpanjangan tenggat ini membuat warga Amerika memiliki lebih banyak waktu untuk mempersiapkan diri menghadapi kesulitan ekonomi akibat pandemi ini.
Kongres telah meloloskan paket penyelamatan bernilai hampir $3 triliun tahun ini. Namun faksi Republik dan Demokrat masih belum sepakat tentang paket bantuan lain, seperti tunjangan pengangguran sebesar $600 per minggu yang berakhir 31 Juli lalu.
Presiden Donald Trump telah mengeluarkan serangkaian instruksi presiden akhir pekan untuk memperpanjang tunjangan pengangguran menjadi $400 per minggu, di mana 25 persen akan disubsidi oleh pemerintah negara bagian. Namun belum jelas seberapa besar hal ini akan membantu mengingat ketidakpastian ekonomi dan anggaran yang mungkin habis dalam lima pekan.(PH)