Kerja Sama Iran dan Venezuela di tengah Represi Maksimum AS
-
Iran dan Venezuela
Seiring dengan kian kuatnya kerja sama antara Republik Islam Iran dan Venezuela, Presiden negara ini Nicolas Maduro memuji Tehran karena membantu Caracas melawan sanksi minyak Washington.
Maduro menekankan, pengalaman Iran akan sangat membantu pemerintah Venezuela dalam memperkokoh kapasitas manajemen nasional.
Venezuela sejak lama mendapat tekanan maksimum Amerika Serikat. Petinggi Amerika khususnya sejak kepemimpinan Donald Trump secara resmi menekankan kebijakan menumbangkan pemerintahan Maduro dan pemerintahan sayap kiri Caracas. Sekaitan dengan ini, Amerika tak segan-segan menerapkan berbagai pendekatan.
Langkah AS tersebut mulai dari mendukung kubu oposisi Venezuela, mengakui secara resmi Juan Guaido, pemimpin oposisi Caracas sebagai presiden, membantu serta mendukung kudeta dan aksi-aksi destruktif. Namun berbagai kebijakan tersebut hingga kini mengalami kegagalan. Meski demikian petinggi Washington masih tetap menekankan pendekatan represi maksimum demi meraih ambisinya mengubah pemerintahan Caracas. Sama seperti dikatakan oleh Robert O’brien, penasiat keamanan nasional Donald Trump, Dokumen kerangka kerja strategis belahan Barat tentang kebijakan baru Washington di Amerika Latin fokus pada 'Kampanye Tekanan Maksimum' melawan Venezuela.
Penerapan tekanan Amerika diluncurkan ketika petinggi Washington sejak beberapa waktu lalu juga melakukan hal serupa terhadap Republik Islam Iran melalui sanksi ekonomi serta berusaha membuat Tehran kesulitan melalui peningkatan represi ekonomi. Namun represi ini sampai kini bukan saja tidak efektif, tapi malah membuat kapasitas dalam negeri Iran meningkat dan negara ini semakin mampu mengandalkan kemampuan dalam negerinya untuk memenuhi kebutuhannya.
Selama beberapa bulan terakhir peluang kerja sama antara Iran dan Venezuela khususnya di sektor ekonomi meningkat. Kerja sama ini kian luas dengan pengiriman kapal tanker Iran yang mengangkut bensin ke Venezuela untuk menutupi kekurangan bahan bakar akibat sanksi AS terhadap Caracas. Meski ada ancaman Amerika, kapal tanker ini berhasil sampai ke perairan Venezuela dan sedikit banyak mampu menutupi kekurangan bahan bakar negara ini.
Seyed Reza Sadr al-Hosseini, pakar isu internasional seraya menjelaskan bahwa kehadiran kapal tanker Iran di pantai Venezuela telah menghancurkan dominasi sanksi Amerika, mengatakan, “Negara-negara yang disanksi Amerika melalui persatuan anti sanksi akan mampu menginjak-injak sanksi pengecut Amerika.”
Meski ada penekankan petinggi Amerika melanjutkan pendekatan represi maksimum terhadap Venezuela dan mencantumkannya di dokumen kerangka kerja strategis belahan Barat, kerja sama antara Iran dan Venezuela semakin kuat. Sekaitan dengan ini, supermarket pertama Iran yang menjual produksi negara ini juga dibuka di Caracas. Sementara petinggi kedua negara menekankan perluasan hubungan tanpa mengindahkan represi dan ancaman Amerika Serikat, seperti yang dikatakan Presiden Maduro seraya memuji dukungan Iran terhadap pemerintah Caracas bahwa Venezuela tidak sendirian dan memiliki sahabat yang berani serta berdiri di samping negara ini.
Petinggi Amerika melalui kebijakan unilateralismenya masih berusaha menunjukkan dirinya sebagai superpower dunia dan dengan menerapkan kebijakan ancaman serta sanksi, menjalankan hegemoninya di berbagai negara dunia khususnya negara-negara yang tidak bersedia tunduk terhadap pendekatan agresif Gedung Putih. Padahal negara-negara dunia pro kebebasan menolak untuk tuntuk kepada kebijakan Washington dan dalam hal ini mereka mengagendakan kedekatan kebijakan dan kerjasama politik serta ekonomi dan peningkatan kerja sama Iran dan Venezuela adalah contoh dalam hal ini.
Tawfiq Shoman, analis Lebanon seraya mengisyaratkan pentingnya berbagai negara untuk lepas dari hegemoni ekonomi, politik dan militer Amerika, menekankan gagasan besar dan makro untuk melawan monopoli negara ini di kancah internasional dan untuk membentuk kerangka kerja demi memberi tekanan kepada Amerika Serikat.
Kini Maduro seraya berterima kasih kepada Iran sejatinya mengingatkan pentingnya kerja sama dan dukungan untuk melawan pendekatan intervensi Washington serta menekankan dilanjutkannya jalan ini. Sepertinya peningkatan kerja sama Iran dan Venezuela menjadi penghalang yang kokoh untuk melawan kebijakan agresif Washington. (MF)