Cina: DK Jangan Pedulikan Aksi AS Menghidupkan Sanksi Anti-Iran
https://parstoday.ir/id/news/world-i84642-cina_dk_jangan_pedulikan_aksi_as_menghidupkan_sanksi_anti_iran
Wakil Tetap Cina untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa telah meminta Dewan Keamanan untuk tidak mempedulikan langkah Amerika Serikat untuk menghidupkan sanksi terhadap Iran.
(last modified 2026-04-12T10:02:39+00:00 )
Aug 26, 2020 05:22 Asia/Jakarta
  • Zhang Jun, Wakil Tetap Cina di PBB
    Zhang Jun, Wakil Tetap Cina di PBB

Wakil Tetap Cina untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa telah meminta Dewan Keamanan untuk tidak mempedulikan langkah Amerika Serikat untuk menghidupkan sanksi terhadap Iran.

Menurut laporan IRIB, Zhang Jun, Wakil Tetap Cina di PBB dalam pertemuan Dewan Keamanan pada hari Selasa (25/08/2020) mengenai masalah Zionis Israel dan Palestina mengatakan, "Komunike AS kepada Dewan Keamanan tidak boleh diartikan sebagai awal kembalinya sanksi terhadap Iran."

Zhang Jun, Wakil Tetap Cina di PBB

Seraya menyebut Amerika Serikat sudah tidak lagi menjadi anggota kesepakatan nuklir JCPOA, Watap Cina di PBB mengatakan, mayoritas anggota Dewan Keamanan percaya bahwa permintaan AS untuk mengembalikan sanksi terhadap Iran tidak memiliki dasar hukum dan jangan menganggap mekanisme pengembalian sanksi otomatis telah dimulai.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menulis surat kepada ketua Dewan Keamanan PBB pada hari Kamis, (20/08), yang isinya menuduh Iran melanggar JCPOA dan secara resmi menyerukan pengembalian sanksi terhadap Iran.

Sehari setelah Amerika Serikat secara resmi mengajukan permintaan kepada Dewan Keamanan PBB untuk mengembalikan sanksi yang dicabut oleh JCPOA dan resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB pada hari Jumat, 13 anggota, termasuk empat anggota tetap dan sembilan anggota tidak tetap, secara eksplisit menyatakan bahwa permintaan AS itu tidak memiliki dasar hukum.

Tiga negara anggota Eropa di JCPOA; Jerman, Inggris, dan Perancis juga telah menyampaikan pernyataan bahwa mereka tidak mendukung tindakan AS menggunakan mekanisme pemicu terhadap Iran.