Babak Baru Balasan Eropa terhadap AS Jelang Pilpres
https://parstoday.ir/id/news/world-i86295-babak_baru_balasan_eropa_terhadap_as_jelang_pilpres
Langkah Pemerintahan Trump menaikkan tarif produk impor ke Amerika Serikat yang sejalan dengan kebijakan proteksionisme ekonominya, memicu perlawanan dari sekutu dekatnya sendiri, Eropa.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Okt 15, 2020 22:51 Asia/Jakarta
  • Donald Trump
    Donald Trump

Langkah Pemerintahan Trump menaikkan tarif produk impor ke Amerika Serikat yang sejalan dengan kebijakan proteksionisme ekonominya, memicu perlawanan dari sekutu dekatnya sendiri, Eropa.

Uni Eropa (UE) memberikan hak kepada perusahaan Boeing untuk mengenakan tarif terhadap produk AS senilai $ 4 miliar sebagai kompensasi.

Langkah ini sebagai bagian dari perang dagang antara kedua belah pihak yang berlangsung sekitar tiga pekan sebelum pemilu presiden AS.

Keputusan akhir Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) yang ditunda karena wabah virus Corona, diumumkan sebagai tanggapan atas protes Uni Eropa tahun lalu terhadap tarif AS atas barang-barang buatan Eropa senilai $ 7,5 miliar, yang diberlakukan Washington terhadap Airbus sebagai protes atas subsidi pemerintah Eropa kepada korporasi dirgantara itu.

Perang perdagangan antara Eropa dan Amerika Serikat dimulai pada 2018 yang dipicu ulah pemerintahan Trump menaikkan tarif ekspor ke Amerika Serikat.

Pada awal musim panas 2018, pemerintahan Trump memberlakukan tarif 25 persen untuk baja yang diimpor dari Eropa, Kanada dan Meksiko, serta tarif 10 persen untuk aluminium yang diimpor dari negara-negara tersebut. Sebagai balasan, pihak Eropa melakukan hal serupa dengan memberlakukan tarif baru atas barang-barang yang diimpor dari Amerika Serikat.

 

Trump

 

TIdak lama setelah kunjungan Presiden Komisi Eropa saat itu Jean-Claude Juncker ke Washington dan pembicaraannya dengan Presiden AS Donald Trump yang meredakan konflik kedua pihak, Washington kembali memberlakukan langkah unilateralnya terhadap produk yang diimpor dari Eropa ke Amerika Serikat.

Perdagangan antara kedua sisi Atlantik telah meningkat, terutama sejak Organisasi Perdagangan Dunia mendukung Amerika Serikat dan memberlakukan tarif $ 7,5 miliar untuk barang-barang Eropa.

Negara-negara Uni Eropa yang memiliki hubungan perdagangan yang erat dengan Amerika Serikat sebelum kepresidenan Trump, terutama selama kepresidenan Obama, melakukan beberapa putaran negosiasi dengan Washington untuk mencapai perjanjian perdagangan bebas trans-Atlantik. Tapi sekarang menghadapi keadaan yang berbeda di tangan Trump. 

Sejak menjabat, Trump telah berulangkali menyalahkan perdagangan bebas yang menurutnya merugikan perekonomian AS dan mengancam akan memblokirnya. Sementara itu, pihak Eropa mengatakan perang perdagangan telah memperlambat pertumbuhan ekonomi global dan menciptakan ketidakpastian. 

Para pakar ekonomi dunia menilai perang dagang antara Eropa dan Amerika Serikat mengakibatkan anjloknya ekonomi keduanya dan penurunan laju produksi nasional dunia. Terlepas dari peringatan dan kekhawatiran tentang pendekatan bisnis pemerintahan Trump terhadap rivalnya, bahkan mitra bisnis AS sendiri, kinerja Trump telah menunjukkan bahwa ia bukan hanya tidak puas dengan konsesi yang signifikan, tetapi juga menginginkan yang baru.

Hal itu dilakukan Trump dengan melancarkan tekanan melalui berbagai cara, termasuk menaikkan tarif. Faktanya, perang perdagangan dan ekonomi adalah salah satu ciri khas pemerintahan Trump. Kini, giliran Uni Eropa untuk melancarkan aksi balasan terhadap Trump menjelang pemilihan presiden 3 November 2020 dengan memberlakukan tarif baru terhadap barang-barang yang diimpor dari Amerika Serikat.(PH)