Situasi Memanas, IAEA Minta Iran tidak Usir Inspekturnya
https://parstoday.ir/id/news/world-i88113-situasi_memanas_iaea_minta_iran_tidak_usir_inspekturnya
Dirjen Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengklaim bahwa peningkatan pengayaan dan pengusiran inspektur mereka dari Iran akan membuat penyimpangan lebih jauh dari komitmen perjanjian nuklir JCPOA.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Des 10, 2020 11:57 Asia/Jakarta
  • Rafael Grossi.
    Rafael Grossi.

Dirjen Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengklaim bahwa peningkatan pengayaan dan pengusiran inspektur mereka dari Iran akan membuat penyimpangan lebih jauh dari komitmen perjanjian nuklir JCPOA.

Rafael Grossi dalam wawancara dengan Sky News, Kamis (10/12/2020), memperingatkan bahwa situasi akan semakin buruk atas setiap langkah yang diambil setelah pembunuhan ilmuwan nuklir Iran, syahid Mohsen Fakrizadeh.

Dia meminta Tehran tidak melaksanakan ancamannya untuk meningkatkan pengayaan uranium dan mengusir para inspektur IAEA.

"Saya tidak dapat membayangkan siapa yang akan menang dari situasi seperti itu. Jika jumlah inspektur IAEA dibatasi, pekerjaan mereka akan terganggu dan kami harus dengan jelas menginformasikan tentang masalah ini," tegas Grossi.

Dia juga mengungkapkan harapan bahwa IAEA dapat bekerja sama dengan Iran lewat metode tertentu.

Reaktor nuklir Iran.

Berdasarkan keputusan parlemen Iran, Badan Energi Atom Iran berkewajiban untuk memulai instalasi, injeksi gas, serta pengayaan dan penyimpanan uranium di fasilitas Shahid Ahmadi Roshan Natanz dalam waktu 3 bulan jika sanksi tidak dicabut.

Setelah AS keluar dari JCPOA pada 8 Mei 2018, Troika Eropa (Inggris, Prancis, dan Jerman) berjanji akan memenuhi kepentingan ekonomi Iran demi mempertahankan perjanjian ini. Namun, mereka tidak mengambil langkah apapun untuk memenuhi kewajiban kesepakatan.

Akhirnya, Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran pada 8 Mei 2019 memutuskan mengurangi kewajiban perjanjian nuklir sehingga tercipta keseimbangan antara hak dan kewajiban Tehran.

Tehran menegaskan siap kembali memenuhi kewajibannya jika sanksi dicabut dan ada keuntungan yang diperoleh dari JCPOA. (RM)