Grossi: Iran Menginginkan Keamanan dan Stabilitas di Seluruh Dunia
https://parstoday.ir/id/news/world-i88319-grossi_iran_menginginkan_keamanan_dan_stabilitas_di_seluruh_dunia
Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengkritik penarikan AS dari Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA), dengan mengatakan bahwa Iran menginginkan keamanan dan stabilitas di seluruh dunia.
(last modified 2026-04-16T09:59:01+00:00 )
Des 16, 2020 22:40 Asia/Jakarta
  • Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional
    Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional

Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengkritik penarikan AS dari Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA), dengan mengatakan bahwa Iran menginginkan keamanan dan stabilitas di seluruh dunia.

Dalam sebuah wawancara dengan CBS News pada Rabu (16/12/2020), Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional Rafael Grossi mengkritik penarikan diri pemerintah AS dari JCPOA dan mengatakan bahwa Iran sedang mengejar program nuklirnya dalam kerangka JCPOA.

Grossi mengatakan, Amerika Serikat keluar dari JCPOA pada 2018, dan sebagai tanggapan atas langkah Washington, Iran memutuskan untuk secara bertahap mengurangi kepatuhannya pada kewajibannya berdasarkan perjanjian ini.

Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional

Dirjen Badan Energi Atom Internasional menambahkan bahwa para inspektur IAEA masih berada di Iran untuk melaporkan aktivitas nuklirnya.

Iran dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) sepakat Agustus lalu pada akhir kunjungan Direktur Jenderal IAEA ke Tehran untuk mengadakan pembicaraan dengan para pejabat Iran guna lebih memperkuat kerja sama mereka dan membangun rasa saling percaya untuk memfasilitasi implementasi penuh Perjanjian Pengamanan Komprehensif dan Protokol Tambahan, yang telah dilaksanakan secara sukarela dan sementara oleh Iran sejak 16 Januari 2016.

Dalam hal ini, Iran secara sukarela telah memberi mengakses dua lokasi yang diidentifikasi oleh IAEA dan memfasilitasi kegiatan verifikasi IAEA untuk menyelesaikan masalah ini.

Pada hari Selasa, 8 Mei 2018, Presiden AS Donald Trump secara sepihak menarik diri dari perjanjian internasional dan mengumumkan pengembalian sanksi nuklir, yang melanggar komitmen Washington di bawah JCPOA.

Langkah Trump telah menarik kecaman domestik dan internasional yang meluas.

Republik Islam Iran pada 8 Mei 2019, satu tahun setelah penarikan sepihak AS dari JCPOA dan setelah membuktikan tidak efektifnya proposal Eropa untuk mengkompensasi konsekuensi ekonomi dari penarikan AS dari kesepakatan nuklir, mengurangi kewajibannya berdasarkan perjanjian dalam 5 langkah.

Iran telah menekankan bahwa pihaknya siap untuk kembali ke komitmennya jika sanksi dicabut dan Iran diuntungkan dari JCPOA.