Ini Reaksi AS terhadap Peluncuran Rudal Pembawa Satelit Iran
-
Rudal pembawa satelit Zoljanah
Menanggapi keberhasilan peluncuran rudal peluncur satelit berbahan bakar padat Zoljanah, kementerian luar negeri AS mengklaim bahwa peluncuran pembawa satelit tersebut memicu perhatian serius dari publik dunia.
Kementerian luar negeri AS dalam sebuah pernyataan terbarunya hari Selasa (2/2/2021) mengatakan, "Amerika Serikat senantiasa prihatin tentang upaya Iran untuk mengembangkan peluncur luar angkasa (SLV), karena program-program ini dapat dikembangkan menjadi rudal balistik canggih Iran,".
"Peluncur luar angkasa adalah masalah perhatian publik yang serius karena mengandung teknologi yang mirip dan dapat dikembangkan menjadi teknologi rudal balistik, termasuk sistem jarak jauh," tegasnya.
Republik Islam Iran sukses meluncurkan roket pembawa satelit yang diberi nama, Zoljanah ke luar angkasa pada Senin (1/2/2021) sore.
Juru bicara Divisi Antariksa Kementerian Pertahanan Iran, Ahmad Hosseini mengatakan peluncuran roket Zoljanah ke luar angkasa terjadi untuk pertama kalinya di Iran dengan memanfaatkan teknologi mesin yang paling tangguh berbahan bakar padat.
"Dari segi teknis, roket tiga tahap Zoljanah mampu bersaing dengan roket pembawa satelit modern dunia. Zoljanah menggunakan bahan bakar padat pada tahap pertama dan kedua serta bahan bakar cair pada tahap ketiga. Roket ini mampu membawa satelit seberat 220 kilogram ke titik orbit 500 kilometer," ujarnya.
Hosseini menjelaskan, dari eksperimen di bidang antariksa, Iran berhasil mencapai mesin berbahan bakar padat yang paling tangguh dengan daya dorong lebih dari 750 ton sekaligus memvalidasi teknologi baru lain yang dipakai dalam produk ini.(PH)