Malaysia Minta Filipina Ekstradisi Dua Teroris Abu Sayyaf
-
militer Filipina
Pemerintah Malaysia meminta Filipina untuk mengekstradisi ke Kuala Lumpur dua anggota kelompok teroris Abu Sayyaf yang berhasil ditangkap. Menurut pemerintah Malaysia, dua anasir itu terlibat dalam pembunuhan dan penculikan warga Malaysia.
IRNA melaporkan, Ahmad Zahid Hamidi, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Dalam Negeri Malaysia, pada Selasa (24/5), menujukan pernyataannya kepada parlemen dan mengatakan, permintaan itu telah diajukan kepada Filipina, akan tetapi tidak ada kesepakatan atau kerja sama yang mengikat pemerintah Filipina untuk melaksanakannya.
Menteri Dalam Negeri Malaysia berpendapat bahwa kedua anasir teroris itu telah ditangkap oleh polisi nasional Filipina dan terlibat dalam pembunuhan dan penyanderaan warga negara ini.
Menurut laporan koran Star, Menteri Dalam Negeri Malaysia menjelaskan bahwa setelah menerima informasi penangkapan Khaddafi Muktadil dan Saddam Jailani, pemerintah Malaysia mengajukan permintaan ekstradisi dua teroris tersebut kepada pemerintah Filipina dari kanal diplomatik.
Pejabat tinggi Malaysia ini mengatakan, pemerintah Manila hingga kini belum memberikan reaksi atas permintaan tersebut, namun Kuala Lumpur terus melanjutkan upayanya melalui departeman luar negeri.
Kelompok Abu Sayyaf yang telah berbaiat kepada kelompok teroris Takfiri Daesh, saat ini menyandera empat warga Malaysia dan mengancam akan membunuh mereka jika Kuala Lumpur tidak membayar uang tebusan.
Meski pemerintah Malaysia dan Filipina berusaha membebaskan para sandera Abu Sayyaf, akan tetapi tidak terealisasinya masalah ini membuat pemerintah Kuala Lumpur mengkhawatirkan nasib warganya.
Salah satu sumber pendapatan kelompok teroris Abu Sayyaf yang telah beraktivitas sejak 1990 di Filipina Selatan, adalah penyanderaan dan tuntutan tebusan. (MZ)