Lagi, Dirjen IAEA Lemparkan Klaim Baru soal Nuklir Iran
-
Dirjen IAEA Rafael Grossi.
Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengklaim bahwa kurangnya kemajuan dalam mengklarifikasi pertanyaan mengenai kebenaran dan kelengkapan deklarasi perlindungan Iran, secara serius mempengaruhi kemampuan IAEA untuk memberikan jaminan tentang sifat damai program nuklir Iran.
Hal itu disampaikan Dirjen IAEA Rafael Grossi dalam pertemuan Dewan Gubernur di Wina, Austria, Senin (7/6/2021) seperti dikutip laman Farsnews.
Grossi mengklaim bahwa pembicaraan dengan Iran mungkin tidak membawa hasil yang positif.
Pertemuan Dewan Gubernur IAEA telah dimulai satu jam yang lalu di Wina, dan Grossi telah membacakan laporannya. Pertemuan ini digelar tertutup dan sejumlah anggota juga mengikutinya secara virtual karena pandemi virus Corona.
Pekan lalu, Grossi menyerahkan dua laporan kepada Dewan Gubernur IAEA yang berhubungan dengan verifikasi pelaksanaan kesepakatan nuklir JCPOA di Iran dan laporan kedua mengenai beberapa masalah perlindungan yang belum terselesaikan antara Tehran dan IAEA.
Setelah AS secara sepihak meninggalkan JCPOA pada 8 Mei 2018, Iran memberikan waktu satu tahun kepada negara-negara Eropa untuk memenuhi kewajibannya dan menutupi kerugian yang ditimbulkan oleh ulah Washington.
Namun Eropa tidak memenuhi kewajibannya, dan Iran kemudian mengambil langkah-langkah untuk mengurangi pemenuhan komitmen kesepakatan nuklir. Tindakan Iran ini sesuai dengan Pasal 26 dan 36 JCPOA.
Republik Islam menegaskan jika sanksi dicabut dan pihaknya memperoleh manfaat dari JCPOA, maka mereka akan memenuhi kembali kewajiban kesepakatan. (RM)