Revitalisasi Danau Urmia
Pekan lalu fase keempat perjanjian kerjasama Iran, Jepang dan Kantor Program Pembangunan PBB (UNDP) terkait upaya revitaliasi danau Urmia, Iran ditandatangani.
Hari Ahad 19 April 2017 fase keempat perjanjian kerjasama antara Iran, Jepang dan UNDP untuk merevitalisasi danau Urmia ditandatangani oleh Masoumeh Ebtekar, Ketua Organisasi Perlindungan Lingkungan Hidup Iran dan Gary Lewis, Kepala Kantor UNDP di Iran.
Danau Urmia karena urgensitasnya bagi lingkungan hidup sebagai salah satu urat nadi kehidupan tercatat di beberapa lembaga internasional, akan tetapi sungguh disayangkan dalam beberapa tahun terakhir karena berbagai alasan termasuk perubahan iklim, danau tersebut terancam bahaya kekeringan. Namun sekarang dengan dukungan instansi-instansi pemerintah Iran, lembaga internasional dan partisipasi masyarakat danau Urmia kembali bernafas dan mendekati kondisi idealnya.
Danau Urmia yang di era Iran kuno dikenal dengan nama Chichast dan warga setempat menyebutnya sebagai tempat kelahiran Zoroaster adalah sebuah danau terletak di barat laut Iran dan diapit dua provinsi Azerbaijan Barat dan Azerbaijan Timur. Luas permukaan danau Urmia diperkirakan mencapai 5200 kilometer dan merupakan danau terbesar kedua puluh lima di dunia. Danau Urmia adalah danau terbesar di Iran dan danau air asin terbesar kedua di dunia dan sumber air permanen terbesar di Asia Barat.
Secara keseluruhan danau ini adalah tempat bermuaranya aliran air dari 70 sungai. 31 sungai di antaranya adalah sungai permanen atau musiman dan 39 lainnya sungai periodik. Sungai Zarine Rud dan Aji Chay adalah dua sungai pemasok utama air bagi danau Urmia. Air danau Urmia sangat asin dan kadar garam yang larut di dalamnya dua kali lipat lebih banyak dari kadar garam di setiap samudra dunia. Oleh karena itu, tidak ada satupun ikan atau molusca yang hidup di danau itu kecuali beberapa jenis hewan berkulit keras.
Artemia diatom dan phytoplankton di antara jenis hewan yang bisa hidup di danau Urmia. Artemia adalah jenis hewan berkulit keras yang lebih dari setengah komposisi tubuhnya didominasi protein dan merupakan sumber makanan yang sangat tepat bagi budi daya ikan dan udang. Hewan berkulit keras ini juga merupakan salah satu sumber utama makanan bagi kawanan burung termasuk flamingo.
Danau Urmia juga adalah salah satu habibat alam yang penting di kawasan Azerbaijan. Danau yang memiliki pesisir yang indah dan air asin itu menarik minat wisatawan di berbagai musim, khususnya musim panas. Danau Urmia dari sisi kekayaan sumber alamnya yang beragam merupakan salah satu sumber alam yang termasuk langka. Danau Urmia memiliki seratus dua pulau yang semuanya ditetapkan UNESCO sebagai cagar alam dunia. Pulau Eshgh merupakan habitat koloni burung-burung kecil yang indah termasuk Tanjah atau Common shelduck.
Dalam beberapa tahun terakhir, sekawanan rusa kuning Iran dan sejenis kambing gunung dan kerbau dipindahkan ke pulau ini. Organisasi Lingkungan Hidup Iran menjadikan sebagian besar lokasi di sekitar danau Urmia sebagai taman nasional. Taman Nasional Danau Urmia dengan luas lebih dari 460 ribu hektar merupakan satu dari sembilan lingkungan hayati biotik di Iran yang memiliki keanekaragaman hayati yang kaya.
Ekosistem danau Urmia memiliki dua jenis kelompok tumbuhan khusus, salah satunya adalah tanaman rawa di sekitar danau yang mendominasi seluruh wilayah kering taman nasional. Jenis lainnya adalah tanaman yang tumbuh di pulau-pulau yang sebagian besar tersebar di pulau Kaboodan, Ashk, Espir, Arezu dan Eslami. Sejumlah tumbuhan yang berhasil diidentifikasi di sekitar danau Urmia jumlahnya sekitar 137 jenis dan ragam tumbuhan yang diidentifikasi pulau-pulau sekitar 174 jenis.
Kelompok tumbuhan atau familia di sekitar danau Urmia berasal dari keluarga Asteraceae dengan 33 jenis berbeda, keluarga poaceae dengan 21 jenis dan yang terbesar berasal dari jenis Euphorbia dan Trigonella. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa ragam hayati yang sangat tinggi merupakan salah satu keunggulan taman nasional danau Urmia.
Kelompok tumbuhan atau familia di sekitar danau Urmia berasal dari keluarga Asteraceae dengan 33 jenis berbeda, keluarga poaceae dengan 21 jenis dan yang terbesar berasal dari jenis Euphorbia dan Trigonella. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa ragam hayati yang sangat tinggi merupakan salah satu keunggulan taman nasional danau Urmia.
Selain itu, wilayah air danau dengan karakteristik fisik dan kimianya menjadi tempat hidup yang ideal bagi makhluk hidup yang ada di sana, termasuk artemia, ganggang dan sekawanan burung langka dengan aneka warna mereka yang indah, di antaranya semua taman-taman nasional ada di Iran, bahkan di dunia. Danau Urmia sangat penting dan merupakan lingkungan hayati biotik di Iran. Akan tetapi dalam beberapa tahun terakhir karena berbagai masalah, termasuk perubahan iklim, berkurangnya curah hujan, tingginya suhu udara dan penggunaan air yang tidak sesuai dengan sungai mengalami pengurangan debit air.
Menurut pendapat para pakar air, alasan terpenting berkurangnya debit air Urmia adalah meningkatnya kebutuhan air masyarakat dan konsumsi air bawah tanah oleh para petani seiring dengan tibanya kekeringan yang panjang. Mereka percaya bahwa menyusutnya debit air danau Urmia bersamaan dengan kekeringan luas yang melanda wilayah itu. Sejak tahun 1998, kekeringan dimulai dan hingga sekarang masih berlanjut dan tepatnya di tahun-tahun ini karena berkurangnya sumber air bersih, masalah yang dihadapi masyarakat semakin besar dan terpaksa mengambil air bawah tanah. Pengambilan air di wilayah-wilayah danau Urmia dari sekitar 250 menjadi lebih dari 2000 juta meter kubik, setiap tahunnya dengan begitu tanda bahaya sudah dibunyikan.
Mayoritas pakar terkait bahaya kekeringan di danau Urmia mengatakan, jika danau ini sampai kering, udara sejuk di wilayah ini akan berubah panas dengan angin yang mengandung garam dan cuaca di wilayah itu akan berubah. Menurut sebagian dari mereka, proses kekeringan yang berlangsung secara bertahap itu akan menyebabkan matinya taman nasional danau Urmia dan debu yang dihasilkan oleh gurun danau bisa mengancam kehidupan dan membahayakan keselamatan lebih dari 6 juta manusia.
Bahaya-bahaya semacam ini mendorong dilakukannya langkah-langkah segera untuk merevitalisasi danau tersebut dan langkah awal dilakukan oleh tim reservasi lingkungan danau Urmia. Setelah itu kerjasama berbagai instansi termasuk organisasi perlindungan lingkungan hidup Iran, instansi tingkat provinsi dan daerah, kelompok petani, organisasi-organisasi kemasyarakatan dan lembaga internasional seperti PBB dan bantuan pemerintah Jepang dilakukan untuk memulihkan kondisi danau ini dengan ditandatanganinya fase keempat perjanjian dan kerjasama itu pada kenyataannya proses revitalisasi kondisi danau Urmia memasuki fase baru.
Gary Lewis, Kepala UNDP di Iran di acara penandatanganan kerjasama fase keempat revitalisasi danau Urmia yang dilakukan Iran, UNDP dan Jepang mengatakan, “Selama 4 tahun berada di Iran saya menyaksikan banyak perubahan di danau Urmia. Dalam salah satu kunjungan saya ke danau itu, saya tidak melihat kondisi yang baik dari danau tersebut. Langkah-langkah yang sudah dilakukan untuk merevitalisasi danau Urmia dapat menjadi model kesuksesan di tingkat global dan dapat dipergunakan di negara-negara lain.” Menurut Lewis, tiga faktor yang bisa menciptakan kondisi ideal bagi danau Urmia adalah dialirkannya secara bebas air dari bendungan-bendungan oleh pemerintah, pengerukan kanal-kanal dan sungai-sungai yang alirannya bermuara ke danau dan pertanian dinamis.
Dalam dokumen kerjasama fase keempat revitalisasi danau Urmia masalah pertanian dinamis juga menjadi bahan pertimbangan dan karena hal itu bisa membantu penghematan penggunaan air. Ketua Organisasi Perlindungan Lingkungan Hidup Iran dalam kesempatan tersebut menilai, masalah pertanian dinamis sangat penting dalam proses revitalisasi danau Urmia. Menurutnya, seluruh bukti yang ada menunjukkan bahwa proyek khusus melindungi pertanian yang dinamis saat ini tengah mengalami kemajuan signifikan dan pasti kondisi danau Urmia sebagaimana terlihat dari citra satelit akan pulih kembali.
Dengan demikian, danau Urmia hari ini tengah hidup kembali dan itu berarti bernapasnya kembali lingkungan alam yang indah dan semuanya berkat kerjasama masyarakat, instansi pemerintah dan internasional. Sebuah model yang dapat digunakan di belahan dunia yang lain.