Isu Ekonomi Nasional dalam Pesan Nowruz Rahbar
https://parstoday.ir/id/radio/iran-i68712-isu_ekonomi_nasional_dalam_pesan_nowruz_rahbar
Isu Ekonomi kembali menjadi sorotan dalam pesan tahun baru Ayatullah Khamenei dengan mencanangkan moto tahun ini sebagai "Perkembangan Produksi".
(last modified 2026-01-11T09:54:06+00:00 )
Mar 25, 2019 18:06 Asia/Jakarta
  • Ayatullah Khamenei
    Ayatullah Khamenei

Isu Ekonomi kembali menjadi sorotan dalam pesan tahun baru Ayatullah Khamenei dengan mencanangkan moto tahun ini sebagai "Perkembangan Produksi".

Setiap tahun, di awal pergantian tahun baru, Pemimpin Besar Revolusi Islam, Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei menyampaikan pesan tahun baru yang berisi intisari isu-isu penting negara di tahun lalu, dan strategi tahun ini dengan mencanangkan slogan tahunan.

Selama beberapa tahun terakhir, Ayatullah Khamenei menekankan perlunya lebih memperhatikan masalah ekonomi, pengembangan produksi nasional sebagai kunci untuk menyelesaikan masalah bangsa dan negara. Tahun lalu, Rahbar mencanangkan slogan "Mendukung produk nasional Iran", dan tahun ini mengusung slogan "Pengembang Produksi,". 

Dalam pidatonya tahunan yang disampaikan di Makam Imam Ridha di kota Mashhad, beberapa hari lalu, Ayatullah Khamenei berkata, "Masalah produksi adalah masalah penting tahun ini. Oleh karena itu, saya menyatakan bahwa moto tahun ini adalah 'Perkembangan Produksi'. Semua pihak harus melakukan upaya untuk meningkatkan dan mengembangkan produksi di negara ini. Insya Allah, konsep ini harus harus direalisasikan sepanjang tahun. Jika itu terjadi, Insya Allah, masalah ekonomi akan terselesaikan,".

Ayatullah Khamenei menyampaikan pesan tahun baru 1398 Hs

Ayatullah Khamenei dalam pidato hari raya Nowruz  tahun ini menilai sambutan rakyat terhadap produk-produk nasional Iran di tahun lalu cukup baik, meskipun demikian harus dilanjutkan dan ditingkatkan. Beliau juga menjelaskan pentingnya slogan tahun baru pengembangan produksi, dengan mengatakan, "Tahun ini, masalah produksi adalah terpenting. Saya ingin menjadikan masalah produksi sebagai poros aktivitas kita. Insya Allah, saya akan menjelaskan apa yang saya maksud dengan 'produksi' ini dalam pidato saya pada hari pertama Tahun Baru. Jika produksi mendapatkan perhatian serius, itu akan menyelesaikan masalah mata pencaharian masyarakat dan membuat negara ini mandiri dari pihak asing dan musuh. Selain itu, produksi bisa memecahkan masalah pengangguran, bahkan bisa memecahkan masalah penurunan nilai mata uang nasional,".

Rahbar juga menunjukkan bahwa" maksud dari produksi, bukan hanya produksi industri, tapi meliputi makna produksi industri yang luas dari produksi pertanian, peternakan, industri besar, industri menengah dan kecil, bahkan kerajinan tangan, Industri rumahan, hingga pengembangbiakan ternak yang dilakukan di rumah-rumah pedesaan, yang akan berkontribusi besar  terhadap kesejahteraan masyarakat luas,".

Beliau juga meminta pemerintah, parlemen, pelaku usaha dan kalangan industri untuk serius menangani masalah perkembangan produksi dalam rencana kerja mereka. Ayatullah Khamenei menekankan, "Penting untuk membantu produsen, membantu investor, membantu pelaku ekonomi, dan wirausaha yang menciptakan kekayaan untuk negara, sebagai upaya untuk memulihkan kondisi lapangan kerja,".

Pidato Rahbar di makam Imam Ridha

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menilai sanksi AS terhadap Republik Islam Iran telah gagal, dan tahun 1398 Hs menjadi peluang, kapasitas, dan upaya pengembangan untuk menangkal derasnya sanksi. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Rahbar menyerukan semua pihak, termasuk lembaga pemerintah, dan kalangan intelektual serta pemuda harus bahu-membahu untuk melawan sanksi ilegal tersebut. Ayatullah Khamenei mengatakan, "Ada banyak cara untuk menangkal sanksi dan menetralisir sanksi musuh yang lalim."

Rahbar menegaskan, "Kita tidak memiliki kekurangan, kapasitas sumber daya manusia kita sangat baik, sumber daya alam kita sangat baik, kapasitas geografis kita sangat baik ... oleh karena itu ada kapasitas, dan tersedia uang di negara ini,". Tetapi penggunaan kapasitas tersebut membutuhkan manajemen yang benar dan bertanggung jawab, yang disebut oleh Rahbar sebagai "manajemen jihad" dengan karakteristik berjuang di jalan Tuhan, tidak kenal lelah, tulus dan mengabdi kepada rakyat." 

Ayatullah Khamenei menjelaskan, carilah para kepala bagian dan manajer yang memiliki kredibilitas dan kapasitas, mampu menemukan solusi penyelesaian masalah secara tepat dan akurat, berilmu, efisien, dan memiliki berbagai kapasitas; biarkan mereka bekerja, dan bisa dipastikan ekonomi negara akan berkembang pesat. Sebagaimana disampaikan dalam langkah kedua revolusi, Rahbar dalam pidatonya di makam Imam Ridha kembali menegaskan urgensi pemanfaatkan potensi pemuda untuk membuka kunci penyelesaian masalah  negara secara efektif.

Iran termasuk negara dengan cadangan minyak dan gas yang sangat besar. Keberadaan sumber daya alam ini, meskipun merupakan keuntungan, tetapi penyalahgunaan dan ketergantungan terhadap pendapatannya, menimbulkan masalah dan menyebabkan kerentanan ekonomi.

Sebelum Revolusi Islam, ekonomi Iran sangat bergantung pada minyak, dan setelah revolusi, ketergantungan ini, meskipun berkurang belum terputus. Salah satu masalah yang selalu ditekankan Ayatullah Khamenei adalah upaya mengurangi ketergantungan pada minyak dalam masalah ekonomi dan keuangan Iran. Itulah sebabnya, Rahbar memandang sanksi minyak dan pengurangan terhadap pendapatan minyak sebagai peluang untuk menghentikan ketergantungan terhadap minyak dan meningkatkan produksi dalam negeri.

Ayatullah Khamenei menegaskan, "Pengalaman menunjukkan bahwa negara-negara yang memiliki sumber daya alam  seperti minyak biasanya akan melakukan reformasi ekonomi ketika pendapatan mereka dari sumber sumber daya alam ini berkurang. Ketika itu muncul motivasi untuk menyelamatkan dirinya dari ketergantungan dan mengambil tindakan yang tepat,".

Rahbar menyinggung berbagai penelitian berskala besar di pemerintahan dan pusat akademik mengenai pengelolaan ekonomi negara tanpa pendapatan minyak. Beliau juga memberikan contoh di era perang delapan tahun mengenai kemandirian, ketika negara-negara dunia tidak mau menjual senjata kepada Iran di saat negara ini berada dalam agresi militer rezim Saddam Irak.  Kini, Iran berhasil swasembada di bidang industri pertahanan dengan memanfaatkan kemampuan tenaga ahli dalam negerinya, terutama generasi muda.

Ayatullah Khamenei dalam statemennya menyebut serangan teroris di Selandia Baru sebagai contoh dari permusuhan Barat terhadap Muslim. Bahkan sebagian pejabat tinggi negara-negara Barat dan medianya menyangkal serangan tersebut sebagai aksi terorisme, dan mereduksinya menjadi serangan bersenjata. Masalah tersebut tidak bisa dilepaskan dari permusuhan Barat, terutama AS yang tidak ingin negara Muslim maju. Rahbar menyinggung contoh permusuhan tersebut dari 226 rancangan ketetapan Kongres AS terhadap Republik Islam Iran selama dua tahun terakhir, yang beberapa di antaranya telah disetujui.

Mengenai masalah ini, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran berbicara kepada rakyat Iran, "Barat dan Amerika Serikat sampai pada kesimpulan bahwa jika bangsa Iran memutuskan untuk melakukan sesuatu, maka pasti akan tercapai. Mereka menyimpulkan bahwa tidak akan menghadapi kehendak nasional rakyat Iran. Lalu apa yang mereka lakukan? Mereka sampai pada kesimpulan bahwa bangsa Iran tidak boleh berkehendak, maka melemahkan tekadnya. Kini, miliaran dolar dihabiskan untuk menginfiltrasi anak-anak muda kita dalam masalah keyakinan agama para pemuda sehingga kehendak gerakan, tekad perlawanan mereka musnah. Mereka ingin menghilangkan kehendak, sehingga kita tidak memutuskan. Mereka ingin melemahkan kehendak rakyat Iran, demi menghadapi terbentuknya masyarakat dan peradaban Islam, mereka tahu bahwa jika kehendak ini terbentuk, maka tujuan tersebut tidak diragukan lagi akan terwujud,".(PH)