Pamor Seni Iran di Venice Art Biennale 2019
-
karya seni kontemporer Iran
Tiga seniman yaitu Iran Reza Lavasani, Samira Ali Khanzadeh dan Ali Mir Azemi menampilkan karyanya di Venice Art Biennale 2019 yang menyedot perhatian para pengunjung.
Setiap dua tahun sekali digelar pameran internasional karya seni kontemporer yang berlangsung di Venesia, Italia. Pameran Seni Internasional Venice ke-58, tahun ini berjudul "May You Live In Interesting Times", yang berlangsung dari 11 Mei hingga 24 November 2019.
Biennial Venice adalah salah satu festival visual paling penting dan tertua di dunia, yang digagas oleh wali kota Venesia, Riccardo Slavatico, pada 19 April 1893. Momentum ini menarik perhatian para seniman visual di seluruh dunia. Bahkan acara seni sekarang dikategorikan sebagai olimpiade seni internasional.
Iran telah berpartisipasi dalam delapan putaran acara ini, dua di antaranya terkait dengan tahun-tahun sebelum revolusi, sedangkan enam lainnya setelah Revolusi Islam. Menurut para ahli, Iran lebih sukses di era pasca revolusi daripada sebelumnya. Meskipun Venice Biennale tidak dilakukan penilaian dan kompetisi, tapi para seniman terkemuka dunia menjadikan even ini sebagai pagelaran karya seni kontemporer yang penting.
Selama periode ini, seniman Iran di Venesia mampu menarik perhatian penonton dan menampilkan diri mereka sebagai seniman kreatif dan inovatif dengan menghadirkan karya seni yang bernilai tinggi. Sembilan puluh negara dari seluruh dunia telah berpartisipasi dalam acara ini.
Iran berpartisipasi dalam Venice Biennale tahun ini dengan tiga karya seni yaitu "Kehidupan" karya "Reza Lavasani", "Hantu Penghilang Memori" karya "Samira Alikhanikadeh" dan "Saksi Pelantun" oleh "Ali Mir Azemi".
Reza Lavasani adalah salah satu peserta yang telah menciptakan karya-karya seni tentang masalah kehidupan. Dia telah melukis, memahat, dan memamerkan karyanya selama lebih dari 30 tahun. Dia mengatakan semua pamerannya telah diadakan di Iran, kali ini untuk pertama kalinya dia berpartisipasi dalam Venice Biennale.
Reza Lavasani mengatakan pada konferensi pers tentang karya seninya yang berhubungan dengan minatnya terhadap karya sastra Persia, dan karya seninya dikaitkan dengan puisi Persia. Karya seni Lavasani di ajang Venice Biennale seluruhnya menggunakan bahan daur ulang.
Seniman kedua Iran yang berpartisipasi dalam pameran seni Venice adalah Samira Alikhanzadeh. Pelukis terkemuka Iran ini mengadakan 12 pameran tunggal di Iran, Uni Emirat Arab, Inggris dan Amerika Serikat, dan untuk kedua kalinya memamerkan karyanya di Venice art Biennale.
Dia menciptakan tata letak lima bagian yang disebut "hantu penghilang memori" yang melanjutkan karya-karya sebelumnya dengan menggunakan foto-foto lama dan digital printing pada logam. Wajah wanita di gaun yang digantung menyerupai hantu dengan latar belakang sebuah surat yang mengacu pada tahun-tahun silam dan pengingat waktu yang hilang.
"Stan itu sangat bagus dari lokasi dan ruang pameran, dan tata letak karya-karya itu sangat profesional dan menarik, sehingga pengunjung bisa berkomunikasi dengan sangat baik dengan karya ini. Sejauh ini, stan Iran menjadi salah satu stand paling populer yang diminati para pengunjung," ujar Samira Alikhanzadeh kepada wartawan.
Ia juga menunjukkan bahwa karya seninya dengan mengatakan, "Karya seni saya terdiri dari lima bagian terpisah dengan panjang sekitar 11 meter. Saya menyebut karya ini "hantu penghapus memori" karena ingatan orang menjadi hantu yang hadir pikiran kita,".
Pintu masuk ke stan Iran didedikasikan untuk karya seniman termuda, Ali Mirazimi. Pria yang lahir tahun 1984 ini melakukan berbagai pendekatan dari sinema, filsafat dan seni visual. Mirazimi mengerjakan karyanya menunjukkan kecerdasan idenya. Gagasan utama karyanya membandingkan kemampuan belajar bahasa pada anak manusia dan kutilang yang belum dewasa.
Ali Mir-Azimi mengatakan ia memulai karya seninya tiga tahun lalu, karena ia tertarik pada sinema dan sastra. Ia juga mengakui dirinya terilhami oleh sutradara Prancis Jean-Luc Godard.
Dia menggunakan media besi, kayu, gelas dan bahan baku lainnya untuk membuat karya seni yang menarik. Karya seniman Isfahan ini mengangkat tema "saksi pelantun" yang mengacu pada peristiwa yang terjadi Bosnia dan Palestina.
Pada Juni lalu, sebuah majalah Italia yang berspesialisasi dalam seni kontemporer menyoroti karya seni stan Iran yang muncul dalam daftar peserta teratas di pameran seni venice Biennale.
Selain itu, banyak media berbahasa Inggris dan Italia menyebutkan stan Iran tahun ini sebagai salah satu peserta pameran yang menarik. Misalnya, situs berita Italia menyebut stan Iran di nomor 10, sebagai stan yang tidak boleh dilewatkan.
Gerai seni Iran memiliki gaya yang halus dan feminin. Foto-foto wanita dicetak di atas kisi-kisi logam, meja yang terbuat dari bubur kertas tetapi dibuat dengan elegan. Seniman Reza Lavasani, Samira Alikhanzadeh dan Ali Mir Azemi telah bekerja mengangkat pamor seni kontemporer Iran di panggung internasional.
"Being and Singing"adalah slogan yang diusung stan Republik Islam Iran dalam Venice art Biennale kali ini yang menampilkan karya seniman negara ini yang berkelas dunia.(PH)