Akhirnya, AS Mengembalikan Prasasti AChaemenid ke Iran
-
Kembalinya prasastai-prasasti tanah liat Achaemenid ke Iran
Setelah beberapa dekade, sejumlah prasasti Achaemenid yang berharga -yang berasal dari 2.500 tahun yang lalu- kembali ke tanah air asli Iran. Tablet-tablet ini ditemukan di Persepolis dan dikirim ke American University of Chicago untuk diteliti sebagai amanat selama tiga tahun. Dengan kemenangan Revolusi Islam di Iran, pemerintah AS mencegah pengembalian barang-barang artefak ini ke tanah airnya dan sejumlah dokumen bersejarah ini sekarang telah kembali ke Iran berkat keputusan pengadilan.
Ada 1783 clay tablet Achaemenid (prasasti lempengan tanah liat) yang tiba di Museum Nasional Iran di jantung kota Tehran dengan pengawalan khusus dari Bandara Imam Khomeini ra.
Para arkeolog menemukan clay tablet di Persepolis pada tahun 1934 dan meminjamkannya ke Universitas Chicago untuk dikaji dan diteliti dengan persetujuan pemerintah Iran pada saat itu. Clay tablet dikirim ke Bushehr dalam 50 kotak kayu berisi sekitar 2.000 kotak kardus dan beberapa tempat lubang minyak yang telah diresapi dengan parafin di di Persepolis (Parseh, Persepolis) lalu dikirim ke Amerika Serikat.
Pada waktu itu juga, telah dibuat sebuah kontrak dan nota kesepakatan yang menyatakan, "Iran mengirim tablet tanah liat untuk diuraikan dan dibaca apa yang tertulis di sana dan dipinjamkan kepada Universitas Chicago, yang sedang mengeksplorasi Persepolis."
Di akhir tahun 1936 atau 1937, mereka memisahkan parafin dari clay tablet dan menyiapkannya untuk melakukan strudi dan penelitian lebih lanjut. Seorang sumerologi atau ahli peradaban Sumeria yang hebat, Arnold Poebel, dan kedua muridnya, George Cameron dan Richard Hulk, pertama kali memecahkan kode tablet berhuruf paku untuk menentukan bahasa mereka. Ketika mereka mengetahui bahwa prasasti itu adalah tulisan Elamite, mereka mengerjakannya. Tetapi karena periode Elamite Achaemenid terbatas pada tulisan-tulisan raja-raja Achaemenid pada waktu itu, pekerjaan mereka mulai melambat.
Pada awalnya, mereka tidak tahu raja Achaemenid yang mana yang termasuk dalam prasasti dan mengira mereka termasuk Xerxes atau Ardashir I. Sampai mereka menemukan clay tablet tahun 22 berdasarkan tahun kerajaan, dimana pada clay tablet itu tertulis kata bulan ketiga belas. Mereka menemukan bahwa prasasti menunjukkan tahun kabisat dan atas dasar ini mereka mengetahui bahwa itu zaman Darius the Achaemenid.
Studi tentang prasasti-prasasti itu di University of Chicago berhenti akibat pecahnya Perang Dunia dan setelah perang berakhir pada tahun 1945 penelitian dilanjutkan dan akhirnya buku itu diterbitkan pada tahun 1948.
Ribuan prasasti tanah liat dan beberapa fragmennya yang pecah adalah bagian dari sistem kantor yang menyimpan dokumen selama lebih dari lima puluh tahun kegiatan pemerintah (dari 509 SM hingga 457 SM). Dokumen-dokumen ini memberikan para ilmuwan informasi yang luas tentang kondisi geografis, ekonomi, manajerial, agama, dan sosial Persepolis, yang merupakan jantung dari tanah Persia.
Kembalinya prasastai-prasasti tanah liat Achaemenid ke Iran
Arsip resmi Persepolis adalah satu-satunya sumber penting untuk memahami mekanisme internal kerajaan Achaemenid, dan meskipun banyak arkeolog telah meneliti koleksi tersebut, masih ada banyak titik rancu.
Jatuhnya Persepolis di tangan Alexander the Great dan pembakaran serta membuat daerah itu tidak dapat ditempati lagi membuat prasasti-prasasti arsip resmi Persepolis musnah. Menurut bukti yang diperoleh, api yang membakar Persepolis tidak sampai merusak prasasti-prasasti ini dan hanya menyebabkan dinding utara yang melindunginya runtuh, dimana dinding ini sampai waktu ditemukan prasasti tetap berada di tempatnya dan melindungi prasasti tersebut. Panas api itu sendiri memasak prasast tanah liat, yang membuatnya lebih tahan lama dan awet.
Benteng Arsip Persepolis yang disingkat PFA (Persepolis Fortification Archive) atau PFT (Persepolis Fortification Tablets) menampilkan kumpulan arsip yang berasal dari Persepolis yang berisikan dokumen terkait dengan pengiriman, pemindahan, pajak, gudang untuk pertanian (biji-bijian dan buah-buahan), hewan piaraan (domba, kambing, sapi dan unggas), produk makanan (tepung, roti dan sereal, buah, minyak, daging) dan produk hewan (seperti kulit hewan) di Persepolis dan begitu juga menunjukkan tingkat distribusi produk untuk pengorbanan para dewa, keluarga kerajaan, abdi dalem, pendeta, orang beragama, manajer, pekerja, pelancong, pengrajin dan hewan ternak.
Kandungan dari prasasti-prasasti ini lebih banyak mengurusi pembayaran dengan uang perak sebagai ganti dari komoditas seperti domba atau palawija serta membayar gaji pekerja dan pengrajin Persepolis dan daerah sekitarnya. Beberapa prasasti ini adalah surat kantor yang memerintahkan pembayaran upah kepada sekelompok pekerja atau merupakan pengesahan yang mengkonfirmasi pembayaran upah kepada pekerja.
Prasasti-prasasti ini berharga untuk menunjukkan bahwa Persepolis dan Pasargadae tidak seperti tempat-tempat seperti Piramida Mesir, tidak dibangun oleh budak dan dicambuk secara paksa, tetapi dibuat oleh pekerja dan ahli yang bebas dan mendapat upah dari pekerjaan mereka. Dan mereka juga mendapat hak seperti cuti dan hadiah. Bahkan warga negara lain yang bekerja di Persepolis memiliki hak dan tunjangan.
Prasasti-prasasti ini yang beberapa di antaranya telah kembali ke Iran dan sekarang disimpan di Museum Persepolis, menunjukkan bahwa sistem akuntansi yang tepat telah ada selama periode Achaemenid 2500 tahun yang lalu dan semua pembayaran didasarkan pada dokumen keuangan tertulis. Masalah-masalah seperti penjamin dan jaminan juga sudah umum pada waktu itu.
Tidak seperti prasasti Achaemenid lainnya, clay tablet ini adalah pernyataan dan pidato resmi untuk semua dan untuk masa depan, tidak ditulis dan disajikan untuk dibaca publik dan pada intinya merupakan dokumen internal dan akuntansi pegawai Persepolis dan arsip kantor.
Prasasti-prasasti ini tidak mengungkapkan persitiwa dan acara resmi, negara dan politik, tetapi memberi kita banyak pengetahuan birokrasi dan administrasi yang menginformasikan kepada kita tentang kehidupan sehari-hari masyarakat Achaemenid. Misalnya, perempuan tidak hanya bekerja di Persepolis tetapi juga terlibat dalam pekerjaan dan manajemen khusus. Remaja belajar bekerja, sementara anak-anak dijaga di tempat penampungan anak-anak Persepolis di jam-jam kerja orang tua mereka. Prasasti-prasasti tersebut menunjukkan bahwa pekerjaan akhir dan pekerjaan yang lebih teliti atas ornamen batu megah Persepolis lebih merupakan prestasi bagi seni dan kemampuan wanita.
Matthew Wolfgang Stolper, ahli prasasti Achaemenid di Chicago Institute of Oriental Studies yang telah menghabiskan 40 tahun untuk membaca dan mendekodekan segel Achaemenid pada tablet ini, mengatakan di sela-sela pamerah prasastai Achaemenid di museum nasional Iran, "Clay tablet Achaemenid salah satu sumber informasi paling penting dunia tentang kondisi ekonomi dan sosial puncak Kekaisaran Achaemenid di masa Darius I.
Stolper menyatakan nilai linguistik dari tablet ini sebagai nilai lain yang tersembunyi di tablet Achaemenid, seraya mengatakan, "Tablet Achaemenid adalah sumber informasi baru tentang bahasa Iran selama periode Achaemenid. Bahasa Elam, bahasa Persia dan Aram kuno dan banyak bahasa umum lainnya dari periode Achaemenid di berbagai bagian Iran telah diperlihatkan dalam tablet-tablet ini." Menurut Stolper, ketika Kekaisaran Achaemenid berkembang luas dari Mesir ke India, itu juga memasukkan berbagai bahasa yang para ahli dapat temukan di Iran pada periode Achaemenid di berbagai tablet.
Seorang ahli prasasti Achaemenid di Institute of Oriental Studies di Chicago mengakui pentingnya tablet Achaemenid dalam mendefinisikan piramida sosial periode Achaemenid. Dia menambahkan, "Prasasti Achaemenid menunjukkan kepada kita masyarakat Achaemenid yang lengkap dari orang miskin hingga pekerja dan petani, dari pedagang ke anggota keluarga kerajaan Achaemenid dan bahkan nama-nama wanita dan dewi Iran kuno."
Stolper menganggap penting tablet Achaemenid untuk studi masyarakat Iran kuno di dunia dan percaya bahwa status institusi, yayasan, pemerintah dan kantor yang beroperasi selama Kekaisaran Achaemenid di Iran juga dapat ditelusuri kembali dan tablet Achaemenid ini menentukan bagaimana ekonomi dan produksi di masa Achaemenid.
Matthew Stolper berkata, "Bayangkan Anda adalah warga Achaemenid yang bekerja untuk Darius Agung di sebuah penginapan di jalur menuju Persepolis. Di penginapan itu ada pelancong dari India, Babel, Mesir dan pantai Anatolia, yang masing-masing berbicara bahasa yang berbeda dan memiliki budaya yang berbeda. Mereka menginginkan makanan untuk Anda, misalnya. Bagaimana Anda menangani para pelancong ini? Bagaimana Anda memahami apa yang mereka katakan? Bagaimana seharusnya Anda mengetahui keaslian dokumen yang mereka bawa? Dari mana mereka berasal dan ke mana mereka pergi dari Iran? Ini semua adalah kasus yang telah diriwayatkan dan ditangani hanya dalam beberapa tablet Achaemenid. Bayangkan, semua ini telah didokumentasikan dan ditulis oleh warga Darius I. Jadi informasi mulai dari piramida terendah ke tertinggi masyarakat tersedia dalam tablet Achaemenid dan cukup jelas bagaimana individu saling berhubungan satu sama lain dan bagaimana mereka diklasifikasikan. Bahkan nisbat orang satu sama lain ditulis dalam tablet Achaemenid
Perlu disebutkan bahwa sejauh ini 6500 tablet Achaemenid dengan bahasa Elam telah dibaca dan 850 tablet Achaemenid dalam bahasa Aram telah selesai. Selain itu, 250 teks dibaca tentang tablet Achaemenid yang ditulis dalam bahasa Aram dan lebih dari 4.000 karya yang memiliki sandi dari tablet Achaemenid telah dbuka.
Abdolmajid Arfaei, seorang peneliti dan penerjemah bahasa kuno, mengatakan, "Tablet tanah liat Achaemenid adalah dokumen kuno yang tidak bisa terulang dan tidak ada contoh lainnya. Tablet tanah liat Achaemenid adalah di antara harta pusaka kita dalam hal bahasa, kata-kata Persia, dan geografi historis provinsi Fars, status administrasi, dan sistem pemerintahan negara-negara bagian di periode Achaemenid."
Ia melanjutkan, "Dari sekitar 30.000 lembar tablet tanah liat Achaemenid, hanya beberapa yang telah dikembalikan ke Iran dan sisanya harus dikembalikan ke Iran. Dengan semua upaya itu, hanya 5.000 karya telah dibaca dan 12.000 lainnya bila dapat dibaca, maka kita akan dapat mengenal lebih baik lagi periode Achaemenid."
Di akhir makalah ini, harus ditambahkan bahwa sejauh ini sebagian kecil tablet ini telah dikembalikan ke Iran dalam tiga fase, dan masih ada ratusan lagi masih di tangan lembaga ini. Tidak diragukan lagi, penelitian yang dilakukan Institut Studi Oriental di Universitas Chicago tentang Persepolis telah memainkan peran penting dalam menemukan dan mengenali bagian dari sejarah, budaya, dan peradaban Achaemenid (sebagai penghubung ke rantai identitas Iran dari masa lalu) dan keagungan warisan budaya Iran. Namun, kelalaian yang disengaja dalam tidak menyelesaikan studi tepat waktu dan tidak memberikan properti ke Iran pada waktunya, terlepas dari sifat penelitian-budaya, mengingatkan bangsa Iran tentang kesombongan dan sifat berbasis kekuasaan dari pemerintah AS.