Konselor Budaya Iran di Jakarta: Menjaga Persatuan Islam, Kewajiban Setiap Muslim!
Konselor Budaya Republik Islam Iran untuk Indonesia, Dr. Mehrdad Rakhsandeh mengatakan bahwa setiap Muslim mengemban tanggung jawab untuk menjaga persatuan Islam.
"Tanggung jawab ini tidak hanya terbatas pada lembaga, perguruan tinggi maupun organisasi di manapun saja, tapi setiap Muslim memiliki tanggung jawab untuk merawat persatuan Islam," ujarnya dalam wawancara dengan Parstoday Indonesia hari Senin (11/11/2019).
"Sebab pastinya kemenangan kita, kejayaan kita, kemandirian kita berada dalam naungan persatuan Islam, dan kedamaian Islam ditentukan oleh keseriusan langkah kita semua," tegasnya.
Di bagian lain statemennya, Rakhsandeh mengungkapkan urgensi memperkenalkan Islam sejati kepada dunia.
"Tunjukkan kepada dunia bahwa Islam sebagai agama perdamaian bukan dengan kata-kata, tapi dengan amal dan tindakan nyata. Kita buktikan bahwa Nabi besar Muhammad Saw sebagai rahmatan lil alamin," paparnya.

Selengkapnya simak wawancara lengkap jurnalis Parstoday dengan Dr. Mehdad Rakhsandeh berikut ini:
Bagaimana pandangan Anda tentang Indonesia, dan peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw di negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia ini, serta hubungannya dengan pekan persatuan di Iran ?
Pertama-tama saya ucapkan terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan untuk menyampaikan beberapa patah kata bagi audiens media Anda. Sebagaimana kita ketahui bersama saat ini kita sedang berada dalam momentum besar Maulid Nabi Muhammad Saw, Saya secara pribadi menyampaikan selamat atas hari besar ini kepada seluruh umat Islam, terutama kepada warga Iran dan juga saudara-saudari kami, orang-orang Indonesia.
Indonesia sebagai negara Muslim terbesar hingga kini masih setia menjaga tradisi Islamnya, dan saat inipun dalam momentum maulid Nabi, masyarakat Indonesia secara suka cita merayakan hari besar ini dengan berbagai kegiatan dan acara yang khas dan unik.
Sebagaimana kita ketahui bersama, berdasarkan riwayat Ahlu Sunnah, kelahiran Rasulullah Saw diperingati tanggal 12 Rabiul Awal, sedangkan menurut keyakinan Syiah 17 Rabiul Awal.
Atas inisiatif Pemimpin Besar Republik Islam Iran, Imam Khomeini di awal Revolusi Islam, tanggal 12 hingga 17 Rabiul Awal dicanangkan sebagai "Pekan Persatuan".
Selama waktu sepekan tersebut diselenggarakan berbagai acara peringatan maulid di Iran yang dilakukan di kalangan warga Sunni maupun Syiah secara bersama-sama.
Peringatan pekan persatuan juga digelar oleh perwakilan Iran di berbagai negara dunia, termasuk di Indonesia. Alhamdulilah dengan dukungan para sahabat di Indonesia digelar berbagai acara peringatan pekan persatuan dari kegiatan seminar, diskusi dan berbagai pertemuan lainnya, bahkan pemutaran film terkait di sejumlah perguruan tinggi Indonesia sebagai bagian dari upaya menyebarkan syiar maulid Nabi agung ini.
Saya juga sangat bahagia menyaksikan tradisi masyarakat Indonesia menyambut Maulid Nabi dengan berbagai acara yang mengesankan dan khidmat.
Apa peran media dalam hal ini menurut Anda ?
Selain jalur diplomasi politik, ekonomi, budaya dan keilmuan berjalan di tracknya sendiri, tapi tidak bisa dipungkiri media dewasa ini memainkan peran sentral dan signifikan, terutama dengan media sosial yang aktif saat ini. Kini, media juga bisa memainkan peran pentingnya dalam mengidentifikasi dan memperkenalkan tradisi Islam di berbagai negara Muslim, apalagi dalam momentum Maulid yang mengusung persatuan Islam. Pasalnya, musuh tidak henti-hentinya menyebarkan fitnah untuk memecah belah persatuan Islam.
Masalah lain yang ingin saya utarakan mengenai aksi musuh yang melampaui sekedar fitnah, tapi juga merusak wajah Islam. Saya kira media bisa memainkan peran pentingnya dalam menjaga persatuan Islam yang dewasa ini menjadi masalah terpenting dunia Islam dan inilah yang kita butuhkan saat ini.
Oleh karena itu, semua orang mengemban tanggung jawab masing-masing untuk menjaganya. Tanggung jawab ini tidak hanya terbatas pada lembaga, perguruan tinggi maupun organisasi manapun, tapi setiap muslim memiliki tanggung jawab untuk merawat persatuan Islam.
Sebab pastinya kemenangan kita, kejayaan kita, kemandirian kira berada dalam naungan persatuan dan kedamaian Islam ditentukan oleh keseriusan langkah kita semua.
Apa langkah yang harus dilakukan untuk menangkal konspirasi tersebut ?
Menurut saya cara terbaik adalah memperkenalkan Islam sejati kepada dunia demi membuktikan kepada dunia bahwa Islam sebagai agama perdamaian bukan dengan kata-kata, tapi dengan amal dan tindakan nyata. Kita buktikan bahwa Nabi besar Muhammad Saw sebagai rahmatan lil alamin.
Menurut saya, pertemuan, dialog antarpemimpin agama dan mazhab sesama muslim bisa berkontribusi besar dalam masalah ini. Dalam hal ini, ulama memainkan peran penting untuk membersihkan kotoran dan hambatan yang merintangi, terutama yag menimpa kalangan muda yang lebih banyak menghadapi mara bahaya. Sebab mereka masih muda dan relatif belum memiliki kematangan berpikir dan kesempurnaan pemahaman keagamannya. Oleh karena itu mereka perlu bimbingan dari para ulama, sehingga mereka bisa berada di jalan agama Islam dan tidak menyimpang. Menurut saya, para ulama, pemikir Muslim, penulis, dan media bisa memainkan peran penting di dalamnya.
Sekali lagi, saya tegaskan, tugas kita bagaimana Islam sejati, Islam Muhammadi, bisa diperkenalkan kepada dunia.
Pertanyan terakhir, barangkali ada pesan Anda untuk audiens Parstoday ?
Bertepatan dengan momentum besar maulid Nabi ini dan kita sedang berada dalam hari-hari besar nan agung ini, sekali lagi saya tegaskan bahwa teladan kita adalah Nabi Muhammad Saw, bagaimana kita mengambil berkah dari momentum besar ini untuk memperbaharui kehidupan kita agar sejalan dengan tuntutan ajaran Islam, dan kita mengenali musuh, sehingga mereka tidak bisa merusak persatuan Islam yang kita perjaungkan bersama.
Menurut saya, mengenali sirah dan perjalanan hidup Nabi Muhammad Saw sebagai peristiwa terbesar bagi setiap muslim.(PH)