Gerakan Rakyat Iran Bantu Korban Corona
https://parstoday.ir/id/radio/iran-i81094-gerakan_rakyat_iran_bantu_korban_corona
Bulan Ramadhan tahun ini yang disertai dengan kian meningkatnya spirit pengorbanan, solidaritas dan upaya penuh rakyat Iran untuk membantu mereka yang membutuhkan seperti yang diprediksikan Rahbar Ayatullah Khamenei akan menjadi sebuah memori bahagia bulan suci Ramadhan yang tidak pernah terlupakan.
(last modified 2026-04-17T10:06:50+00:00 )
May 07, 2020 14:04 Asia/Jakarta
  • Pembagian Sembako di Iran
    Pembagian Sembako di Iran

Bulan Ramadhan tahun ini yang disertai dengan kian meningkatnya spirit pengorbanan, solidaritas dan upaya penuh rakyat Iran untuk membantu mereka yang membutuhkan seperti yang diprediksikan Rahbar Ayatullah Khamenei akan menjadi sebuah memori bahagia bulan suci Ramadhan yang tidak pernah terlupakan.

Lebih dari lima bulan masyarakat dunia menghadapi ancaman pandemi Corona yang berbahaya. Sampai saat ini jutaan orang terinfeksi wabah ini dan lebih dari 250 ribu orang meninggal. Otorita kesehatan senantiasa memberi arahan dan rekomendasi kesehatan kepada masyarakat supaya mereka terhindar dari wabah ini. Sementara itu, berbagai pemerintah juga menerapkan peraturan ketat untuk melindungi rakyatnya.

Di sisi lain, pandemi Corona telah menimbulkan kerugian besar bagi sektor ekonomi dan menciptakan kesulitan bagi masyarakat. Mereka yang di kondisi normal kesulitan memenuhi kebutuhan hidupnya, kini di kondisi pandemi Corona semakin kesulitan. Seiring dengan penutupan sementara atau pengurangan aktivitas berbagai perusahaan serta pabrik, banyak orang telah kehilangan penghasilan.

Virus Corona meningkatkan kemiskinan di berbagai negara dunia

Mengingat salah satu rekomendasi otorita kesehatan untuk mencegah penyebaran wabah Corona adalah menjaga jarak sosial khususnya tetap tinggal di rumah, banyak orang untuk beberapa waktu kehilangan penghasilan mereka. Sementara itu, pengamat ekonomi memprediksikan masa depan suram bagi negara-negara dunia. Di kondisi seperti ini, meski sejumlah negara berusaha memberi kemudahan dan insentif bagi warganya yang membutuhkan, namun jelas langkah ini tidak banyak memberi bantuan. Di kondisi seperti ini yang dapat memberi rasa optimis dan ketenangan baik dari sisi materi dan spiritual kepada korban Corona adalah bantuan saudara-saudara sebangsa mereka.

Di negara-negara Barat sedikit banyak ada individu atau kelompok amal yang membantu kaum miskin, namun tidak ada motivasi yang cukup bagi mereka, apalagi di kondisi sulit. Adapun di negara-negara Islam, di mana ikatan sosial dan emosianalnya lebih kuat dan nilai-nilai kemanusiaan Islam di hubungan masyarakat memainkan peran penting, motivasi untuk membantu mereka yang membutuhkan atau kurang penghasilan sangat tinggi.

Sementara itu, rasa tanggung jawab dan kecenderungan untuk membantu sesama yang membutuhkan ini semakin terasa di bulan suci Ramadhan. Di bulan suci ini, banyak anjuran untuk bersedekah, membantu orang lain dan memberi buka puasa. Dengan demikian, bulan Ramadhan yang juga dikenal dengan Bulan Tuhan, kali ini di kondisi pendemi Corona yang mendera masyarakat global menjadi faktor penting untuk meringankan beban mereka yang membutuhkan.

Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, "Sekelompok orang di kondisi ini sejatinya melalui kehidupannya dengan kesulitan dan tidak mampu mengelola kehidupan normalnya, mereka yang memiliki kelapangan dan mampu harus memulai aktivitas luas di bidang ini...yakni ini salah satu perbuatan yang harus dilakukan, khususnya bulan suci Ramadhan kian dekat. Bulan Ramadhan, bulan beramal, bulan pengorbanan, bulan membantu mereka yang membutuhkan. Alangkah baiknya salah digelar sebuah manuver nasional untuk meringankan, solidaritas dan membantu warga miskin dan membutuhkan. Hal ini jika terealisasi maka akan meninggalkan sebuah memori indah bulan Ramadhan tahun ini di benak setiap orang."

Rahbar Ayatullah Khamenei

Rahbar menyebut proyek bantuan terhadap mereka yang membutuhkan sebagai Bantuan Mukmin. Hal ini karena orang mukmin akan membantu orang lain dengan ikhlas, tanpa tendensi dan dermawan. Mereka meyakini sepenuhnya ayat ke 19 Surat Adh-Dhariyat yang menyatakan, Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.

Oleh karena itu, orang mukmin seperti yang dinyatakan Rahbar akan sangat menjaga sikap suka memberi bantuan kepada orang lain (Muwasah). Muwasah lebih tinggi dari infak, karena infak adalah membantu kebutuhan orang lain dari hal-hal yang tidak dibutuhkan oleh pemberi, namun muwasah berarti menjadikan orang lain sebagai mitranya di hal-hal yang ia butuhkan.

Rahbar ketika mendefisinikan muwasah mengatakan, muwasah yakni bersimpati dan membantu saudara mukmin di segala urusan. Yakni manusia meyakini bantuan ideologi, finansial, fisik dan kehormatan sebagai kewajibannya.

Rakyat Iran selama era tujuh tahun perang pertahanan suci melawan agresi rezim Saddam Husein di dekade 1980-an memiliki pengalaman sukses dan gemilang pengorbanan, muwasah dan membantu orang yang membutuhkan serta pejuang Islam. Oleh karena itu, meski mereka telah membantu orang yang membutuhkan sejak awal penyebaran virus Corona, namun seiring dengan seruan Rahbar, rakyat Iran di bulan suci Ramadhan ini siap memobilisai diri mereka untuk membantu saudara-saudara yang membutuhkan karena terdampak Corona.

Beberapa hari setelah arahan Rahbar, Ayatullah Khamenei untuk meningkatkan bantuan kepada korban Corona, digelar sebuah pertemuan yang dihadiri para komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), menteri pertambangan dan industri, pejabat sejumlah lembaga yang terlibat di proyek besar ini. Di pertemuan ini diputuskan untuk membentuk pusat komando Imam Hasan Mujtaba as guna merancang, koordinasi dan melaksanakan proyek lembaga ini demi mengkoordinasi bantuan kepada warga yang membutuhkan. Para peserta di pusat komando ini memutuskan menaungi 3,5 juta keluarga dan memberi mereka bantuan.

Di sisi lain, berbagai organisasi dan kelompok amal masyarakat baik besar dan kecil juga meningkatkan aktivitasnya dan bahkan dibentuk kelompok baru untuk membantu warga yang membutuhkan. Sementara itu, berbagai lembaga besar yang aktif di bidang bantuan kepada warga miskin seperti, Komite Imam Khomeini dan Organisasi Kesejahteraan Iran dengan bantuan para dermawan, juga memperluas dan meningkatkan bantuan mereka kepada warga yang membutuhkan.

Paket sembako

Organisasi amal dengan memanfaatkan bantuan para dermawan menyalurkan bantuan sembako kepada warga. Karena al-Quran memberi peringatan keras bahwa jangan sampai bantuan kepada orang miskin disertai dengan sikap mengungkit dan siksaan mental. Dan al-Quran melarang merusak kehormatan orang miskin.

Poin penting lain adalah mengidentifikasi mereka yang benar-benar membutuhkan yang enggan untuk mengungkapkannya karena menjaga kehormatannya. Di Surat al-Baqarah ayat 273 disebutkan, (Berinfaqlah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengatahui.

Yang membuat pengorbanan dan bantuan rakyat Iran kepada korban dan mereka yang terdampak Corona secara ekonomi semakin penting dan unggul adalah proyek besar ini dilakukan di saat sanksi zalim dan total AS kepada Iran terus berlanjut. Pemerintah yang mendominasi ini bahkan tidak bersedia meringankan sanksinya terhadap Iran di kondisi pandemi Corona.

Namun demikian, mengingat penekanan dan anjuran agama serta rasa tanggung jawab dan kemanusiaan, rakyat Iran mengerahkan segenap upayanya untuk meringankan penderitaan saudara-saudara mereka. Pengorbanan dan solidaritas ini sebuah pesan kepada pemerintah arogan Amerika bahwa rakyat Iran di kondisi apapun akan melanjutkan resistensi dan perlawanan mereka terhadap ketamakan Gedung Putih.

Paket Sembako

Rakyat Iran di kondisi sulit ini melalui persatuan dan solidaritas juga meminimalkan kerugian sanksi ilegal Amerika ketimbang mengulurkan tangan meminta bantuan kepada pihak asing. Bangsa Iran selama beberapa tahun lalu, pasca kemenangan Revolusi Islam, keluar sebagai pemenang dengan terhormat dari berbagai ujian sulit. Dan kali ini dengan bantuan segera kepada korban dan mereka yang terdampak wabah Corona telah menunjukkan bahwa mereka juga akan lulus dari ujian Ilahi ini, dan bahkan akan menjadi teladan bagi bangsa lain.

Bulan suci Ramadhan tahun ini, mengingat peningkatan drastis spirit pengorbanan dan solidaritas serta upaya penuh rakyat Iran untuk membantu saudara mereka yang membutuhkan, seperti yang diprediksikan Rahbar akan meninggalkan memori indah yang abadi bulan Ramadhan.