Mar 12, 2024 15:26 Asia/Jakarta

Umat Islam melaksanakan Tarawih, salat malam khusus Ramadan, dengan latar belakang papan reklame iklan LED terang yang menerangi landmark Manhattan.

“Saya terkejut, ini pertama kalinya saya ke sini. Saya ingin datang dan melihat masyarakat,” kata salah satu jamaah, Salman Al-Hanafy, 20, seorang operator forklift dari Kairo yang mengenakan thobe putih bersih.

Lebih dari 100 jamaah berkumpul untuk salat meskipun dalam kondisi dingin dan berangin, dengan seorang melantunkan Nasheed, dan anak-anak membacakan Al-Quran, yang salinannya dibagikan kepada umat Islam dan orang-orang yang lewat.

Mereka juga mendoakan rakyat Palestina yang tertindas di Jalur Gaza, yang telah berada dalam cengkeraman perang selama lebih dari lima bulan, dengan mengadakan salat berjamaah di Times Square New York.

“Banyak orang yang tertarik dengan Al-Quran, kami hampir kehabisan Al-Quran berbahasa Prancis. Ini menjelaskan pentingnya berpuasa selama Ramadan,” kata Ahmad Yasar, 20, seorang mahasiswa IT di New York saat tumpukan donat diserahkan kepada dia dan timnya membagikan kitab suci.

Umat Muslim yang taat menahan diri dari makan dan minum dari fajar hingga senja selama Ramadan dan berkumpul dengan keluarga dan teman untuk berbuka puasa di malam hari.

Ini juga merupakan bulan salat di mana umat Islam biasanya berkumpul dalam jumlah besar di masjid-masjid, terutama pada malam hari.

Penyelenggara memproyeksikan doa-doa dari Al-Quran ke atas kain putih yang diterpa angin saat iklan raksasa musikal Broadway dan permen bersinar di atas kepala.

New York telah menjadi tempat terjadinya puluhan protes, sebagian pro-Palestina dan lainnya pro-Israel, sejak operasi Badai Al-Aqsa 7 Oktober.

Tags