May 08, 2017 09:32 Asia/Jakarta

Hari ini, Senin tanggal 8 Mei 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 11 Sya'ban 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 18 Ordibehesht 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Ali bin Husein Terlahir ke Dunia

1405 tahun yang lalu, tanggal 11 Sya'ban tahun 33 HQ, Ali bi Husein, putra tertua Imam Husein as, cucu Nabi Muhammad Saw, terlahir ke dunia di kota Madinah.

Ali bin Husain memiliki banyak kemiripan dengan Rasulullah. Dia dibesarkan serta dididik oleh kakeknya, Imam Ali as dan ayahnya, Imam Husain as.Oleh karena itulah, beliau mencapai derajat keilmuan dan makrifat yang tinggi.

Karena namanya sama dengan nama putra Imam Husein yang lain, maka Ali bin Husein dijuluki sebagai Ali Akbar. Pada peristiwa kebangkitan Imam Husein di Karbala, Ali Akbar adalah salah satu pejuang pembela Imam Husein yang utama dan beliau gugur syahid pada tanggal 10 Muharam.

Sina'iy Ghaznawi Wafat

909 tahun yang lalu, tanggal 11 Sya'ban 529 HQ, Sina'iy Ghaznawi, penyair, ahli hikmah dan sufistik terkemuka Iran, meninggal dunia di kota Ghaznin.

Sinai Ghaznawi dilahirkan pada tahun 467 HQ dan pada masa mudanya, ia banyak menciptakan syair yang memuja para raja. Kemudian, ia meninggalkan kegiatannya itu dan hidup sebagai seorang sufi.

Dalam syair-syairnya, ia banyak mengkritik kezaliman pemerintah. Sina'iy merupakan pengubah aliran syair Persia dan menciptakan variasi baru di dalamnya. Dalam bangunan syair tradisional Persia, khususnya dalam qasidah dan ghazal, Sina'iy memberikan hawa dan suasana baru.

Di antara karya Sina'iy yang terpenting adalah buku "Taman Kebenaran" yang berisi syair-syair dalam pola Matsnawi. Di dalamnya,  Sina'iy mengungkapkan pemikiran dan akhlak sufi.

Gustave Flaubert Meninggal

137 tahun yang lalu, tanggal 8 Mei tahun 1880, Gustave Flaubert, seorang penulis terkenal Perancis, meninggal dunia.

Gustave Flaubert dilahirkan pada tahun 1812 di kota Rouen, Perancis dan bakat menulisnya mulai tampak sejak usia 18 tahun, ketika ia menulis naskah drama untuk ditampilkan di depan keluarganya. Bakat Flaubert semakin berkembang ketika masuk ke College Royal di kota kelahirannya.

Setelah lulus, Flaubert melanjutkan studi di bidang hukum di kota Paris. Namun pada tahun 1894, ia keluar dari sekolah hukum dan Flaubert menghabiskan sisa hidupnya dengan melakukan perjalanan dan menulis.

Pada tahun 1857, Flaubert menerbitkan novelnya yang terkenal, berjudul Madame Bovary. Gara-gara novel itu pula,  Flaubert dan editornya diadili  atas tuduhan telah melecehkan moral, namun akhirnya  mereka dibebaskan dari tuduhan. Flaubert dianggap sebagai pencipta novel modern dan salah satu master sastra Perancis abad ke-19. Karya-karya Flaubert lainnya antara lain berjudul Memories of a Madman dan November.

Gunung Mont Pelee Meletus

115 tahun yang lalu, tanggal 8 Mei tahun 1902, gunung Mont Pelee di Perancis meletus dan menghancurkan kota St. Pierre beserta 30,000 penduduknya.

Gunung berapi itu meletus pada pagi hari dan tercatat sebagai salah satu letusan gunung terbesar yang paling banyak menimbulkan korban jiwa dalam sejarah, selain letusan gunung Krakatau dan Tambora di Indonesia.

St. Pierre adalah sebuah desa di pulau Martinique, Perancis dan kini menjadi daerah pariwisata.

Pembebasan Kota Hoveyzeh dari Pasukan Baath, Irak

35 tahun yang lalu, tanggal 18 Ordibehesht 1361 HS, kota Hoveyzeh berhasil dibebaskan dari pendudukan rezim Baath, Irak.

Dalam operasi militer Baitul Moghaddas, para pejuang Islam Iran semakin mendekati perbatasan internasional dan merangsek ke depan hingga berada hanya 17 kilometer dari garis perbatasan. Kota Hoveyzeh yang diduduki pasukan Baath, Irak sejak bulan-bulan pertama perang mulai dikepung pasukan Iran. Sekalipun musuh berusaha matian-matian mempertahankan kota ini, tapi ketika kepungan semakin diperketat, pasukan Irak melihat mereka dalam kondisi terancam, akhirnya mereka memilih untuk meninggalkan kota ini dan mundur dari sana.

Tanggal 18 Ordibehesht 1361 HS, para pejuang Islam Iran berhasil menduduki kota yang telah menjadi puing-puing akibat perang hebat. Tapi mereka tidak berhenti hanya membebaskan kota ini dan berusaha mengejar pasukan Baath Irak.

Menyusul publikasi pembebasan kota Hoveyzeh, para pemimpin Baath tetap menyatakan bahwa keluar dari Hoveyzeh masih termasuk kemenangan mereka dan menilai itu sebagai taktik perangnya.