Satelit Zafar-2, Duta Pengetahuan dan Kehormatan Ilmiah Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i183394-satelit_zafar_2_duta_pengetahuan_dan_kehormatan_ilmiah_iran
Pars Today - Sekretaris Markas Besar Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Dewan Tinggi Revolusi Kebudayaan Iran menyebut penempatan satelit pengukur Zafar-2 di orbit dekat bumi sebagai simbol kehormatan ilmiah Republik Islam Iran.
(last modified 2026-01-01T16:41:05+00:00 )
Jan 01, 2026 23:39 Asia/Jakarta
  • Satelit Zafar-2
    Satelit Zafar-2

Pars Today - Sekretaris Markas Besar Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Dewan Tinggi Revolusi Kebudayaan Iran menyebut penempatan satelit pengukur Zafar-2 di orbit dekat bumi sebagai simbol kehormatan ilmiah Republik Islam Iran.

Menurut Pars Today, Ali Bagher Taher Nia, Sekretaris Markas Besar Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Dewan Tinggi Revolusi Kebudayaan Iran menyinggung keberhasilan peluncuran satelit pengukur Zafar-2 seberat 113 kilogram, yang dirancang dan dibangun oleh Pusat Penelitian Satelit Universitas Sains dan Teknologi Iran dan ditempatkan di LEO (orbit Bumi rendah) pada hari Minggu, 28 Desember 2025, dengan wahana antariksa Soyuz dari Pusat Antariksa Vostochny Rusia, dan menyebut satelit ini sebagai duta pengetahuan dan kehormatan ilmiah Iran.

Taher Nia mengumumkan bahwa tujuan utama pembangunan satelit Zafar-2 adalah untuk mengembangkan kemampuan dalam negeri dalam desain, integrasi sistem ruang angkasa, dan pencitraan penginderaan.

Menurutnya, "Dalam hal teknologi manufaktur, Zafar-2 adalah satelit kelas berat 100-135 kg yang menggunakan struktur aluminium ringan dengan analisis tegangan dan getaran, dan strukturnya dirancang sedemikian rupa sehingga dapat menahan beban mekanis peluncuran (gempa, guncangan, dan getaran).”

Taher Nia menjelaskan fakta bahwa di sektor tenaga dan listrik, satelit ini menggunakan panel surya badan tetap dan baterai lithium-ion berbasis ruang angkasa yang menyediakan daya yang diperlukan untuk subsistem.

"Salah satu teknologi kunci Zafar-2 adalah sistem penentuan dan kontrol sikap (ADCS). Sistem ini mencakup giroskop, magnetometer, sensor surya, dan aktuator seperti roda reaksi dan magnetor, yang memungkinkan kontrol tiga sumbu dan stabilisasi yang tepat untuk pencitraan," imbuhnya.

Sekretaris Markas Besar Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Dewan Tinggi Revolusi Kebudayaan Iran, saat memberikan penjelasan tentang muatan pencitraan satelit ini mengatakan, “Di area misi, Zafar-2 dilengkapi dengan kamera pencitraan optik dengan resolusi spasial 15 meter, yang digunakan untuk memantau sumber daya alam, pertanian, manajemen krisis, dan pemantauan lingkungan. Data dikirim ke stasiun bumi melalui tautan telekomunikasi pita S. Fitur khas Zafar-2 adalah fokusnya pada lokalisasi lengkap rantai desain hingga pengujian lingkungan (termal, vakum, dan getaran), sehingga satelit ini memainkan peran penting dalam kematangan teknologi ruang angkasa berbasis universitas Iran.”(sl)