Lintasan Sejarah 13 Mei 2017
Hari ini, Sabtu tanggal 13 Mei 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 16 Sya'ban 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 23 Ordibehesht 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Ibnu Syahr Asyub Wafat
850 tahun yang lalu, tanggal 16 Sya'ban 588 HQ, Ibnu Syahr Asyub, seorang ahli fiqih, tafsir, dan ahli hadis muslim, meninggal dunia.
Ibnu Syahr Asyub sejak kanak-kanak telah memulai pendidikannya dan pada usia delapan tahun, dia sudah menghapal al-Quranal-Karim. Dia menimba ilmu pada ulama-ulama besar saat itu, seperti Zamakhsyari, Muhammad Ghazali, dan Khatib Kharazmi.
Selain menguasai bidang agama, Ibnu Syahr Asyub juga dikenal sebagai penyair. Dia banyak menciptakan syair-syair yang memuji keutamaan Ahlul Bait rasulullah Saw. Syair-syair tersebut dibukukan dalam kitab "Manaqib Ali Abi Thalib".
Ibnu Syahr Asyub juga menulis buku-buku agama, di antaranya berjudul "Mutasyabihul Quran wa Mukhtalifuhu" dan "Ma'alimul Ulama".
Martin Luther Lahir
534 tahun yang lalu, tanggal 13 Mei 1483, Martin Luther, seorang reformis dalam agama Kristen, terlahir ke dunia di Eisleben, Jerman.
Luther menuntut ilmu di Universitas Erfurt dan kemudian bekerja sebagai pengajar teologi. Martin Luther kemudian melakukan penelitian dan dia mengemukakan banyak pendapat yang berbeda dengan pandangan umum gereja Katolik saat itu.
Sejak tahun 1517, Martin Luther menyampaikan kritikannya secara terang-terangan sehingga akhirnya terpaksa bersembunyi karena dikejar-kejar pihak gereja untuk dibunuh. Selama dalam persembunyian itu, Martin Luther menulis terjemahan Injil ke dalam bahasa Jerman, sesuatu yang dilarang keras oleh gereja Katolik.
Ide-Ide Martin Luther kemudian berkembang menjadi aliran Protestan yang menjadi sumber dari berbagai perang dan pertarungan politik di Eropa.
Amir Ahmad Minaiy Lahir
194 tahun yang lalu, tanggal 16 Sya'ban 1244 HQ, Amir Ahmad Mina'iy, penyair dan penulis India, terlahir ke dunia.
Amir Ahmad Minaiy mulai mulai menulis syair sejak usia 15 tahun. Syair-syairnya dikenal memiliki gaya yang menyentuh hati, kuat, dan lancar. Selain itu, Amir Ahmad Mina'iy juga menulis karya-karya prosa. Dia banyak menulis qasidah yang memuji-muji keutamaan Rasululah dan Ahlul Baitnya.
Karya-karya Amir Ahmad Mina'iy terdiri dari 22 jilid buku, di antaranya berjudul "Matsnawi Nur Tajalli" yang isinya mengenai kelahiran Rasulullah Saw dan "Syam Abad" yang isinya mengenai wafatnya Rasul.
Ekuador Lepas dari Colombia
187 tahun yang lalu, tanggal 13 Mei 1830, Ekuador melepaskan diri dari Kolombia dan menjadi negara yang independen.
Kawasan pantai dan pegunungan Andes yang kini disebut sebagai Ekuador itu, pada awalnya merupakan kawasan milik bangsa Indian.
Pada tahun 1534, Spanyol mendirikan daerah pemukiman pertama di Ekuador. Ekspedisi ke Ekuador dimulai oleh Francisco Pizarro yang datang menjajah Peru dan kemudian memperluas wilayah jajahannya hingga ke Ekuador. Ekuador menjadi bagian dari Peru hingga tahun 1740 dan kemudian disatukan dengan New Granada, bersama dengan Colombia dan Venezuela.
Sejak tahun 1809, penduduk negara-negara Amerika Latin memulai penentangan mereka terhadap pemerintahan kolonial Spanyol. Pada tahun 1822, Ekuador meraih kemerdekaannya sebagai bagian dari Federasi Gran Kolombia. Delapan tahun kemudian, yaitu tahun 1830, barulah Ekuador memisahkan diri dari Kolombia.
Bank Nasional Iran Cetak Uang Kertas Pertama
87 tahun yang lalu, tanggal 23 Ordibehesht 1309 HS, Bank Nasional Iran mencetak uang kertas pertama.
Sejak tahun 1268 HS, Bank Shahanshahi (Bank Monarki) menjadi satu-satunya institusi keuangan resmi yang bisa mencetak uang, logam maupun kertas. Lembaga yang berafiliasi terhadap Inggris itu bertanggung jawab terhadap penyebaran uang di Iran.
Dua tahun kemudian, terbit uang baru dengan logo baru berupa gambar singa, matahari dan Naseruddin Shah Qajar.
Bank Monarki mencetak dan menerbitkan uang selama empat puluh tahun hingga hak tersebut dicabut pada 23 Ordibehesht 1309 HS, dan 200 ribu Lira diserahkan kepada Bank Nasional Iran.
Uang kertas di bawah naungan Bank Nasional Iran pertama kali diterbitkan pada tahun 1310 HS yang berlaku hingga beberapa tahun sesudahnya.