May 14, 2017 10:51 Asia/Jakarta

Hari ini, Ahad tanggal 14 Mei 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 17 Sya'ban 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 24 Ordibehesht 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Angola Resmi Dijajah Portugis

442 tahun yang lalu, tanggal 14 Mei tahun 1575, Angola secara resmi dinyatakan sebagai koloni Portugis.

Setelah dijajah Portugis, Angola yang sebelumnya merupakan bagian dari kerajaan Afrika Ghana, berubah menjadi kawasan perbudakan yang sangat mengerikan selama lebih dari 400 tahun.

Selepas Perang Dunia II berakhir, muncul sejumlah bentrokan yang  menginginkan diakhirinya kolonialisme di Angola. Akhirnya, pada tahun 1975 Angola berhasil memerdekakan diri.

Paraguay Merdeka

206 tahun yang lalu, tanggal 14 Mei tahun 1811, Paraguay memproklamasikan kemerdekaannya dari penjajahan Portugis.

Pada abad ke-16, para penjajah Spanyol datang ke kawasan Paraguay dan selama lebih dari dua abad, kawasan itu menjadi koloni Spanyol. Setelah merdeka, Paraguay terus dilanda konflik internal akibat terjadinya beberapa kali kudeta.Pemerintahan yang terbentuk hasil kudeta itu juga selalu memunculkan karakter diktatorisme.

Barulah pada tahun 1989, rakyat negara itu berhasil mengadakan pemilihan umum pertama dalam sejarah untuk memilih seorang presiden, dan sejak itu, kondisi dalam negeri Paraguay relatif menjadi semakin stabil.

Republik Paraguay terletak di kawasasan selatan Benua Amerika. Negera ini berbatasan dengan Bolivia, Brasil, dan Argentina.

Ayatullah Isfahani Wafat

77 tahun yang lalu, tanggal 17 Sya'ban 1361 HQ, Ayatullah Sheikh Hassanali Isfahani, ahli fiqih dan sufi muslim asal Iran, meninggal dunia.

Ayatullah Sheikh Hassanali Isfahani dilahirkan pada tahun 1279 HQ di Isfahan, Iran tengah. Untuk menuntut ilmu, Sheikh Isfahani pergi ke Najaf, Irak. Kemudian beliau ke Mashad, Iran dan hingga akhir umurnya, beliau tinggal di kota itu.

Selain menguasai ilmu-ilmu agama, beliau juga ahli dalam ilmu matematika, perbintangan, dan kedokteran. Namun, Ayatullah Isfahani menjadi terkenal karena derajat sufisme dan kemuliaan akhlaknya yang merupakan hasil dari ibadah dan pembinaan jiwa. Sebagian di antara kemuliaan Ayatullah Isfahani ditulis dalam buku "Tanda-Tanda dari Ketiaadaan Tanda-Tanda" yang ditulis oleh putranya.

Ayatullah Mulla Ali Akhondi Hamedani Wafat

40 tahun yang lalu, tanggal 17 Sya’ban 1398 HQ, Ayatullah Mulla Ali Akhondi Hamedani meninggal dunia dalam usia 85 tahun dan dimakamkan di Hamedan.

Akhondi Mulla Ali Hamedani lahir pada 1313 HQ di salah satu desa Hamedan. Beliau menyelesaikan pendidikan dasarnya di kota kelahirannya dan setelah itu melanjutkan pendidikannya di Tehran. Pada 1340 HQ, beliau pergi ke kota Qom dan belajar kepada Mirza Javad Malaki Tabrizi dan Ayatullah Hairi.

Akhond Mulla Ali Hamedani pada 1350 HQ diperintahkan oleh Ayatullah Hairi Yazdi untuk bermukim di kota Hamedan dan kemudian beliau berhasil mendirikan Hauzah Ilmiah Hamedan. Beliau banyak meninggalkan karya tulis.

Hujjatul Islam Kazem Modir Shanehchi Wafat

15 tahun yang lalu, tanggal 24 Ordibehesht 1381 HS, Hujjatul Islam Modir Shanehchi meninggal dunia pada di usia 75 tahun dan dikebumikan di komplek makam suci Imam Ridha as di Mashad.

Hujjatul Islam Sheikh Kazem Modir Shanehchi adalah seorang ulama besar di bidang hadis. Beliau lahir dari keluarga agamis tahun 1306 Hs di kota Mashad. Setelah menyelesaikan pendidikan SD hingga SMU, beliau kemudian mempelajari ilmu-ilmu agama. Tingkat dasar dan menengah ilmu-ilmu agama dilaluinya dengan cepat dan setelah itu beliau belajar fiqih dan ushul fiqih untuk menjadi mujtahid bersama Ayatullah Sheikh Hashem Qazvini, Sheikh Mojtaba Qazvini, Sayid Yunes Ardebili, Mirza ahmad Kafai dan Sayid Mohammad Hadi Milani.

Hujjatul Islam Modir Shanehchi juga menguasai ilmu-ilmu rasional dan sejak tahun 1337 Hs beliau memberikan kuliah di Universitas Ilahiyat Mashad. Selain mengajar sejarah Islam, sejarah agama, Ayatul Ahkam (ayat-ayat al-Quran yang berhubungan dengan hukum fiqih), periode fiqih dan banyak menulis makalah ilmiah. Beliau menerbitkan sejumlah daftar terkait kumpulan tulisan tangan. Untuk mendapatkan naskah-naskah manuskrip, beliau banyak melakukan perjalanan ke pelbagai negara seperti ke Rusia, Azerbaijan, Uzbekistan, Mesir, Turki, Suriah, Lebanon, Maroko dan Spanyol.

Hujjatul Islam Shanehchi tidak lupa mendidik murid di bidang ilmu-ilmu aqli dan naqli. Pada tahun 1380 Hs, beliau terpilih sebagai tokoh di bidang ilmu dan budaya di Iran.

Tarikh Hadits, Dirayah al-Hadits, Metode Penyimpulan Hukum dan Sunan Nabi dalam 9 jilid termasuk sebagian dari karya-karya beliau.