Jun 03, 2017 14:51 Asia/Jakarta

Hari ini, Sabtu tanggal 3 Juni 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 8 Ramadhan 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 13 Khordad 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Ali Dabiran Wafat

763 tahun yang lalu, tanggal 8 Ramadhan 675 HQ, Najmuddin Ali Dabiran, yang terkenal dengan nama Katibi, seorang filsuf dan ahli perbintangan terkemuka Iran, meninggal dunia.

Informasi mengenai riwayat kehidupan Katibi tidak banyak diperoleh. Namun, diketahui bahwa Nashiruddin Thusi seorang ulama besar masa itu, telah meminta Katibi untuk mendampinginya dalam pekerjaan di observatorium "Maraghe" yang terkenal di zaman itu.

Ilmuwan muslim ini dalam waktu yang cukup lama bekerja di observatorium tersebut. Selain itu, Katibi juga banyak meninggalkan karya penulisan di bidang filsafat dan logika, di antaranya berjudul "Jami'ud Daqayiq" dan "Hikmatul Ain".

Pembunuhan Massal di Calicut

515 tahun yang lalu, tanggal 3 Juni 1502, terjadilah pembunuhan massal di Calicut, sebuah kota pelabuhan di selatan India yang menjadi pusat perdagangan abad ke-16.

Pembunuhan massal yang terjadi atas para pedagang Arab itu dilakukan oleh Vasco da Gama seorang pelaut Portugis dan pasukannya. Awalnya, Vasco da Gama atas perintah raja Manuel dari Portugal, melakukan ekspedisi laut untuk mencapai India, salah satu tujuannya adalah untuk mencari rempah-rempah.

Ekspedisi ini menggunakan empat kapal dengan 160 tentara dan pelaut. Mereka mengangkat sauh dari pelabuhan Lisabon tanggal 8 Juli 1497 dan tiba di pelabuhan Calicut pada tanggal 22 Mei 1498.

Sebagaimana imperialis Barat lainnya, Vasco da Gama dengan segera mengklaim Calicut sebagai wilayah dagangnya dan timbulllah pertentangan dengan para pedagang Arab.

Akhirnya, Vasco da Gama memerintahkan pasukannya untuk membunuh massal para pedagang Arab yang berjumlah 800 orang tersebut. Calicut kini telah beralih nama menjadi Kozhikode.

Teknik Pemisahan Plasma Darah Ditemukan

113 tahun yang lalu, tanggal 3 Juni 1904, Charles Richard Drew, seorang dokter penemu teknik pemisahan dan pengawetan plasma darah, terlahir ke dunia di kota Washington D.C.

Charles Richard Drew menuntut ilmu kedokteran di McGill University di Montreal, Kanada. Pada tahun 1938, Drew mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Columbia Univesity, New York dan di sana ia melakukan penelitian terhadap berbagai problem yang ditemukan dalam transfusi darah.

Selama penelitian itu, dia menemukan bahwa plasma darah atau cairan darah yang tidak mengandung sel, dapat dikeringkan dan disimpan dalam waktu lama tanpa mengalami kerusakan.

Penemuan besar Charles Drew ini mendapat sambutan dari dunia internasional dan pada tahun 1939, Drew menerima  bantuan dana dari Asosiasi Transfusi Darah dan ia membuka bank penyimpanan darah di Columbia Presbyterian Hospital.

Pidato Imam Khomeini Sore Hari Asyura di Qom

54 tahun yang lalu, tanggal 13 Khordad 1342 HS yang bertepatan dengan sore hari Asyura, Imam Khomeini ra menyampaikan pidato penting mengritik keras rezim Pahlevi.

Pada awal bulan Muharram 1383 HQ yang bertepatan dengan bulan Khordad 1342 HS, Qom telah berubah menjadi pusat gerakan anti rezim Shah Pahlevi. Pada sore hari Asyura tahun itu yang bertepatan dengan tanggal 13 Khordad 1342 HS, Imam Khomeini ra hadir di Madrasah Feizieh, Qom untuk menyampaikan pidato penting mengritik keras rezim Pahlevi dan mengungkap kejahatan rezim taghut dan tuannya Amerika dan Israel.

Rakyat yang hadir untuk mendengar pidato Imam sedemikian banyaknya, sehingga memenuhi seluruh halaman Madrasah Feizieh, komplek makam suci Hazrate Fatimah Maksumah as dan jalan-jalan di sekitarnya.

Menyusul pidato tersebut, pagi dini hari tanggal 15 Khordad 142 HS, pasukan Shah mendatangi rumah Imam Khomeini ra di Qom secara diam-diam dan menahan beliau lalu dibawa ke penjara Tehran. Namun beberapa jam setelahnya rakyat Qom yang mengetahui peristiwa itu mulai turun ke jalan-jalan melakukan demonstrasi menuntut pembebasan segera Imam Khomeini ra, menentang kediktatoran Shah dan menuntut dibentuknya pemerintahan Islam.

Rezim Shah mereaksi demonstrasi itu dengan penembakan brutal ke arah rakyat yang menyebabkan banyak rakyat yang gugur syahid, tapi kebangkitan ini justru abadi dan tercatat dalam sejarah sebagai Kebangkitan 15 Khordad 1342 HS.