Jun 10, 2017 14:05 Asia/Jakarta

Hari ini, Sabtu tanggal 10 Juni 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 15 Ramadhan 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 20 Khordad 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Imam Hasan as Lahir

1435 tahun yang lalu, tanggal 15 Ramadan tahun ketiga Hijriah, Imam Hasan al-Mujtaba, cucu pertama Rasul Saw lahir ke dunia.

Imam Hasan as hidup di bawah bimbingan Nabi, ibunya Sayidah Fatimah dan ayahnya Imam Ali bin Abi Thalib as. Setelah ayahnya syahid pada bulan Ramadhan tahun 40 Hijriah, Imam Hasan as memegang amanat imamah dan kepemimpinan atas umat. Beliau sempat menjabat sebagai khalifah setelah dibaiat oleh para pengikut ayahnya. Saat itu, permusuhan Muawiyah dengan Ali dan keluarganya masih tetap membara.

Imam Hasan telah mengerahkan pasukannya untuk berperang melawan Muawiyah. Namun makar busuk dan politik jahat yang dimainkan oleh Muawiyah telah berhasil membuat sejumlah besar pasukan dan komandan militer Imam Hasan meninggalkan beliau seorang diri.

Akhirnya putra Ali ini terpaksa menandatangani perjanjian damai dengan Muawiyah. Perjanjian itu sekaligus mengakhiri khilafah beliau.

Manusia suci ini pernah mengatakan, "Aku heran dengan orang yang memikirkan makanan jasmaninya tetapi melalaikan makanan ruhaninya."

Inggris Menyerang Malaya

227 tahun yang lalu, tanggal 10 Juni 1790, tentara Inggris menyerang semenanjung Malaya yang saat itu berada di bawah pendudukan Belanda.

Sebelumnya, semenanjung Malaya, yang kini merupakan bagian dari negara Malaysia, telah dijajah dan dikuras kekayaan alamnya oleh Belanda. Secara bertahap, Inggris melakukan infiltrasi ke Malaya dan dengan melancarkan serangan militer, akhirnya berhasil memukul mundur Belanda dari wilayah itu.

Pada tahun 1824, Inggris dan Belanda menandatangani perjanjian, yang berisi penyerahan Malaya kepada Inggris dan sebaliknya, Inggris berjanji tidak mengutak-atik kolonialisasi Belanda atas Indonesia. Malaysia akhirnya merdeka pada tahun 1957, 12 tahun setelah Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya.

Perang Enam Hari Arab-Israel Berakhir 

50 tahun yang lalu, tanggal 10 Juni 1967, perang enam hari Arab-Israel berakhir dengan gencatan senjata yang dimediatori oleh PBB.

Dalam usahanya untuk memperluas wilayah, rezim Zionis menyerang Mesir. Mesir melawan serangan Zionis ini dengan dukungan Suriah, Yordania, Irak, Kuwait, dan Aljazair. Namun, hanya dalam dua hari sejak dimulainya perang, pasukan Israel berhasil merebut kota Yerusalem dari Yordania.

Menjelang berakhirnya pertempuran, pasukan Israel telah menduduki seluruh tanah Palestina, termasuk Jerusalem Timur,  Jalur Gaza, dan Tepi Barat, Semenanjung Sinai milik Mesir, dan Dataran Tinggi Golan milik Suriah. Dengan demikian, wilayah yang diduduki Israel telah bertambah hampir empat kali lipat dari wilayah yang semula diserahkan kepadanya dalam Rencana Pembagian PBB tahun 1947.

Imam Khomeini Memecat Bani Sadr dari Panglima Tertinggi

36 tahun yang lalu, tanggal 20 Khordad 1360 HS, Imam Khomeini ra memecat Bani Sadr dari jabatan Panglima Tertinggi Militer.

Terpilihnya Bani Sadr sebagai Presiden Iran pada 1358 HS, mulai muncul masalah pemilihan perdana menteri dan pembentukan kabinet. Dua masalah ini menjadi sumber perselisihan antara presiden dan parlemen. Pasca tarik menarik ini, akhirnya pada bulan Shahrivar 1359 HS, Syahid Mohammad Ali Rajai diusulkan ke parlemen sebagai perdana menteri dan memperoleh mosi kepercayaan kemudian beliau menyusun kabinet.

Sekalipun masalah yang diperselisihkan tampaknya sudah selesai, tapi masih terjadi friksi antara presiden dan para penentangnya di parlemen dan di luar parlemen. Dengan dimulainya perang pertahanan suci selama 8 tahun yang menuntut seluruh kekuatan dan pemikiran para pejabat negara, tapi pada saat yang sama, friksi yang terjadi di tingkat atas masih terus berlanjut.

Bani Sadr sebagai kepala negara juga memegang jabatan sebagai panglima tertinggi meyakini bahwa dalam melawan musuh, mereka harus ditarik sedemikian rupa ke dalam Iran kemudian diblokade dan dimusnahkan. Strategi ini membuat banyak daerah Iran yang diduduki tentara Irak. Para pejuang Iran yang berada di garis terdepan akhirnya kekurangan amunisi dan terpaksa mundur.

Sementara itu, Imam Khomeini ra berusaha meredakan dan mendamaikan perselisihan yang ada antara presiden dan pihak-pihak yang tidak menyetujui kebijakannya dan mengajak semua pihak untuk bisa menahan diri. Akhir dari usaha ini pada 20 Khordad 1360 HS, setelah bermusyawarah dengan para pejabat tinggi, beliau mencabut jabatan Panglima Tertinggi dari Abohassan Bani Sadr. Menyusul pencabutan itu, parlemen mengusulkan ketidaklayakan politik Bani Sadr yang hasilnya disepakati dengan suara mayoritas pada 31 Khordad 1360 HS.