Lintasan Sejarah 26 Agustus 2017
Hari ini, Sabtu tanggal 26 Agustus 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 4 Dzulhijjah 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 4 Shahrivar 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Wafatnya Teolog Muslim Abu Ishaq Esfarayeni
1020 tahun yang lalu, tanggal 4 Dzulhijjah 418 HQ, Abu Ishaq Esfarayeni meninggal dunia dalam usia 80 tahun dan dimakamkan di kota Esfarayen, Iran.
Abu Ishaq Esfaraheni yang lebih dikenal dengan Rukn al-Din al-Shafi'i merupakan ulama dan ilmuwan Iran yang memiliki pengetahuan mendalam tentang ushul fiqih, teologi dan ilmu-ilmu keislaman lainnya. Abu Ishaq mengajar di sekolah Neishabouri yang waktu itu menjadi pusat pendidikan ilmu-ilmu agama
Buku al-Jami' fi Ushul al-Din dan Nur al-‘Ain fi Masyhad al-Husein merupakan karya-karya ilmiah yang diwariskan beliau.
Haji Mahdi Araqy dan Putranya Hisam Gugur
38 tahun yang lalu, tanggal 4 Shahrivar 1358 HS, Haji Mahdi Araqy dan putranya Hisham, gugur syahid karena dibunuh kelompok munafik Mujahidin al-Khalq di Iran.
Haji Mahdi Araqy adalah pejuang garis depan Revolusi Islam Iran. Selama bertahun-tahun sebelum revolusi mencapai kemenangannya, beliau sudah berjuang melawan Rezim Shah. Akibatnya, beliau bertahun-tahun dipenjara oleh rezim Shah dan mengalami berbagai penderitaan.
Setelah kemenangan revolusi, Haji Mahdi terus berjuang disisi Imam Khomeini demi mempertahankan Revolusi Islam. Beliau memiliki tempat khusus di sisi Imam Khomeini sampai-sampai Imam menyebutnya sebagai saudara dan anaknya sendiri.
Setelah syahidnya Haji Mahdi Araqy, Imam Khomeini berkata, "Kesyahidan Haji Mahdi Araqy sangat berat bagi saya, namun kita harus berbahagia karena dia gugur syahid di jalan Allah. Dia memang harus gugur syahid karena baginya kematian di atas tempat tidur adalah kehinaan."
Artileri Mulai Digunakan Dalam Perang
671 tahun yang lalu, tanggal 26 Augustus 1346, untuk pertama kalinya dalam sejarah, artileri digunakan dalam perang.
Tentara Inggris menggunakan artileri untuk pertama kalinya dalam perang melawan Perancis.
Raja Perancis saat itu, Philip Keenam, semula berada di ambang kemenangan karena memiliki jumlah tentara yang jauh lebih banyak daripada tentara Inggris. Namun, dengan digunakannya artileri oleh Inggris, Perancis terpaksa menelan kekalahannya.
Piagam HAM Disahkan di Perancis
228 tahun yang lalu, tanggal 26 Augustus 1789, menyusul kemenangan Revolusi Perancis, parlemen negara ini mengesahkan piagam Hak Asasi Manusia(HAM).
Piagam ini dipengaruhi oleh ide pemikiran era Renaisance seperti Jean Jacques Rousseau yang menekankan kebebasan. Namun demikian, isi piagam ini tidak mendapat respon di dalam negeri Perancis sendiri dan negara-negara lain Eropa untuk beberapa waktu.
Pemerintah Barat yang dengan ganas menginjak-injak hak bangsa negara yang sedang berkembang, malah mengklaim dirinya sebagai pembela HAM. Tak hanya itu, Barat juga memanfaatkan isu HAM untuk menghadapi negara-negara lain yang menentangnya.