Warga Arab di Medsos Sambut Prosesi Pemakaman Pemimpin Syahid Revolusi Islam
https://parstoday.ir/id/news/iran-i192348-warga_arab_di_medsos_sambut_prosesi_pemakaman_pemimpin_syahid_revolusi_islam
Setelah waktu penyelenggaraan prosesi pemakaman jenazah Pemimpin Syahid Revolusi Islam di Irak diumumkan, para pengguna media sosial berbahasa Arab menyambut luas peristiwa tersebut.
(last modified 2026-07-01T07:06:38+00:00 )
Jul 01, 2026 13:50 Asia/Jakarta
  • Warga Arab di Medsos Sambut Prosesi Pemakaman Pemimpin Syahid Revolusi Islam

Setelah waktu penyelenggaraan prosesi pemakaman jenazah Pemimpin Syahid Revolusi Islam di Irak diumumkan, para pengguna media sosial berbahasa Arab menyambut luas peristiwa tersebut.

Seorang warga Bahrain bernama Rawan Al-Hashimi menulis di akun X miliknya: "Kami mulai bersiap-siap untuk pergi ke Irak tercinta guna menghadiri prosesi pemakaman terbesar sebagai penghormatan kepada Ayatullah Khamenei. Sebuah prosesi yang mencerminkan kesetiaan dan cinta."

Pengguna lain bernama Rola Hussein menulis di akun pribadinya: "Sosok beliau telah tiada dari tengah-tengah kita, tetapi pemikiran dan ajarannya tetap hidup. Wahai pemimpinku, kepergianmu telah mewariskan ribuan jiwa revolusioner dalam diri kami."

Pengguna Arab lainnya bernama Amal Al-Walaiyah menulis: "Beliau bukan sekadar seorang komandan, melainkan suara umat yang tidak pernah berkompromi dalam perkara kebenaran. Kehadirannya akan tetap hidup di dalam hati kami."

Abu Yahya Al-Shahari, pengguna Arab lainnya, menulis di akunnya: "Wahai putra-putra Irak yang gagah berani dan setia, jangan lalai menghadiri prosesi pemakaman Imam, pemimpin, dan kebanggaan umat Islam, karena beliau tidak pernah mengabaikan Irak. Hadirlah tepat pada waktunya."

Seorang pengguna dengan nama Ibn Al-Khazali Al-Qa'id juga menulis: "Kehadiran kami dalam prosesi pemakaman bukan sekadar kewajiban, melainkan pernyataan tegas bahwa jalan Sang Imam akan terus berlanjut dan darah beliau menyalakan api kebebasan dalam diri kami. Datanglah tepat waktu agar kita memenuhi lapangan dengan seruan kebenaran dan membuktikan kepada musuh bahwa umat yang dipimpin oleh para syuhada tidak akan pernah kalah."

Pengguna bernama Nur Hasna juga menulis di akun pribadinya: "Bersiaplah menghadapi gerhana matahari, kenakan pakaian hitam, kibarkan bendera duka, dan umumkan masa berkabung, karena para pengikut Ali hendak mengiringi bulan menuju peristirahatan terakhirnya."

Kerinduan pengguna luar negeri terhadap Pemimpin Syahid Revolusi

Dalam beberapa hari terakhir, menjelang penyelenggaraan upacara perpisahan dan prosesi pemakaman Syahid Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, para pengguna asing di media sosial X telah mengunggah ratusan pesan, tulisan, dan gambar untuk mengenang Pemimpin Syahid Revolusi serta membahas peran beliau dalam perkembangan Iran dan kawasan.

Sebagian pengguna mendoakan arwah beliau dan menyebutnya sebagai "pemimpin", "pembimbing", dan "ayah", serta menegaskan bahwa nama dan pemikiran beliau telah menjadi sumber inspirasi bagi mereka.

Salah seorang pengguna menulis: "Ali pada zaman kita, pemimpin kami yang kuat sekaligus tertindas, telah pergi. Dengan kepergiannya, seakan sebagian ketenangan bangsa ini padam untuk selamanya. Perpisahan yang begitu mendalam sehingga kata-kata tidak mampu menggambarkan beratnya, dan yang tersisa hanyalah keheningan di hadapannya... #Ya_Litsarat_Al-Khamenei #Khamenei_Untuk_Semua."

Pengguna lainnya menulis: "Ayatollah #Khamenei menapaki setiap langkah demi kehormatan Iran dan membuktikan bahwa kekuatan sebuah negara ditentukan oleh kehormatan dan tekad rakyatnya. Iran hari ini berutang pada saat-saat ketika beliau tetap berdiri sehingga kami pun dapat tetap berdiri."

Pengguna X lainnya menulis: "Wajah yang tiada banding, permata yang tiada tara, pemimpin terbesar pada zamannya, pejuang agung yang mulia, simbol penderitaan rakyat Iran di hadapan para pelaku kejahatan internasional. Menuntut keadilan bagi beliau berarti menuntut keadilan bagi setiap syahid dan setiap korban dari kedua perang. Labbaik ya Khamenei, Labbaik ya Khamenei. Ya, kami tidak akan melupakan. Kami tidak dapat melupakan."

Sementara itu, sejumlah tokoh politik dan masyarakat Irak menegaskan bahwa penyelenggaraan prosesi pemakaman Pemimpin Syahid Revolusi di Irak merupakan peristiwa bersejarah yang mencerminkan eratnya hubungan antara rakyat Irak dan Iran.