Kisah Santri Nigeria: Pemimpin Syahid Memerintah Hati, Bukan Sekadar Struktur
-
Santri Nigeria, Muhammad Mubarak
Pars Today - Muhammad Mubarak, seorang pelajar agama asal Nigeria, mengenai kedudukan Pemimpin Syahid Revolusi Islam di kalangan Syiah Nigeria mengatakan: Dari Imam Khomeini (ra) dinukilkan bahwa beliau berkata: "Carilah di timur dan barat dunia, kamu tidak akan menemukan sosok seperti Imam Khamenei." Ucapan ini sangat besar dan penuh makna.
Menurut laporan Pars Today yang mengutip Kantor Berita Tasnim, Muhammad Mubarak, seorang pelajar agama Nigeria yang telah sekitar 8 hingga 9 tahun berada di Iran untuk melanjutkan studi ilmu agama, dengan merujuk pada kedudukan agung Pemimpin Syahid Revolusi Islam di kalangan Syiah Nigeria, mengatakan: "Selama tahun-tahun kepemimpinan Ayatullah Sayid Ali Khamenei, beliau telah sepenuhnya membuktikan keberanian, ibadah, kedekatan dengan Al-Qur'an, manajemen, dan kekuatan kepemimpinan." Ia menambahkan: "Iran adalah negara dengan berbagai suku seperti Arab, Baloch, Kurdi, dan Turki, tetapi beliau mampu menjaga semua di bawah panji Islam dan memperkuat persatuan nasional. Hal ini tidak semua orang mampu melakukannya."
Dengan menekankan perbedaan kedudukan Pemimpin Revolusi dengan banyak pemimpin politik dunia, ia menegaskan: "Beberapa pemimpin hanya memerintah struktur pemerintahan, tetapi Pemimpin Revolusi memerintah hati rakyat. Buktinya juga adalah upacara pemakaman ini; tidak hanya di Iran, tetapi di berbagai negara di dunia termasuk Nigeria, rakyat berduka."
Pelajar agama Nigeria ini, dengan merujuk pada pelaksanaan upacara pemakaman simbolis di negaranya, mengatakan: "Di Nigeria, upacara pemakaman simbolis diselenggarakan dan ratusan ribu orang hadir di dalamnya. Rakyat berjalan kaki, menangis, memukul dada, meratap, dan membaca elegi dalam bahasa-bahasa lokal. Pemandangan-pemandangan ini menunjukkan dampak mendalam sosok ini di hati rakyat."
Ia juga, dengan merujuk pada pernyataan Syekh Ibrahim Zakzaky, pemimpin Syiah Nigeria, tentang Pemimpin Syahid Revolusi, menyatakan: "Syekh Zakzaky selalu menyebut beliau sebagai simbol perlawanan dan meyakini bahwa beliau adalah penerus jalan Imam Husain (as) dan Amirul Mukminin (as); semangat yang sama yang tidak pernah takut pada semua kekuatan dunia."
Pelajar agama Nigeria ini tentang pentingnya upacara pemakaman Pemimpin Syahid Revolusi di arena internasional juga mengatakan: "Upacara ini menunjukkan bahwa semua upaya yang selama bertahun-tahun dilakukan untuk menjauhkan rakyat Iran dari sistem, tidak membuahkan hasil. Musuh dengan berbagai alat, dari sanksi hingga perang budaya, berupaya menjauhkan rakyat dari cita-cita mereka, tetapi kehadiran jutaan rakyat dalam upacara pemakaman membuktikan sebaliknya."
Ia melanjutkan: "Saya sendiri ketika melihat gambar-gambar upacara ini di televisi, saya menangis. Kehadiran luas ini menunjukkan betapa besar kedudukan Pemimpin Syahid Revolusi di hati rakyat. Bahkan di dunia maya, saya melihat beberapa pengguna di Barat mengira gambar-gambar pemakaman dibuat dengan kecerdasan buatan. Saya mengatakan kepada mereka bahwa saya berada di Iran dan pemandangan ini sepenuhnya nyata; tetapi mereka terkejut dengan keagungan kerumunan ini dan tidak percaya bahwa kehadiran seperti itu nyata." (MF)