Rezaei: Ini Perang, Hanya Bedanya Kini Kami Menuntut Darah
https://parstoday.ir/id/news/iran-i193046-rezaei_ini_perang_hanya_bedanya_kini_kami_menuntut_darah
Pars Today - Panglima Garda Revolusi pada masa Perang Suci 8 tahun mengatakan: "Tuntutan pembalasan darah adalah berkas baru dari perang paksaan terakhir ini, dan tidak boleh dibayangkan bahwa dengan penuntutan hukum atau berakhirnya konflik militer, berkas ini akan ditutup."
(last modified 2026-07-12T12:15:12+00:00 )
Jul 12, 2026 19:11 Asia/Jakarta
  •  Mayor Jenderal Mohsen Rezaei,
    Mayor Jenderal Mohsen Rezaei,

Pars Today - Panglima Garda Revolusi pada masa Perang Suci 8 tahun mengatakan: "Tuntutan pembalasan darah adalah berkas baru dari perang paksaan terakhir ini, dan tidak boleh dibayangkan bahwa dengan penuntutan hukum atau berakhirnya konflik militer, berkas ini akan ditutup."

Menurut laporan Pars Today yang mengutip Kantor Berita IRIB, Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, Panglima Garda Revolusi pada masa Perang Suci 8 tahun, mengatakan: "Pemakaman megah Pemimpin Syahid Revolusi Islam memiliki dampak luas di kawasan dan dunia, dan banyak analis serta media internasional terkejut dengan keagungan kehadiran rakyat ini."

 

Mayor Jenderal Rezaei, dengan menyatakan bahwa syahidnya para pemimpin dan tokoh-tokoh besar tidak menghentikan jalan suatu bangsa, menegaskan: "Peristiwa-peristiwa ini akan memperkuat wacana Revolusi Islam dan meningkatkan motivasi bangsa Iran untuk melanjutkan jalan ini."

 

Ia melanjutkan: "Saat ini, dua tanggung jawab besar berada di pundak bangsa Iran; pertama, menuntut balas darah, dan kedua, melanjutkan revolusi yang terbentuk dengan persatuan dan kehadiran rakyat."

 

Panglima Garda Revolusi pada masa Perang Suci 8 tahun menekankan: "Agresi terhadap wilayah kepemimpinan dan keamanan nasional Iran adalah pelanggaran terhadap salah satu garis merah terpenting Republik Islam, dan bangsa Iran berdasarkan hukum internasional serta keyakinan agamanya, mempertahankan hak untuk membela diri dan menuntut hak-haknya."

 

Dengan menekankan pada pemeliharaan kohesi nasional, ia mengatakan: "Bangsa Iran, sebagaimana telah bertahan melawan tekanan dan ancaman, akan melanjutkan jalannya dengan persatuan, perlawanan, dan kepatuhan terhadap petunjuk-petunjuk Pemimpin Tertinggi Revolusi." (MF)