Baghaei: Menuntut Balas Darah Pemimpin Syahid adalah Prinsip Serius dan Tuntutan Rakyat
-
Esmail Baghaei, jubir Kemenlu Iran
Pars Today - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan bahwa menuntut balas darah atas Pemimpin Syahid adalah sebuah prinsip serius dan merupakan tuntutan publik.
Menurut laporan Pars Today yang mengutip Tasnim, Esmaeil Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran, Senin, (13/7), dengan merujuk pada minggu lalu dan penyelenggaraan upacara-upacara pemakaman megah Pemimpin Syahid Revolusi, Imam Khamenei, mengatakan: "Minggu lalu adalah minggu bangsa Iran. Kami lebih Irani dari sebelumnya dan Iran melampaui segalanya."
Mengenai tuntutan rakyat Iran untuk balas dendam terhadap musuh dan menuntut balas darah atas Pemimpin Syahid, ia mengatakan: "Menuntut penegakan keadilan dan menuntut balas darah atas Pemimpin Syahid dan setiap syuhada dalam serangan AS dan rezim Israel adalah sebuah prinsip serius dan merupakan tuntutan publik, dan Kementerian Luar Negeri Iran adalah bagian dari proses ini. Kami di tingkat internasional akan menggunakan semua alat untuk menuntut penegakan keadilan."
Pihak lawan dengan berbagai alasan melanggar nota kesepahaman
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengenai masa depan kesepakatan Islamabad mengatakan: "Tidak ada keraguan bahwa kita telah memasuki krisis. Iran tidak pernah menjadi pihak yang melanggar kewajiban. Iran dalam setiap negosiasi telah masuk dengan keseriusan dan mempertimbangkan kepentingan, dan bertindak dengan itikad baik. Pihak yang mengingkari janji adalah Amerika. Komitmen kami adalah terhadap komitmen, sangat jelas bahwa pihak lawan dengan berbagai alasan telah melanggar nota kesepahaman."
Kami tidak akan membiarkan AS dan rezim Zionis menggunakan Selat Hormuz untuk merugikan Iran
Baghaei menekankan: "Sebagai negara pantai, kami tentu memiliki hak untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi kepentingan nasional kami. Kami tidak akan membiarkan AS dan rezim Zionis menggunakan selat tersebut untuk merugikan Iran. Alasan mengapa ditekankan bahwa pengelolaan Selat Hormuz adalah dengan Iran dan konsultasi dengan Oman, adalah agar kepentingan Iran terlindungi dan lalu lintas yang aman terjadi. Segala sesuatu yang terjadi, tanggung jawabnya ada pada Amerika." (MF)