Lintasan Sejarah 2 September 2017
Hari ini, Sabtu tanggal 2 September 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 11 Dzulhijjah 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 11 Shahrivar 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Wafatnya Mirza Jawad Maliki Tabrizi, Guru Besar Akhlak
94 tahun yang lalu, tanggal 11 Dzulhijjah 1344 HQ, Ayatullah Mirza Jawad Maliki Tabrizi, guru besar akhlak meninggal dunia dan dikuburkan di pekuburan Sheikhan di kota Qom.
Mirza Jawad Maliki Tabrizi yang dikenal dengan Mirza Jawad Agha anak Mirza Syafi' adalah seorang arif sempurna dan ahli fiqih. Beliau dilahirkan di kota Tabriz, Iran.
Setelah menyelesaikan pendidikan agama tingkat pertama dan menengah, beliau kemudian pergi ke kota Najaf, Irak. Di sana Mirza Jawad Agha belajar pada guru-guru besar Hauzah Ilmiah Najaf seperti Agha Reza Hamedani, Akhond Khorasani, Muhaddits Nuri dan Akhond Hamedani.
Pada 1320 HQ, Mirza Jawad Maliki kembali ke Iran dan menetap di Tabriz. Pada puncak-puncaknya peristiwa Revolusi Konstitusi di Iran, beliau pindah ke kota Qom.
Mirza Jawad Maliki Tabrizi disebut sebagai seorang ahli ibadah hakiki. Beliau banyak mendidikan murid-murid yang dikemudian hari menjadi ulama besar seperti Ayatollah Bahauddini, Sheikh Abbas Tehrani dan Imam Khomeini ra.
Beliau juga meninggalkan karya-karya ilmiah seperti "Asrar al-Shalah", "al-Muraqabaat", "A'mal al-Sanah", "Risalah Fiqih" dan "Risalah Liqa-u Allah".
Perang Dunia II Berakhir
72 tahun yang lalu, tanggal 2 September 1945, dengan menyerah tanpa syaratnya Jepang, Perang Dunia Kedua dinyatakan berakhir.
Setelah kekalahan susul-menyusul Jepang melawan pasukan Sekutu di perang dan dijatuhkannya bom atom di kota Hiroshima dan Nagasaki oleh AS, akhirnya pasukan Jepang terpaksa menyerah kalah. Kejadian ini terjadi empat bulan setelah menyerahnya Jerman. Kemudian diadakan perjanjian Postdam yang berisi penyerahan Jepang kepada Sekutu.
Berdasarkan perjanjian ini, komandan umum militer Jepang diserahkan kepada Jenderal MacArthur dari AS. Pada tahun 1951, 49 negara dunia mengadakan perjanjian damai dengan Jepang dan setahun kemudian Jepang kembali memegang pemerintahannya sendiri.
Ayatullah Mahdavi Kani Menjadi Perdana Menteri
36 tahun yang lalu, tanggal 11 Shahrivar 1360 HS, Ayatullah Mahdavi Kani menjadi Perdana Menteri Republik Islam Iran.
Pasca ledakan di kantor perdana menteri Iran yang berakibat gugur syahidnya Rajai dan Bahonar, presiden dan perdana menteri Iran, untuk sementara Dewan Kepresidenan bertanggung jawab menjalankan urusan pemerintahan. Sekaitan dengan kondisi ini, Imam Khomeini ra menekankan agar segera dipilih pengganti dan diisinya pos yang ditinggal akibat kejadian tersebut.
Oleh karenanya, sejak tersebarnya berita ledakan itu langsung dimulai pembicaraan untuk menetapkan perdana menteri. Setelah berunding cukup alot dan lama, Dewan Kepresidenan mengusulkan kepada parlemen agar Ayatullah Mahdavi Kani yang waktu itu menjabat sebagai menteri dalam negeri di kabinet Syahid Rajai agar mengisi posisi perdana menteri.
Pada tanggal 11 Shahrivar 1360 Hs, Ayatullah Mahdavi Kani terpilih sebagai perdana menteri dengan suara mayoritas 148 suara setuju dari 179 suara yang ada. Periode jabatan Ayatullah Mahdavi Kani sebagai perdana menteri berakhir pada bulan Mehr tahun itu juga dengan terpilihnya Ayatullah Khamenei sebagai Presiden Iran.