Sep 04, 2017 05:22 Asia/Jakarta

Hari ini, Senin tanggal 4 September 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 13 Dzulhijjah 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 13 Shahrivar 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Perjanjian Aqabah Kedua Ditandatangani

1439 tahun yang lalu, tanggal 13 Dzulhijjah setahun sebelum Hijrah, Rasulullah Saw menjalin perjanjian Aqabah Kedua dengan penduduk kota Yatsrib yang kelak berubah nama menjadi Madinatun-Nabi atau Kota Nabi.

Perjanjian ini dibuat dalam rangka menengahi perselisihan antara dua kabilah di Yatsrib, yaitu Aus dan Khazraj.

Kedua kabilah itu telah melewati peperangan yang panjang dan karenanya, mereka mencari seseorang yang bisa dipercaya untuk menciptakan perdamaian dan ketenangan di antara mereka. Sementara itu, beberapa penduduk Yatsrib telah masuk Islam dan mereka memberitahukan kaumnya tentang keunggulan dan kemuliaan akhlak Rasulullah.

Oleh karena itu, penduduk Yatsrib mengirimkan delegasi untuk menemui Rasulullah dan meminta beliau agar datang ke Yatsrib demi menciptakan perdamaian di sana. Atas bimbingan dan petunjuk Rasulullah, warga Yatsrib pun akhirnya bersedia menandatangani Perjanjian Aqabah, yang selain berisi perjanjian damai di antara kedua kabilah, juga perjanjian untuk membela Rasulullah.

Geronimo Menyerah ke Tangan AS

131 tahun yang lalu, tanggal 4 September 1886, kepala suku Indian Apache menyerah ke pasukan AS.

Selama 30 tahun, Geronimo berjuang memimpin sukunya dalam mempertahankan wilayah mereka dari ekspansi Amerika. Suku Apache pun, untuk tujuan yang sama, juga berperang melawan Meksiko.

Setelah puluhan tahun bertempur, Geronimo merasa sudah lelah dan pasukannya pun kalah jumlah. Maka, pada 4 September 1886, dia secara resmi menyatakan menyerah kepada pasukan kolonial Amerika di bawah pimpinan Jenderal Nelson Miles.

Dengan demikian, Geronimo adalah pejuang terakhir Suku Indian yang takluk di bawah kekuasaan AS. Penyerahan ini pun mengakhiri masa Perang Suku Indian di kawasan barat daya negeri itu.

Imam Lantik Ayatullah Khamenei Sebagai Presiden untuk Periode Kedua

32 tahun yang lalu, tanggal 13 Shahrivar 1364 HS, Imam Khomeini melantik Ayatullah Khamenei sebagai Presiden Republik Islam Iran untuk periode kedua.

Periode keempat pemilu presiden di Iran diselenggarakan tanggal 25 Mordad 1364. Para kandidat pemilu presiden pada periode ini adalah Ayatullah Khamenei, Habibollah Asgar Ouladi dan Sayid Mahmoud Kashani.

Dalam pilpres ini, Ayatullah Khamenei meraup suara lebih dari 12 juta dari 14,2 juta suara sah dan terpilih kembali sebagai presiden Iran untuk periode kedua. Imam Khomeini ra pada 13 Shahrivar melantik Ayatullah Khamenei sebagai presiden untuk periode kedua.

Ayatullah Khamenei selama 8 tahun menjabat sebagai presiden melakukan banyak kunjungan ke negara-negara asing. Pidato beliau pada tahun 1366 HS di Majelis Umum PBB menjelaskan tertindasnya Iran dan konspirasi negara-negara arogan terhadap Iran. Salah satu peristiwa penting yang terjadi di masa pemerintahan beliau adalah diterimanya resolusi Dewan Keamanan PBB bernomor 589 pada 26 Tir 1367 dan wafatnya Imam Khomeini ra pada 14 Khordad 1368 HS.

Menyusul peristiwa wafatnya Imam Khomeini ra, Ayatullah Khamenei terpilih oleh Dewan Ahli Kepemimpinan (Majles Khobregan Rahbari) sebagai pengganti Imam Khomeini. Peristiwa terpilihanya beliau sebagai pengganti Imam Khomeini terjadi kurang dari dua bulan sebelum pemilu presiden periode kelima.