Sep 05, 2017 05:19 Asia/Jakarta

Hari ini, Selasa tanggal 5 September 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 14 Dzulhijjah 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 14 Shahrivar 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Nabi Menghadiahkan Tanah Fadak Kepada Putrinya Fathimah

1431 tahun yang lalu, tanggal 14 Dzulhijjah 7 HQ (sebagian riwayat menyebut tanggal 15 Rajab) Nabi Muhammad Saw menghibahkan tanah Fadak kepada putrinya Sayidah Fathimah az-Zahra as.

Dalam proses pemberian ini Nabi menghadirkan saksi. Pada hari itu Malaikat Jibril as turun kepada Rasulullah dan menyampaikan perintah Allah agar menghibahkan tanah Fadak kepada Fathimah.

Kepada putrinya Rasul berkata, "Allah telah menguasakan Fadak kepada ayahmu. Karena tanah Fadak bukan ditaklukkan oleh pasukan Islam. Dengan demikian tanah itu khusus menjadi milikku. Allah memerintahkan kepadaku agar memberikannya kepadamu. Selain itu, mas kawin ibumu, Sayidah Khadijah as masih berada dalam tanggungan ayahmu dan sesuai dengan perintah Allah, ayahmu memberikan tanah Fadak ini sebagai ganti mas kawin ibumu. Ambilllah tanah Fadak ini untukmu dan anak-anakmu."

Sayidah Fathimah az-Zahra mengatakan, "Selama engkau masih hidup, aku dan hidupku milikmu." Nabi menjawab, "Saya khawatir engkau tidak memanfaatkannya di masa hidupku dan hal itu membuat sebagian beralasan untuk melarangmu memanfaatkannya ketika aku sudah tiada."

Fathimah berkata, "Lakukan apa yang engkau anggap sebagai yang terbaik."

Setelah itu Nabi memanggil Imam Ali as dan berkata, "Buatkan surat tanah Fadak sebagai barang hibah Nabi kepada Fathimah." Imam Ali as menulis surat tanah Fadak dan dua orang menjadi saksi; Rasulullah Saw dan Ummu Aiman. Kemudian Nabi berkata, "Ummu Aiman adalah perempuan ahli surga."

Banjir Besar di Cina

130 tahun yang lalu, tanggal 5 September 1887, air sungai besar Hwang Hu di Cina mulai meluap.

Banjir besar akibat meluapnya sungai ini terus berlangsung hingga satu bulan. Korban jiwa yang jatuh sekitar 900 ribu orang.

Beberapa kota, ratusan desa, serta kawasan pertanian yang luas juga hancur akibat banjir tersebut. Sungai Hwang Hu mengalir di bagian timur Cina dan memiliki panjang 5200 kilometer.

Ayatullah Ali Ghoddousi Gugur

36 tahun yang lalu, tanggal 14 Shahrivar 1360 HS, Ayatullah Ali Ghoddousi gugur syahid akibat ledakan bom oleh kelompok munafikin dan dimakamkan di komplek pemakaman suci Hazrat Maksumah as di Qom.

Ayatullah Sheikh Ali Ghoddousi lahir di kota Nahavand pada 1306 HS. Di usia 15 tahun beliau pergi ke Qom atas dorongan ayahnya yang juga ulama di daerah tempat tinggal mereka.

Setelah menyelesaikan pendidikan menengah agama beliau belajar fiqih untuk tingkat mujtahid pada Ayatullah al-Udzma Boroujerdi dan Imam Khomeini. Pada saat yang sama beliau belajar filsafat kepada Allamah Thathabai.

Ayatullah Ghoddousi saat mempelajari filsafat menunjukkan kejeniusannya sehingga mendapat perhatian khusus dari Allamah Thabathabai dan kemudian mengambilnya sebagai menantunya. Beliau sejak tahun 1341 HS bergabung dalam gerakan anti rezim Pahlevi dan selama berjuang beliau harus menanggung banyak kesulitan.

Syahid Ghoddousi merupakan anggota Jameeh Modarresin Qom (Asosiasi Pengajar Hauzah Qom) dan dipercayai oleh para pemimpin hauzah ilmiah. Pejuang Islam ini pasca kemenangan Revolusi Islam ditunjuk oleh Imam Khomeini sebagai Jaksa Agung.