Lintasan Sejarah 7 September 2017
Hari ini, Kamis tanggal 7 September 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 16 Dzulhijjah 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 16 Shahrivar 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Wafatnya Abu Abdillah bin Jayani, Matematikawan Andalusia
967 tahun yang lalu, tanggal 16 Dzulhijjah 471 HQ, Abu Abdillah bin Jayani, seorang astronom dan matematikawan muslim Andalusia, meninggal dunia.
Abu Abdillah bin Jayani dilahirkan pada tahun 379 Hq di Cordoba, dan di kota itu pula ia menyelesaikan pendidikan dasarnya. Setelah itu, Abu Abdillah Jayani meneruskan pendidikan ke Kairo, Mesir.
Abu Abdillah Jayani adalah pendukung berat buku The Elements karya Euclides, seorang matematikawan Yunani kuno yang lahir tahun 325 sebelum Masehi dan mengajar matematika di Aleksandria, Mesir.
Salah satu karya penulisan yang ditinggalkan Abu Abdillah Jayani adalah sebuah buku yang berisi penjelasan atas makalah kelima dalam buku "The Elements" karya Euclides.
Kaum Boxer Lancarkan Perlawanan di Cina
118 tahun yang lalu, tanggal 7 September 1899, terjadi gerakan perlawanan boxer di Cina.
Kaum boxer adalah julukan bagi sekelompok militer Cina yang bernama "Ay Hu Chuan" atau pukulan bersama yang telak. Kelompok ini bangkit untuk menentang campur tangan Barat dan Jepang yang kian meningkat di Cina.
Kaum boxer menduduki kedubes-kedubes Barat di Beijing dan terjadi bentrokan yang keras dengan para misionaris Eropa. Namun, perlawanan ini bisa ditumpas secara bersama oleh pasukan Eropa, Amerika, dan Jepang. Cina pun terpaksa membayar ganti rugi kepada para imperialis itu dalam jumlah yang sangat besar.
Jerman Bombardir London
77 tahun yang lalu, tanggal 7 September 1940, Angkatan Udara Jerman melepaskan serangan langsung ke jantung Kota London, Inggris, dengan menjatuhkan bom-bom berdaya ledak tinggi. Akibatnya ratusan orang tewas dan melukai lebih banyak lagi.
Menteri Pertahanan Inggris mengatakan itu merupakan serangan paling besar Jerman. Serangan pertama hari itu dilakukan Jerman pada sore hari. Pusat serangan berada di kawasan East End, sepanjang daerah sungai Kota London.
Sebanyak 300 bomber mengurung London selama hampir 2 jam. Menjelang pukul 20.00, serangan gelombang kedua datang. Serangan tersebut lebih lama daripada gelombang pertama, yaitu selama 8 jam, sehingga pada malam itu Kota London dipenuhi suara ledakan tanpa henti.
Pemerintah Inggris menyatakan, dari serangan tersebut, 88 pesawat Jerman bisa ditembak jatuh. Adapun dari pasukan Inggris sendiri, 22 pesawat dinyatakan hilang atau ditembak jatuh.
Demonstrasi Besar Besaran Terjadi di Seantero Iran
39 tahun yang lalu, tanggal 16 Shahrivar 1357 HS, menyusul meningkatnya perlawanan rakyat terhadap rezim Shah Iran yang despotik, terjadi berbagai demonstrasi besar-besaran di hampir seluruh penjuru Iran.
Shah Pahlevi kemudian mengeluarkan larangan segala bentuk demonstrasi. Namun, pada saat itu pula, Imam Khomeini dari pengasingannya di kota Najaf, Irak memberikan seruan agar perjuangan rakyat terus dilanjutkan.
Beliau menyatakan, "Dengan nama Allah Yang Maha Kuasa, saya meminta agar kebangkitan rakyat terus ditingkatkan dan demonstrasi dilakukan sebanyak mungkin agar rezim yang zalim dan kejam bisa segera dikalahkan."