Sep 09, 2017 03:43 Asia/Jakarta

Hari ini, Sabtu tanggal 9 September 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 18 Dzulhijjah 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 18 Shahrivar 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Ali as Dinobatkan Sebagai Pemimpin Kaum Muslimin

Tanggal 18 Dzulhijjah 10 Hijriah, Rasulullah Saw dalam perjalanan pulang ke Madinah seusai menunaikan Haji Wada atau haji terakhir beliau, di sebuah kawasan bernama Ghadir Khum, mengumumkan kepada kaum muslimin, bahwa Imam Ali as, akan menjadi pemimpin umat sepeninggal Rasulullah.

Sesampainya Rasulullah di Ghadir Khum, beliau naik ke atas bukit dan sambil mengangkat tangan Imam Ali, Rasulullah bersabda, "Siapa yang menjadikanku sebagai pemimpin, maka Ali juga akan menjadi pemimpinnya. Ya Allah, cintailah siapa yang mencintai Ali dan musuhilah siapa yang memusuhi Ali."

Selanjutnya, Rasulullah menyampaikan khutbah tentang keutamaan Ahlul Bait atau keluarga beliau. Rasulullah juga menjelaskan posisi Ahlul Bait dan hubungannya dengan al-Quran. Beliau bersabda, "Ahlul Bait dan al-Quran adalah dua hal yang tidak akan mungkin terpisahkan satu sama lain, sampai akhirnya mereka akan menemuiku di Hari Kiamat, di Telaga Kautsar".

Setelah itu, Rasulullah menyampaikan ayat al-Quran yang baru saja diwahyukan kepada beliau, yaitu surat al-Maidah ayat 3, "Hari ini orang-orang kafir itu merasa putus asa dengan agama kalian. Karena itu, janganlah kalian merasa takut dengan mereka. Takutlah kepada-Ku. Hari ini aku sempurnakan agama kalian. Aku sempurnakan pula nikmat-Ku bagi kalian. Aku telah rela Islam menjadi agama yang kalian anut."

Peristiwa yang sangat historis ini diperingati setiap tahun oleh para pengikut Ahlul Bait sebagai Hari Raya Al-Ghadir atau Idul Ghadir.

Meninggalnya Penulis Jalal Ale Ahmad

Tanggal 18 Shahrivar 1348 HS, Jalal Ale Ahmad dibunuh oleh SAVAK.

Jalal Ale Ahmad lahir di Tehran pada 11 Azar 1302 HS. Ia pada 1322 HS resmi menjadi anggota partai Tudeh dan di samping kesibukan di dunia politik, Jalal Ale Ahmad berhasil meraih sarjana di jurusan sastra persia. Pada tahun 1326 HS, ia diterima bekerja di kementerian budaya. Jalal Ale Ahmad mulai menulis sejak berusia 16 tahun dan setelah bergabung dengan partai Tudeh, ia mengenal karya-karya Kasravi.

Kiprahnya di politik tidak berhasil, tapi kebangkitan yang paling mempengaruhi dirinya adalah Kebangkitan 15 Khordad 1342 HS. Pada waktu itu Jalal Ale Ahmad sampai pada satu keyakinan bahwa setiap aliran pemikiran atau perjuangan manapun yang tidak berakar dari budaya sendiri, maka aliran itu tidak lebih dari pembohongan, eksploitasi dan penjajahan. Ia semakin mantap bahwa satu-satunya harapan untuk membebaskan rakyat ada pada ulama yang sadar, bukan para pemikir Barat dan Timur.

Jalal Ale Ahmad akhirnya menyatakan dirinya ikut dan cinta kepada ulama, khususnya Imam Khomeini, SAVAK mulai mengancam dirinya dan berusaha memisahkannya dari ulama. Pada 1347 HS, ia diancam akan dibunuh. SAVAK ingin membunuhnya secara diam-diam. Akhirnya dalam sebuah aksi teror yang telah direncanakan, mereka membunuhnya pada 18 Shahrivar 1348 HS. Jasad Jalal Ale Ahmad dishalati di masjid Firouzabadi dan dimakamkan di kota Rey, Tehran.

Ahmad Shah Masoud Diteror

Tanggal 9 September 2001, Ahmad Shah Masoud seorang komandan mujahidin Afganistan dan menteri pertahanan Burhanuddin Rabbani, presiden pemerintahan sementera Afganistan diteror.

Ahmad Shah Masoud lahir pada tahun 1952. Saat komunis memasuki ke Afganistan dan pendudukan negara ini oleh militer bekas Uni Soviet pada tahun 1979, beliau tinggal di kawasan pergunungan utara Afganistan dalam memerangi penjajah.

Dia memperlihatkan kepakarannya dalam memimpin tentaranya sehingga kawasan yang berada di bawah penguasaannya Dareh Panjshir tidak pernah dapat ditembusi oleh tentara Rusia maupun pihak penentangnya yang lain termasuk Taliban. Sehingga beliau dikenali dengan gelar Singa Panjshir.