Okt 10, 2018 07:58 Asia/Jakarta
  • 10 Oktober 2018
    10 Oktober 2018

Hari ini, Rabu tanggal 10 Oktober 2018 yang bertepatan dengan tanggal 30 Muharram 1440 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 18 Mehr 1397 Hijriah Syamsiah. Rekan setia, kini mari kita tinjau peristiwa bersejarah apa saja yang terjadi pada hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Sidang Pertama Mahkamah Internasional Den Haag


116 tahun yang lalu, tanggal 10 Oktober 1902, diadakan sidang pertama Mahkamah Internasional didirikan di kota Den Haag, Belanda.

Mahkamah Internasional didirikan pada tahun 1899 atas proposal Tzar Nikola, kaisar kedua Rusia. Mahkamah ini merupakan salah satu lembaga peradilan internasional tertua dan berada di bawah PBB. Salah satu kewajiban terpenting Mahkamah Internasional Den Haag adalah menyelesaikan perselisihan negara-negara dunia dan mencegah terjadinya perang di antara mereka.

Dalam Mahkamah Internasional Den Haag, terdapat 15 hakim yang dipilih oleh Majelis Umum dan Dewan Keamanan PBB tanpa mempertimbangkan kewarganegaraan mereka. Negara-negara dunia dapat menerima keputusan Mahkamah Internasional, secara penuh atau dengan syarat.

Image Caption

Solthan Al-Wa’izhin Wafat

90 tahun yang lalu, tanggal 18 Mehr 1350 HS, Sayid Mohammad Solthan al-Wa’izhin Shirazi meninggal dunia pada dalam usia 75 tahun di Tehran dan dikebumikan di pekuburan umum Abu Hossein.

Sayid Mohammad Shirazi anak Asyraf al-Wa’izhin yang lebih dikenal dengan Akbar Shah, lahir di Tehran kira-kira tahun 1275 HS. Ia menyelesaikan pendidikan dasar hauzah di Tehran dan di usia 12 tahun mengikuti ayahnya ke Irak. Selama dua tahun tinggal di Karbala dan menyelesaikan pendidikan menengah hauzah. Setelah itu bersama ayahnya pergi ke kota Kermanshah dan berdakwah di sana.

Sayid Mohammad untuk kedua kalinya pergi ke Irak untuk menyempurnakan pendidikan agama tingkat tingginya dan setelah itu melakukan perjalanan ke Palestina, Yordania, Mesir dan India. Ia bertemu dengan banyak agama lain seperti Yahudi, Kristen, Brahma dan juga mazhab Ahli Sunnah dan bertukar pikiran dengan mereka.

Al-Wa’izhin Shirazi melakukan dialog dengan dua ulama Ahli Sunnah di Peshawar selama 10 malam dan setiap malamnya lebih dari delapan jam melakukan dialog dengan dihadiri oleh Mahatma Ghandi. Peristiwa dialog ini dipublikasikan oleh seluruh koran India waktu itu dan isinya kemudian dibukukan dengan nama Shabha-ye Peshavar.

Selain buku itu, al-Wa’izhin Shirazi juga meninggalkan karya-karya ilmiah seperti Sad Maqaleh Solthani dar Radde Bar Yahud va Nasara dan Gorouh Rastegaran atau Firqah Najiah dalam dua jilid.

Sayid Mohammad Solthan al-Wa’izhin Shirazi