Lintasan Sejarah 1 November 2018
-
1 November 2018
Hari ini, Kamis tanggal 1 November 2018 yang bertepatan dengan tanggal 22 Shafar 1440 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 10 Aban 1397 Hijriah Syamsiah. Rekan setia, kini mari kita tinjau peristiwa bersejarah apa saja yang terjadi pada hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Ibnu Nuqtah Meninggal
811 tahun yang lalu, tanggal 22 Shafar 629 HQ, Ibnu Nuqtah, seorang ulama dan ahli hadis terkemuka abad ke-7 hijriah, meninggal dunia di kota Bagdad.
Ibnu Nuqtah sejak kanak-kanak telah tertarik kepada ilmu hadis dan untuk mengumpulkan hadis, dia melakukan perjalanan ke berbagai negara, di antaranya Iran, Suriah, dan Mesir.
Di samping itu, ia pun mendidik banyak murid di bidang ilmu hadis, di antaranya bernama Ibnu Asakir yang kemudian juga dikenal sebagai seorang cendikiawan muslim. Salah satu di antara karya penulisan Ibnu Nuqtah berjudul al-Istidrak.
Permulaan Perang Kemerdekaan Aljazair
64 tahun yang lalu, tanggal 1 November 1954, dengan didirikannya Gerakan Pembebasan Aljazair oleh Ahmed Ben Bella, perang kemerdekaan negara ini pun dimulai.
Aljazair pada awal abad ke-20 secara penuh dijajah oleh Perancis dan selama itu perjuangan bangsa Aljazair bersifat sporadis. Akhirnya, setelah 132 tahun dijajah oleh Perancis, Aljazair berhasil meraih kemerdekannya pada tahun 1962 dan Ben Bella menjadi presiden.
Namun, pemerintahan Ben Bella tidak berlangsung lama karena pada tahun 1965, ia digulingkan oleh Menteri Pertahanannya sendiri, Kolonel Boumedienne.
Ayatullah Ali Qazi Thabathabai Gugur
39 tahun yang lalu, tanggal 10 Aban 1358 HS, Ayatullah Sayid Mohammad Ali Qazi Thabathabai, seorang ruhaniwan Iran terkemuka, gugur syahid akibat teror kelompok Furqan.
Beliau dilahirkan pada tahun 1292 HS di kota Tabriz di barat laut Iran. Beliau memulai pendidikan dasar agamanya di bawah bimbingan ayahnya sendiri dan kemudian melanjutkan menuntut ilmu di hauzah-hauzah ilmiah terkemuka dan menjadi murid ulama-ulama besar saat itu, di antaranya Imam Khomeini.
Akibat aktivitas perjuangannya melawan rezim despotik Shah Pahlevi, Ayatullah Thabathabai berkali-kali dipenjara dan diasingkan. Setelah kemenangan Revolusi Islam Iran, Ayatullah Thabathabai ditunjuk Imam Khomeini sebagai imam Jumat di kota Tabriz.