Perkembangan Iptek di Iran dan Dunia (63)
-
perkembangan teknologi di Iran
Berdasarkan informasi yang dipublikasikan situs ISI Essential Science Indicator, 53 universitas dan pusat riset Iran masuk di antara pusat pengetahuan paling berpengaruh di dunia.
Menurut salah satu pendiri situs Islamic World Science Citation Center (ISC), sekitar 5.701 universitas dan pusat riset termasuk satu persen terbaik dunia yang 53 di antaranya atau sekitar, 0,9 persen berasal dari Iran.
Situs ISI ESI melakukan identifikasi dan mengumumkan satu persen universitas dan pusat riset dunia yang paling banyak dikutip di berbagai bidang studi.
Situs ini, mengkategorisasi ilmu pengetahuan dunia ke 22 bidang studi dan saat ini universitas dan pusat riset Iran masuk dalam 16 jurusan dari 22 jurusan yang sudah dikategorisasi yaitu jurusan teknik, kimia dan ilmu pertanian, dan menduduki posisi tertinggi dibanding jurusan-jurusan lainnya.
Dosen matematika di Universitas Tehran, Siamak Yasemi terpilih sebagai anggota tetap The World Academy of Sciences, TWAS. Medali TWAS-Abdus Salam didirikan pada tahun 1995 untuk menghormati pendiri Akademi TWAS dan presiden pertama, peraih Nobel, Profesor Abdus Salam, dan medali ini diberikan kepada tokoh-tokoh terkemuka yang telah bekerja di bidang sains di negara-negara berkembang.
Pada tahun 2000, Iran berkesempatan menjadi tuan rumah penganugerahan penghargaan ini. Salah satu tugas akademi ini adalah menyampaikan prestasi-prestasi terpenting ilmu pengetahuan di negara-negara berkembang.
Anggota akademi ini dipilih berdasarkan tolok ukur keilmuan dan moral, dan ilmuwan-ilmuwan yang menjadi kandidat anggota akademi ini harus memiliki kemampuan keilmuan tinggi dan lewat aktivitas penelitiannya memperkaya khasanah ilmu pengetahuan dunia.
Saat ini akademi tersebut memiliki 1.181 anggota tetap dari berbagai negara dunia yang aktif melakukan kegiatan keilmuan dan menyebarluaskan hasil penelitiannya di 10 kelompok.
Dari 1.181 anggota akademi, 14 orang berasal dari Iran di kelompok fisika, kimia, kedokteran, tenik dan pertanian, dan Siamak Yasemi adalah matematikawan pertama asal Iran yang terpilih menjadi anggota tetap akademi dunia ini.
Desain robot ahli bedah Sina yang ditampilkan oleh asisten dosen Universitas Ilmu Kedokteran Tehran di kompetisi robot dunia Cina yang mengusung tema "Kewirausahaan, Inovasi dan Hak Cipta", meraih penghargaan sebagai desain terbaik menurut pemirsa.
Kompetisi robot internasional ini setiap tahun digelar di kota Guangzhou, Cina dan desain-desain inovatif yang layak dipamerkan dan kemudian tepat untuk investasi serta bisnis, menjadi perhatian.
Di antara desain yang setiap tahun menyedot perhatian publik adalah 30 desain yang akan ditampilkan di tahap awal kepada dewan juri dan para investor internasional. Mereka diundang ke Cina kemudian pada tahap akhir, 10 desain terpilih diperlombakan. Desain robot ahli bedah Sina merupakan salah satu desain yang terpilih dalam tahap akhir dan meraih peringkat pertama dalam pandangan pemirsa.
Robot ahli bedah Sina yang dipatenkan dengan bantuan Pusat Paten Iran, adalah sebuah sistem sempurna operasi bedah robotik jarak jauh yang dapat dioperasikan melalui internet atau kanal-kanal komunikasi lain.
Sistem ini dilengkapi dengan dua subsistem asli yang terdiri dari sebuah konsol bedah yang mengarah ke ahli bedah dan sebuah sistem bedah robotik yang mengarah ke pasien. Proses bedah dapat dikontrol melalui komunikasi internet di antara dua subsistem ini.
Foto-foto terkait ruang bedah dan pasien dikirim ke konsol bedah dan pada saat yang sama, gerakan-gerakan tangan ahli bedah dilakukan lewat robot-robot yang terdapat dalam konsol bedah dan dikirim ke robot-robot bedah yang ada di tempat tidur pasien. Dalam sistem Sina juga dimungkinkan untuk mengontrol peralatan ruang bedah dari jarak jauh.
Permintaan pasar yang besar terhadap produk dan pelayanan medis terkait robot bedah, semakin mudahnya proses operasi bedah yang rumit dan sulit, akurasi dan kualitas tinggi operasi dikarenakan hilangnya getaran dan kemampuan menentukan skala atas gerakan tangan ahli bedah, termasuk kegunaan robot ini.
Selain itu, dokter bedah tidak perlu berada dalam situasi sulit di ruang operasi dan terhindar dari bahaya yang ada di dalamnya, meliputi ergonomi yang tidak tepat saat operasi, faktor penyebab infeksi, radiasi yang merugikan, gas-gas berbahaya dan peluang bedah dari jarak jauh dalam kondisi kritis dan jauhnya jarak dari pasien, merupakan manfaat lain sistem ini.
Produk sel-sel punca untuk mengobati penderita penyakit kulit dengan nama DermACELL dipamerkan di pusat riset kulit dan sel punca Universitas Ilmu Kedokteran Tehran.
Dengan dibukanya lini produksi produk ini, Iran berada di peringkat ke-13 negara terunggul di bidang sel punca dan produk-produk untuk penyakit kulit. Para peneliti dengan kerja sama pusat riset Royan memulai penelitian ini sejak tahun 2005 dan 2006 dalam produksi Fibroblas, Keratinocyte dan Melanocyte serta seluruh kategori kulit.
Sel-sel ini digunakan untuk mengobati bekas jerawat, bekas trofik, bekas Leishmaniasis, luka parah, luka diabetes dan luka bakar terbatas yang digunakan secara luas dan diperoleh hasil yang memuaskan.
Para peneliti Universitas Brown berhasil menemukan sebuah protein yang diyakini berpengaruh pada panjangnya usia, dan protein ini memungkinkan kehidupan dalam usia panjang tanpa mengidap penyakit.
Terwujudnya kehidupan yang panjang merupakan salah satu harapan abadi setiap orang, namun usia panjang yang dibarengi sakit dan penderitaan serta penyakit, bukan sesuatu yang diinginkan.
Menurut para peneliti, protein SIRT4 diyakini dapat menambah usia dan menyebabkan kehidupan yang berkualitas serta bebas dari rasa sakit dan penderitaan. Protein yang untuk pertama kalinya ditemukan dalam ulat buah ini, membuka kemungkinan siklus kehidupan yang lebih sehat bagi manusia.
Protein SIRT4 adalah keluarga protein Sirtuin yang berpengaruh pada proses metabolisme tubuh makhluk hidup dan berhubungan dengan penyakit-penyakit yang terkait dengan penambahan usia.
Para peneliti dengan menelaah dampak protein ini pada tubuh ulat buah, memahami bahwa pemulihan proses metabolisme dimungkinkan dengan menggunakan protein tersebut.
Perbandingan antara ulat-ulat buah yang memiliki protein SIRT4 dengan ulat buah yang tidak memilikinya menunjukkan rata-rata usia ulat kelompok pertama, 20 persen lebih lama.
Keberadaan protein ini juga menyebabkan ulat buah di saat lapar dan tidak bisa mendapatkan makanan, lebih mampu bertahan dari kematian.
Para ilmuwan mengatakan, selama protein itu secara alami terdapat dalam tubuh manusia, kita masih berharap bahwa dengan penggunaan protein tersebut dapat terjadi penambahan usia dan pemulihan indikator-indikator kesehatan pada manusia.[]