Lintasan Sejarah 5 April 2019
-
5 April 2019.
Hari ini, Jumat 5 April 2019 bertepatan dengan 29 Rajab 1440 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 16 Farvardin 1398 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini di masa lampau.
Sayidah Khadijah Wafat (Sebuah Riwayat)
1443 tahun yang lalu, tanggal 29 Rajab tahun ketiga sebelum Hijrah, Sayidah Khadijah meninggal dunia menurut satu riwayat.
Sayidah Khadijah as setelah hidup bersama Rasulullah Saw selama 25 tahun meninggal dunia di usia 65 tahun dan dikebumikan di daerah Jahun, Mekah.
Beliau menikah dengan Rasulullah Saw di usi 40 tahun dan dari perkawinan itu mereka dikaruniai dua anak laki-laki dan empat perempuan. Nama mereka berturut-turut adalah Qasim, Abdullah, Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum dan Sayidah Fathimah as.
Sayidah Khadijah merupakan perempuan pertama yang memeluk Islam dan seluruh hartanya diserahkan kepada Rasulullah Saw untuk dipakai menyebarkan Islam.

Mirza Mohammad Ali Modarres Khiyabani Wafat
Tanggal 16 Farvardin 1333 HS, Ayatullah Modarres Khiyabani meninggal dunia pada usia 76 tahun dan dikebumikan di kota Tabriz.
Ayatullah Mirza Mohammad Ali Modarres Khiyabani lahir di kota Tabriz sekitar tahun 1257 HS. Setelah menyelesaikan pelajaran tingkat dasar dan menengah hauzah ilmiah, beliau belajar fiqih dan ushul fiqih untuk tingkat mujtahid kepada Ayatullah Mirza Abol Hassan Angaji dan Mirza Sadegh Mojtahed Tabrizi.
Beliau juga sempat belajar kepada Sayid Sadr ad-Din Sadr dan Mohammad Ali Shah Abadi dan diberi izin mengeluarkan fatwa (mujtahid) serta mendapat ijazah meriwayatkan hadis dari Syeikh Muhammad Husein Al Kasyif al-Ghitha dan Sheikh Agha Bozourgh Tehrani.
Modarres Khiyabani di akhir usianya selama 12 tahun mengajar di Madrasah Sepahsalar dan tekun melakukan riset serta menulis buku, sehingga meninggalkan banyak karya ilmiah. Sebagian dari karya penting beliau adalah buku Raihanah al-Adab dalam 8 jilid yang menjelaskan tentang kehidupan lebih dari 5 ribu ulama.
Beliau juga menulis Qamus al-Ma'arif dan Farhang Now Bahar yang memuat 19 ribu kata Persia. Selain itu beliau juga menulis buku Farhang-e Baharestan yang mencakup 55 ribu kata dan kalimat berbahasa Persia.

Pembajak Lepas 25 Sandera di Iran
31 tahun yang lalu, tanggal 5 April 1988, pembajak pesawat jumbo jet milik Kuwait Airways melepaskan 25 sandera, terdiri dari 24 perempuan dan 1 pria dengan kondisi jantung tidak stabil di Mashhad, Iran.
Mereka dibebaskan setelah perdana menteri Iran bernegosiasi dengan para pembajak yang merupakan tujuh pria Arab. Pesawat tersebut terbang dari Bangkok menuju Kuwait sebelum sang pilot ditodong untuk mendarat di Iran.
Para pembajak menuntut melepaskan 17 milisi muslim Syiah yang ditahan di Kuwait. Jika itu tidak dipenuhi, mereka akan membunuh tiga anggota keluarga Kerajaan Kuwait dan meledakkan pesawat.
Pembajakan itu berlangsung selama 16 hari setelah Kuwait menolak tuntutan para pembajak. Setelah di Iran, pesawat kemudian terbang ke Siprus, sebelum akhirnya berhenti di Aljazair. Pembajakan berakhir di sana dengan menyerahnya para pembajak dan tinggal tersisa 32 sandera.