Apr 18, 2019 06:30 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 18 April 2019

Hari ini, Kamis 18 April 2019 bertepatan dengan 12 Sya'ban 1440 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 29 Farvardin 1398 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini di masa lampau.

Sayid Al-Atibba Tabrizi Wafat

124 tahun yang lalu, tanggal 12 Sya'ban 1316 HQ, Sayidul Atibba Tabrizi, seorang ahli fiqih dan dokter terkenal Iran meninggal dunia.

Sayid al-Atibba dilahirkan di Kota Tabriz, sebuah kawasan di barat laut Iran. Sejak masa mudanya, ia menunjukkan minat yang sangat besar kepada sastra ilmu-ilmu agama. Setelah itu, ia belajar ilmu kedokteran kepada sejumlah ilmuwan pada zamannya. Di antara kitab-kitab yang ditulisnya adalah "Sejarah Tabriz" dan "Aturan-Aturan Umum Ibnu Sina".

 

Konferensi Asia Afrika

64 tahun yang lalu, tanggal 18 April tahun 1955, dimulailah Konferensi Asia Afrika yang diselenggarakan di kota Bandung. Konferensi ini berlangsung hingga tanggal 25 April 1955 dan diikuti oleh wakil dari 29 negara Asia dan Afrika. Tujuan utama konferensi ini adalah membentuk kubu kekuatan negara-negara dunia ketiga untuk menghadapi dua kubu adidaya, Barat dan Timur.

Di akhir konferensi, ditandatanganilah Deklarasi Bandung yang isinya kesepakatan untuk mengadakan kerjasama ekonomi dan budaya di antara negara-negara dunia ketiga serta mengakui adanya hak untuk menentukan nasib bangsa-bangsa Asia dan Afrika.

Selain itu, konferensi ini juga mengeluarkan resolusi menentang penjajahan, di antaranya penjajahan Perancis atas Guinea Baru. Konferensi Asia Afrika juga menjadi pendahuluan dari terbentuknya Organisasi Gerakan Non-Blok.

 

Hari angkatan bersenjata Iran

Hari Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran

40 tahun yang lalu, tanggal 29 Farvardin 1358 HS, diperingati sebagai Hari Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran. Bersamaan dengan kemenangan Revolusi Islam Iran, militer rezim Shah Pahlevi yang terdiri dari para pemuda Iran menyambut seruan Imam Khomeini ra untuk bergabung dengan rakyat. Setelah menumbangkan rezim Shah Pahlevi, mereka bangkit untuk melindungi Revolusi Islam dari musuh dalam dan luar negeri. Militer sebagai kekuatan militer pertama Revolusi Islam Iran memulai aktivitasnya dengan usaha tidak kenal lelah dan berkelanjutan diserta pengorbanan di segala bidang demi merealisasikan tujuan Republik Islam Iran.

Imam Khomeini ra menyebut saat-saat bergabungnya militer dengan rakyat "saat gembira hamba Allah dan putus asanya musuh". Sekalipun ada sebagian orang yang menginginkan dibubarkannya militer, Imam Khomeini ra sebagai pendukung utama militer mengeluarkan pesan pada 27 Farvardin 1358 dan mengumumkan keharusan mempertahankan militer. Demi tercipta konsolidasi yang lebih kokoh di tubuh militer, Imam Khomeini ra mengeluarkan perintah bersejarah dan tanggal 29 Farvardin dijadikan sebagai Hari Militer.

Dalam pesannya Imam Khomeini ra menyebutkan, "Kini angkatan bersenjata melayani Islam dan militer yang ada islami. Oleh karenanya, penting bagi rakyat untuk menyatakan dukungannya terhadap militer. Kini, tidak boleh menentang militer Islam yang menjadi pelindung kemerdekaan. Kami, kalian dan militer adalah saudara dan harus berusaha bersama-sama untuk mempertahankan keamanan negara dan mengakhiri aksi-aksi merusak para perusak." Pasca dikeluarkannya perintah bersejarah itu, para militer membuktikan kelayakannya melindungi Imam Khomeini ra.