Lintasan Sejarah 26 September 2019
Hari ini, Kamis 26 September 2019 bertepatan dengan 26 Muharam 1441 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 4 Shahrivar 1398 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini di masa lampau.
Pasukan Yazid Blokade Mekah dan Menyerang Ka’bah
1377 tahun yang lalu, tanggal 26 Muharam 64 HQ, pasukan Yazid blokade Mekah dan menyerang Ka’bah.
Yazid bin Muawiyah pasca syahadah Imam Husein as dan para sahabatnya di Karbala serta ditawannya Ahli Bait kehilangan popularitas di kalangan umat Islam. Di sisi lain, Ahli Bait yang aktif mengungkap kebobrokan Yazid yang membuat masyarakat bangkit melawan pemerintah Yazid. Akibatnya, pada 63 Hq muncul gerakan-gerakan anti Yazid di Hijaz
Akhirnya warga Mekah dan Madinah bangkit secara terang-terangan dan menyerang pasukan Yazid. Di Mekah, Abdullah bin Zubair mengajak umat Islam untuk bergabung dengannya melawan Yazid bin Muawiyah. Perlahan-lahan semakin banyak yang bergabung dengannya dan berhasil mengusir pasukan Yazid dan kaki tangannya dari kota Mekah.
Pasukan Yazid bin Muawiyah berangkat dari Syam ke Mekah dan berhasil memblokade kota suci ini, sehingga menyulitkan warga. Mereka menempatkan katapel raksasa di sekitar kota Mekah dan menyerang dengan batu-batu besar. Abdullah bin Zubair dan warga Mekah akhirnya memilih masjidul Haram sebagai tempat paling aman, tapi Hashin bin Namir, komandan pasukan Yazid memerintahkan pasukannya untuk menarget Masjidul Haram dan Ka’bah.
Serangan pasukan Yazid ke Mekah justru meningkatkan kemampuan Abdullah bin Zubair. Pada 14 Rabiul Awal 63 Hq, Yazid bin Muawiyah meninggal dan pasukannya kembali ke Syam, sementara Abdullah bin Zubeir menguasai Hijaz.
OKI Bersidang Soal Perang Irak-Iran
39 tahun yang lalu, tanggal 4 Mehr 1359 HS, OKI menyelenggarakan sidang membicarakan perang Irak-Iran.
Organisasi Konferensi Islam (OKI) yang sekarang bernama Organisasi Kerjasama Islam sejak hari-hari pertama perang antara Irak dan Iran telah berusaha menengahi. Menteri-menteri luar negeri anggota OKI yang rencananya ikut dalam sidang tahunan Majelis Umum PBB di New York, pada 4 Mehr 1359 HS mengadakan sidang untuk membahas perang Iran dan Irak.
Pelaksanaan sidang ini dilakukan berkat usulan wakil Indonesia dan Libya dan dalam sidang itu dibentuk sebuah komite bernama "Niat Baik" yang bertujuan mengakhiri perang. Komite ini selama bertugas berhasil melakukan pertemuan sebanyak sembilan kali dan beberapa kali melakukan kunjungan ke Tehran dan Baghdad. Tapi upaya mereka tidak membuahkan hasil dan perang terus berlanjut. Sementara situasi yang muncul perlahan-lahan lebih menguntungkan Iran.
Kudeta Militer di Yaman Utara
57 tahun yang lalu, tanggal 26 September 1962, sistem pemerintahan kerajaan di Yaman Utara yang dipimpin oleh sultan-sultan bergelar imam, dibubarkan.
Pada hari itu, Kolonel Abdullah Salal melakukan kudeta militer dan mendirikan pemerintahan baru berbentuk republik. Imam Muhamad Badr yang merupakan raja terakhir Yaman Utara, kemudian melakukan perlawanan untuk merebut kembali kekuasaannya. Saat itu, Badr mendapatkan dukungan Raja Arab Saudi. Sementara itu, Kolonel Salal mendapatkan bantuan militer dari pemerintahan Mesir yang dipimpin oleh Gamal Abdul Naser.
Maka, terjadilah pertempuran bersenjata selama empat tahun antara kedua belah pihak. Setelah itu, kedua belah pihak melakukan gencatan senjata. Sedangkan Raja Feishal dan Abdul Naser juga sepakat untuk menarik pasukan masing-masing dari Yaman setelah kedua negara itu terlibat dalam perang enam hari melawan Israel.