Lintasan Sejarah 11 November 2019
Hari ini, Senin, 11 November 2019 bertepatan dengan 13 Rabiul Awwal 1441 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 20 Aban 1398 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi.
Dimulainya Kekuasaan 500 Tahun Bani Abbasiah
1309 tahun yang lalu, tanggal 13 Rabiul Awal 132 HQ, dimulainya kekuasaan 500 tahun Bani Abbasiah.
Pasca pembantaian yang terjadi demi meraih kekuasaan, masyarakat Islam pada 13 Rabiul Awal 132 HQ, membaiat Abu al-Abbas Abdillah bin Muhammad bin Ali bin Abdillah bin Abbas bin Abdil Mutthalib yang lebih dikenal dengan as-Saffah. Dengan demikian, secara resmi (menurut satu riwayat sejarah) dimulailah masa kekuasaan panjang Bani Abbasiah.
Abu al-Abbas as-Saffah, Khalifah Pertama Bani Abbasiah berkuasa hingga 136 HQ. Selama empat tahun berkuasa, ia banyak melakukan pembunuhan dan pembantaian terhadap keturunan Bani Umayah dan juga pecinta Ahli Bait. Itulah mengapa ia diberi julukan Saffah, sebagai orang yang banyak menumpahkan darah. Ia pribadi yang dikenal sangat pendendam. Ia membantai seluruh keturunan Bani Umayah. Ada yang digantung dan ada yang dibakar.
As-Saffah merupakan orang pertama yang menggagas sistem kementerian dalam Islam. Karena sebelum ini, pada Bani Umayah, mereka memilih sejumlah orang untuk berkonsultasi. Akhirnya ia meninggal pada 136 Hq dalam usia 32 tahun.
Wafatnya Mulla Ahmad bin Mostafa Khuini Qazvini
130 tahun yang lalu, tanggal 20 Aban 1268 HS, Mulla Ahmad bin Mostafa Khuini Qazvini meninggal dunia dalam usia 68 tahun.
Mulla Ahmad bin Mostafa Khuini Qazvini yang dikenal dengan Mulla Agha lahir sekitar tahun 1210 Hs di provinsi Zanjan. Setelah menyelesaikan sekolah dasar, beliau kemudian pindah ke provinsi Qazvin. Setelah tinggal beberapa lama di Qazvin, Mulla Agha pindah lagi ke Isfahan untuk melanjutkan pendidikannya.
Selesai belajar pada guru-guru besar Isfahan, Mulla Agha kemudian pergi ke kota Najaf, Irak untuk menuntut ilmu lebih tinggi dan selama bertahun-tahun tinggal di sana untuk menuntut ilmu. Setelah mencapai derajat mujtahid, beliau kemudian kembali ke kota Qazvin dan menetap di sana sambil mengajar dan menuntun warga untuk lebih mengenal Islam.
Mulla Agha meninggalkan sejumlah karja seperti Mikraj al-Ushul ila Ilm al-Ushul dalam dua jilid, al-Lawami' fi al-Fiqh berjumlah tiga jilid dan Mirah al-Murad dalam ilmu Rijal.
Yasser Arafat Meninggal Dunia
15 tahun yang lalu, tanggal 11 November tahun 2004, Yasser Arafat, Pemimpin Otorita Palestina dan Ketua Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) meninggal dunia.
Yasser Arafat dilahirkan pada tahun 1929, sejak usia remaja ia mulai aktif melawan pendudukan Rezim Zionis Israel. Pada tahun 1946, ia hijrah ke Mesir untuk melanjutkan studinya di Cairo University, dan dalam jangka waktu lima tahun, ia telah menamatkan kuliahnya di jurusan arsitektur.
Pada tahun 1965, Arafat kembali ke Palestina, kemudian ia mendirikan gerakan Fatah untuk melawan Rezim Zionis Israel. Empat tahun kemudian, ia duduk sebagai ketua Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) hingga akhir hayatnya. Organisasi ini merupakan afiliasi dari beberapa organisasi lain yang ada di Palestina.
Selama dekade 1970-an, Arafat aktif memimpin gerakan melawan Tel Aviv. Akan tetapi pada tahun 1982, setelah Rezim Zionis Israel menggempur Lebanon, Arafat mengeluarkan perintah kepada pasukannya untuk menarik diri ke wilayah Tunisia. Aksi ini praktis menandai berakhirnya perlawanan bersenjata PLO terhadap Rezim Zionis Israel.
Pada tahun 1988, Arafat secara resmi mengakui keberadaan Rezim Zionis Israel, dan tiga tahun kemudian, ia memulai perundingan damai dengan Tel Aviv. Dan pada tahun 1993, Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dan Rezim Zionis Israel menandatangani kesepakatan damai Oslo. Karena Rezim ini tidak komitmen dengan kesepakatan-kesepakatan yang mereka buat, akhirnya pada tahun 2000, rakyat Palestina mendeklarasikan dimulainya Intifada masjid al-Aqsa.
Sejak tahun 2002, Rezim Zionis Israel memberlakukan tahanan kota kepada Arafat, dan ia dilarang keluar dari kota Ramallah Tepi Barat Sungai Jordan. Akan tetapi, karena menderita sakit parah, akhirnya ia dilarikan ke Paris untuk menjalani perawatan. Setelah dua pekan dirawat, pada tahun 2002, Arafat meninggal dunia di rumah sakit dalam usia 75 tahun.