Lintasan Sejarah 7 Desember 2019
Hari ini, Sabtu, 7 Desember 2019 bertepatan dengan 10 Rabiul Tsani 1441 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 16 Azar 1398 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi.
Fatimah Makshumah as Wafat
1240 tahun yang lalu, tanggal 10 Rabiul Tsani 201 HQ, Fatimah Makshumah as, putri Imam Musa bin Jakfar as, imam ketujuh kaum Muslimin, meninggal dunia di kota Qom, Iran.
Fatimah Makshumah as dilahirkan di Madinah tahun 173 Hijriah. Fatimah Makshumah as dikenal sebagai seorang perempuan yang suci, berilmu tinggi dan hidup zuhud.
Sekitar tahun 200 Hijriah, kakak beliau, Imam Ridha as dipaksa untuk datang ke Khorasan, Iran oleh penguasa kaum Muslimin saat itu, Khalifah Makmun. Setahun kemudian, Fatimah Makshumah memutuskan untuk pergi ke Khorasan demi menjenguk kakak beliau.
Dalam perjalanan, Fatimah Makshumah singgah di kota Qom, dan setelah 17 hari berada di kota itu, beliau meninggal dunia karena sakit. Kompleks pemakaman Fatimah Makshumah as di kota Qom hingga kini ramai dikunjungi para peziarah dari berbagai penjuru dunia. Kota tersebut juga menjadi pusat pengajaran ilmu-ilmu Islam dan pusat gerakan revolusi Islam Iran yang akhirnya menang pada tahun 1979.
Hari Mahasiswa Iran
66 tahun yang lalu, tanggal 16 Azar 1332 HS, tiga mahasiswa Universitas Teheran gugur syahid karena dibunuh oleh tentara Rezim Shah di Iran.
Para mahasiswa itu terbunuh dalam demonstrasi terhadap kunjungan Presiden AS, Richard Nixon, ke Teheran, Iran. Kunjungan Nixon ini dilakukan tiga setengah bulan setelah pemerintahan Mosaddegh yang mendapatkan dukungan rakyat Iran, digulingkan dalam sebuah kudeta yang didalangi oleh CIA.
Pada tanggal 16 Azar 1332 HS, tentara Rezim Shah mendatangi Universitas Teheran dan menyerang para mahasiswa yang tengah berdemonstrasi sehingga tiga orang di antara mereka tewas. Sehari kemudian, Nixon juga datang ke Universitas Teheran untuk dianugerahi gelar doktor kehormatan di bidang hukum. Kini, tanggal 16 Azar diperingati di Iran sebagai Hari Mahasiswa.
Hukuman Suntik Mati Pertama
37 tahun yang lalu, tanggal 7 Desember 1982, hukuman suntik mati untuk pertama kalinya dilakukan di Huntsville, Texas.
Charles Brooks Jr, terpidana kasus pembunuhan, menerima suntikan mati berisi sodium pentotal ke pembuluh darahnya. Cairan pembius itu, jika dikonsumsi dalam dosis kecil, bisa menjadi truth serum yang berguna untuk proses investigasi.
Negara Bagian Texas menganggap hukuman mati dalam bentuk suntikan sebagai cara eksekusi yang lebih manusiawi daripada cara-cara lain seperti pengegasan, kursi listrik, atau hukum gantung. Satu dekade kemudian, sebanyak 32 negara bagian, pemerintah federal, dan militer mengikuti metode pengeksekusian Texas.
Setelah beberapa tahun perkembangan di dunia medis, otoritas pengeksekusi mengadopsi prosedur suntik mati dengan memberi tiga jenis cairan secara berturut-turut. Cairan pertama adalah thiopental sodium yang berfungsi sebagai obat bius. Berikutnya adalah pancuronium bromide untuk merelaksasikan otot serta melumpuhkan diafragma dan paru-paru. Yang terakhir adalah pottasium chloride, cairan yang menghentikan kerja jantung sehingga proses eksekusi terlaksana.